TribuneIndonesia.com I Pertemuan di Grand City Hall Medan dipenuhi wajah-wajah penggerak keluarga dari berbagai penjuru Sumatera Utara, Selasa, 21 Juli 2026. Pertemuan itu bukan hanya agenda tahunan. ada harapan agar para kader pulang membawa cara pandang baru, gagasan baru, serta langkah yang lebih terarah untuk menggerakkan organisasi hingga tingkat paling bawah.
di antara peserta tampak Ketua TP PKK Ny Jelita Asri Ludin Tambunan bersama Staf Ahli I TP PKK Ny Asniar Lom Lom Suwondo. Kehadiran keduanya menandai perhatian terhadap peningkatan kapasitas kader, terutama menghadapi tantangan pelayanan keluarga yang terus berubah.
Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Ny Kahiyang Ayu, membuka kegiatan tersebut. Pesannya lugas. PKK tetap menjadi mitra penting bagi pembangunan daerah. Organisasi itu diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, bukan berhenti pada agenda administratif.
Perubahan juga menyentuh cara kerja organisasi. Pemanfaatan aplikasi digital Si PANDA mulai diperkenalkan lebih luas agar pelaporan program berlangsung lebih cepat, rapi, serta mudah dipantau. Teknologi diposisikan sebagai alat bantu, bukan tujuan akhir.
Ketua Panitia, Cut Rizki Amaliyah, menjelaskan materi pelatihan diarahkan untuk memperdalam pemahaman tugas Pokja I sampai Pokja IV. Fokus lain tertuju pada peningkatan kualitas kader agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
bimbingan teknis berlangsung tiga hari, 21 sampai 23 Juli 2026. Pesertanya meliputi ketua TP PKK daerah, staf ahli, sekretaris, serta jajaran ketua kelompok kerja dari seluruh wilayah Sumatera Utara.
Sejumlah narasumber hadir membawa perspektif berbeda. Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, perangkat daerah Provinsi Sumatera Utara, jajaran TP PKK Provinsi, tenaga profesional, serta motivator berbagi pengalaman dan metode kerja yang dinilai relevan bagi organisasi.
Pelatihan itu pada akhirnya bukan hanya soal materi yang disampaikan dari atas panggung. niilainya terletak pada kemampuan para peserta menerjemahkan pengetahuan menjadi langkah nyata, agar gerakan PKK tetap relevan menjawab kebutuhan keluarga di berbagai daerah.(Ilham Gondrong)
















