​Hendrik Siahaya Minta Pemda Tak Persulit Surat Domisili Warga Undocumented Keturunan Indonesia-Filipina

- Editor

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Lurah Wangurer, Sitti Mariam Lariha, S.ST saat memantau jalannya pelaksanaan Tim Kemenkumham. (Ft. talia)

‎Lurah Wangurer, Sitti Mariam Lariha, S.ST saat memantau jalannya pelaksanaan Tim Kemenkumham. (Ft. talia)

Bitung | Tribuneindonesia.com – ​Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) mempercepat penanganan masalah status hukum bagi warga tanpa dokumen (undocumented) keturunan Indonesia-Filipina. ​Kamis (30/07/26).

Tim verifikasi Kemenkumham mendatangi langsung pemukiman warga guna memastikan seluruh warga keturunan tersebut terdata dengan valid dan akurat.

​Pelaksanaan pendataan lapangan ini resmi dimulai pada Rabu, (29/07), untuk menjangkau masyarakat yang telah lama bermukim di wilayah pesisir Sulawesi Utara.

​Kota Bitung menjadi fokus utama kegiatan mengingat daerah pelabuhan ini menampung populasi warga keturunan Indonesia-Filipina dalam jumlah yang cukup besar.

​Petugas memusatkan posko pelayanan di Kelurahan Wangurer dan siap melayani pendaftaran warga selama tiga hari berturut-turut pada Rabu, Kamis, dan Jumat.

Kepala Bidang Administrasi Hukum Umum Kanwil Kemenkumham, Hendrik Siahaya, memimpin langsung jalannya pendataan lapangan tersebut guna memastikan keterbukaan akses bagi warga setempat.

​”Kami melakukan pendataan ini untuk mengetahui secara pasti berapa banyak warga keturunan Indonesia-Filipina di Bitung yang belum memiliki dokumen resmi. Data ini nantinya akan kami evaluasi dan tindak lanjuti melalui verifikasi faktual dan wawancara langsung mengenai garis keturunan mereka,”

tegas Hendrik Siahaya saat memberikan keterangan di posko pendataan.

​Ia menambahkan bahwa warga yang memenuhi seluruh kriteria kelayakan nantinya akan menerima Surat Keputusan (SK) Penegasan Status Kewarganegaraan resmi dari Menteri Hukum Republik Indonesia.

Baca Juga:  Prabowo Sepakat Cabut Tunjangan Jumbo DPR, Gelombang Demo Tak Terbendung

​Meski demikian, tim lapangan menemukan kendala berupa hambatan administratif dari sejumlah oknum pemerintah daerah yang enggan mengeluarkan surat keterangan domisili bagi warga keturunan tersebut.

Hendrik Siahaya pun menyayangkan sikap tertutup dari jajaran aparat lokal tersebut dan meminta seluruh pihak untuk bersikap kooperatif dalam mendukung program penegasan status ini.

​”Sebenarnya tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk menahan atau keberatan mengeluarkan surat keterangan domisili. Dokumen domisili itu menjadi acuan penting bagi kami untuk mengevaluasi berapa lama mereka menetap dan mengacak riwayat perpindahan mereka,”

ujar Hendrik Siahaya.

​Antusiasme warga terlihat sangat tinggi pada hari pertama pelayanan, di mana jumlah pendaftar baru diperkirakan melampaui angka 100 orang, menyusul 149 warga yang sudah terdata sejak pekan sebelumnya.

​Sebagian besar warga yang mendatangi posko mengaku telah beranak-pinak dan menetap puluhan tahun di Indonesia sehingga sangat mendambakan kepastian hukum sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

​Kepemilikan SK Penegasan Kewarganegaraan tersebut kelak akan memberikan jaminan perlindungan hukum, membuka akses penuh terhadap fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta memberikan rasa aman saat bekerja di tanah air. (kiti)

Berita Terkait

RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut
Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat
Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian
Polemik Penugasan dr. Laura Christanty: Antara Dasar Hukum dan Keberlanjutan Layanan RSUD Waisai
GEGER! Kasus Pemindahan dr. Laura Cristanty,S.p.A.,Jadi Sorotan Nasional, Ribuan Pengguna Instagram Bereaksi
Perkuat Ekonomi Daerah, Wali Kota Hengky Honandar Serap Arahan Presiden Prabowo di Rakornas TPAKD
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 01:09

PENCURIAN PERANGKAT BTS XL SMART KEMBALI TERULANG! JARINGAN ACEH TAMIANG TERGANGGU, WARGA TERANCAM TERISOLASI KOMUNIKASI

Sabtu, 7 November 2026 - 01:03

LMND SIMEULUE MINTA COPOT KOMANDAN, ADILI OKNUM.

Jumat, 6 November 2026 - 16:00

SERUAN KEMANUSIAAN SITI MUNAWAROH MEMBUTUHKAN 2 KANTONG DARAH O POSITIF, KELUARGA BERHARAP PEMERINTAH, BUMN, BUMS, TNI, POLRI DAN RELAWAN BERGERAK

Jumat, 6 November 2026 - 12:17

Gerbong Narkotika Jenis Ganja Terungkap Polres Subulussalam Sita 7,27 Kg Ganja dan 11,84 Gram Sabu, 8 Tersangka Dibekuk

Jumat, 6 November 2026 - 07:43

Walikota Bitung Hengky Honandar Hadiri Kunker Danrem 131/Santiago di Makodim 1310

Jumat, 6 November 2026 - 06:36

Wadirut PLN dan EVP Umum ‘Kompak’ Resmikan Kantor PLN UP3 Sukoharjo, Tahukah Dirut?

Jumat, 6 November 2026 - 04:06

Siap-Siap Para Kapolres! Ultimatum Keras Kapolri: Bandar Narkoba Harus Diburu, Kapolres Tak Berani Bertindak Terancam Diganti!

Kamis, 5 November 2026 - 15:33

Rutinitas Mulia Sebulan Sekali di Gedung Putih, H. Affan Alfian Bintang dan Hj. Mariani Harahap Gelar Yasinan serta Santuni Anak Yatim dan Lansia

Berita Terbaru

Headline news

LMND SIMEULUE MINTA COPOT KOMANDAN, ADILI OKNUM.

Sabtu, 7 Nov 2026 - 01:03