Bitung | Tribuneindonesia.com – Dunia pers di Kota Bitung mendadak heboh menyusul beredarnya kabar burung yang menyudutkan profesi wartawan, Minggu (02/07/26).
Tiga jurnalis lokal berinisial (T), (K), dan (I) diduga menjadi korban tuduhan palsu terkait praktik pungutan liar terhadap jajaran pejabat pemerintah daerah.
Isu tak sedap ini pertama kali mencuat saat wartawan berinisial (T) menerima sambungan telepon dari seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung.
Dalam percakapan tersebut, oknum ASN itu menyampaikan sebuah kabar mengejutkan yang memojokkan (T) bersama dua rekannya.
Sumber ASN tersebut menyampaikan informasi yang diterimanya dari sesama rekan media, dimana (T), (K), dan (I) kerap meminta sejumlah uang kepada para pejabat lokal.
Sasarannya secara spesifik mengarah pada jajaran pimpinan di tingkat kelurahan hingga kecamatan di seluruh wilayah Bitung.
Tak hanya tuduhan pemerasan, isu yang beredar tersebut juga menyenggol nama pejabat tertinggi daerah. Oknum tak bertanggung jawab menyebut ketiga jurnalis ini sering mencatut nama Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, untuk melancarkan aksinya.
Menanggapi kabar miring tersebut, (T) bersama (K) dan (I) secara tegas membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada mereka.
Ketiganya menilai isu tersebut merupakan fitnah keji yang sengaja dihembuskan untuk merusak reputasi serta integritas mereka sebagai jurnalis.
(T) menekankan bahwa pihak yang menghembuskan isu seharusnya terlebih dahulu memverifikasi kebenaran informasi tersebut.
Ia menantang siapapun untuk membuktikan kebenaran kabar itu dengan langsung menanyakan fakta sebenarnya kepada pihak-pihak yang diklaim menjadi korban.
Perasaan kecewa mendalam turut menyelimuti ketiga awak media ini lantaran isu tersebut disinyalir bersumber dari kalangan internal wartawan sendiri.
(T) meluapkan rasa kekesalannya saat mewakili kedua rekannya memberikan klarifikasi resmi.
”Kami sangat menyayangkan berita tersebut yang disampaikan oleh sesama rekan media,”
tegas (T) dengan nada penuh kekecewaan, menumpahkan kekesalan atas tindakan tidak profesional sesama profesi.
Guna membersihkan nama baik mereka, ketiga jurnalis ini berkomitmen untuk tidak tinggal diam.
Mereka menyatakan bakal mengusut tuntas identitas oknum (X) yang diduga kuat menjadi dalang penyebaran fitnah di lingkungan ASN Pemkot Bitung tersebut. (kiti)



















