​Sinergi Lintas Polair Selamatkan Nelayan Bitung yang Terbawa Arus di Perairan Maluku

- Editor

Senin, 13 Juli 2026 - 08:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Tribuneindonesia.comSebuah drama penyelamatan di laut lepas berakhir dengan kebahagiaan setelah Renato Ensuy Taguriri (67), seorang nelayan lansia asal Kota Bitung, Sulawesi Utara, berhasil dipulangkan ke kampung halamannya.

Rangkaian proses evakuasi yang melibatkan lintas kepolisian perairan ini berjalan lancar hingga korban diserahkan kembali kepada pihak keluarga pada Senin (13/07/26) siang.

​Suasana haru menyelimuti Kantor Kelurahan Wangurer, Kecamatan Girian, Kota Bitung, saat tubuh renta Renato melangkah masuk ke ruangan. Isak tangis bahagia dari pihak keluarga pecah seketika saat melihat pria yang sempat dinyatakan hilang akibat kecelakaan laut tersebut kembali dalam keadaan bernyawa dan sehat.

​Berdasarkan laporan kronologis yang dihimpun, petaka yang menimpa Renato bermula pada Selasa (7/7) silam. Saat itu, perahu pakura yang digunakannya kehabisan bahan bakar minyak (BBM) di tengah laut, menyebabkan dirinya kehilangan kendali dan hanyut terbawa arus laut yang sangat kuat hingga memasuki Perairan Maluku.

​Nasib baik masih berpihak pada Renato ketika kapal tunda (tugboat) TB Intan Megah 4 yang sedang berlayar dari Samarinda, Kalimantan Timur, melintas di jalur yang sama. Kapal yang dinakhodai oleh Syamsudin (36) tersebut sedang menuju ke Obi Mayor, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.

​Sekitar pukul 13.00 WIT, Nakhoda Syamsudin yang kebetulan keluar ke arah buritan kapal dikejutkan oleh pemandangan sebuah perahu sampan kecil (pakura). Perahu tersebut terlihat terombang-ambing tak berdaya di lautan bebas, tepatnya pada titik koordinat 01.30.252N 126.04.443E.

​Menyadari adanya situasi darurat yang mengancam nyawa, Syamsudin langsung bertindak cepat dengan memerintahkan seluruh anak buah kapal (ABK) untuk melakukan prosedur penyelamatan.

Dengan kehati-hatian tinggi, awak kapal TB Intan Megah 4 akhirnya berhasil menaikkan Renato dari sampannya ke atas dek kapal tunda.

​Setelah berhasil ditenangkan, Renato memberikan keterangan kepada kru kapal bahwa dirinya sudah terpisah jauh dari daratan akibat kehabisan bahan bakar.

Karena posisi geografis yang berada di tengah laut lepas, tidak memungkinkan bagi pihak kapal untuk langsung mengantarkan Renato kembali ke Sulawesi Utara saat itu juga.

​Alhasil, pihak kapal memutuskan untuk membawa serta nelayan lansia tersebut ikut berlayar menuju pelabuhan tujuan mereka di Pulau Obi. Selama sisa perjalanan dinas kapal tunda tersebut, Renato mendapatkan perawatan dan akomodasi yang layak dari para kru kapal.

​Guna melegalisasi tindakan penyelamatan tersebut, kru TB Intan Megah 4 langsung mendatangi pos polisi perairan terdekat sesampainya mereka di Pulau Obi pada Sabtu (11/7) sekitar pukul 18.00 WIT. Laporan tersebut diterima langsung oleh Personel Markas Unit (Marnit) Ditpolairud Polda Maluku Utara Obi KP.XXX-1007.

​Aparat kepolisian yang menerima laporan bergerak taktis dengan melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan kondisi kesehatan korban stabil pasca-insiden traumatis tersebut.

Langkah selanjutnya adalah melakukan koordinasi cepat secara berjenjang, termasuk meneruskan informasi penting ini kepada Direktur Polairud Polda Maluku Utara.

​Demi mempercepat proses pemulangan, jajaran Marnit Polairud Obi segera menghubungi pihak manajemen kapal penumpang Cantika Bahari 9F atau (KM Cantika Lestari). Tidak hanya itu, petugas di lapangan juga berinisiatif menanggung seluruh biaya transportasi kepulangan Renato sebagai bentuk kepedulian sosial kepolisian.

​Petugas juga langsung menghubungi pihak keluarga di Kota Bitung via sambungan telepon untuk meredakan kepanikan dan mengabarkan bahwa korban dalam kondisi aman. Setelah semua kesiapan matang, Renato kemudian diberangkatkan menyeberangi lautan menuju Provinsi Sulawesi Utara.

Baca Juga:  ​KPK Ingatkan BUMN: Aturan Bisnis Bukan Tameng Korupsi

​Perjalanan estafet pemulangan ini berlanjut hingga Senin (13/7) pagi, saat kapal yang membawa Renato bersandar di Pelabuhan Manado pada pukul 09.45 WITA.

Di dermaga, korban sudah dijemput oleh personel Satpolair Polresta Manado yang telah berkoordinasi dengan Febrianto selaku pemilik kapal tempat Renato bekerja.

​Setelah merampungkan seluruh proses administrasi pelabuhan, tepat pukul 12.00 WITA, Renato diberangkatkan menuju Kota Bitung melalui jalur darat. Perjalanan domestik ini dikawal ketat dan didampingi langsung oleh Febrianto guna menjamin keamanan korban hingga sampai di tujuan akhir.

Tepat pukul 13.00 WITA, rombongan akhirnya tiba di Kantor Kelurahan Wangurer dan disambut oleh Camat Girian Rukman Rasyid, S.Sos., Lurah Wangurer Siti Lariha, SST., serta Kasat Polair Polres Bitung Ipda Johnny Marisi, S.H. Hadir pula dalam penjemputan tersebut Babinsa Serda Fadli M yang mendampingi pihak keluarga korban.

Kasat Polair Polres Bitung mengatakan Sudah mendapatkan informasi terlebih dahulu pada Minggu malam.

​”Pada hari Sabtu (11/07), saya dihubungi oleh pihak Direktorat Polairud yang meneruskan informasi dari Dirut Polairud Maluku Utara terkait kondisi korban. Informasi tersebut awalnya kami terima dari Polairud Obi sekitar pukul 21.00 WITA. Menindaklanjuti laporan itu, kami segera melapor ke Kapolres Bitung. Atas perintah Kapolres, kami diminta segera menghubungi pihak keluarga korban yang berdomisili di Kelurahan Wangurer, Kecamatan Girian.”

​jelas Kasat Polairud Polres Bitung jhon Marisi pada awak media.

lebih lanjut Marisi menambahkan pihaknya segera melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah setempat.

​”Sekitar pukul 23.00 WITA, saya langsung menghubungi Lurah Wangurer dan Camat Girian. Bersama-sama, kami mendatangi pihak keluarga di wilayah tepi pantai Dodik untuk mengabarkan bahwa korban akan diantar menggunakan KM Citra Lestari hari ini sekitar pukul 10.00 WITA. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kasat Polairud Polresta Manado yang akan menjemput korban secara langsung untuk dibawa ke Kantor Lurah Wangurer. Selanjutnya, kami bersama pemerintah setempat akan menyerahkan korban secara resmi kepada pihak keluarga.”

Jelasnya.

Sementara itu, Camat Girian Rukman Rasyid S.Sos, mengimbau masyarakat setempat agar lebih berhati- hati dengan suasana laut yang ekstrim saat ini.

​”Kami selaku pihak pemerintah mengimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat, khususnya warga yang berprofesi sebagai nelayan, untuk selalu berhati-hati dan waspada saat melaut. Mari kita jadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga bagi kita semua agar lebih mengutamakan keselamatan dalam bekerja.”

pungkas Camat Girian.

Tak hanya itu, Rukman Rasyid juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Polair Polres Bitung, yang sudah merespon cepat terkait musibah tersebut.

​”Kami juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Polairud Polres Bitung atas kesigapan dan respons cepat mereka dalam menindaklanjuti keluhan serta laporan masyarakat. Sinergi seperti inilah yang sangat kita butuhkan demi pelayanan terbaik untuk warga.”

ungkap Rukman, mengakhiri pernyataan resminya kepada awak media.

Diketahui, sebelum diserahkan kepada keluarga pada pukul 13.30 WITA, tim medis terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan final terhadap Renato di lokasi.

Setelah dinyatakan sehat secara fisik dan mental, Satpolair Polres Bitung secara resmi menutup operasi kemanusiaan ini dengan menyerahkan sang nelayan kembali ke pelukan keluarganya. (kiti)

Berita Terkait

Ribuan Wali Murid Padati Sekolah di Bireuen, Hari Pertama Masuk Sekolah Berlangsung
Babinsa Posramil Kuta Blang Bantu Pembuatan Saluran Air Demi Kelancaran Irigasi Warga.
Babinsa Koramil 03/Jeunieb Bantu Warga Bangun Rumah, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan.
Tarmizi Age: Bumi Aceh Kaya, Namun Rakyat Belum Merasakan Kebahagiaan
​Wali Kota Hengky Honandar Pimpin Upacara Pertama Hari Sekolah di SMPN 2 Bitung
​Tradisi Kain Bentenan Sambut Kedatangan Dansathantai Kodaeral VIII yang Baru
Tahun Ajaran Baru 2026/2027 Bupati Pidie Jaya Mengajak Orang Tua Mengantar Anak ke Sekolah
Muswil DPW Perempuan Bangsa Aceh Digelar, DPP Dorong Penguatan Peran Perempuan dalam Politik dan Pembangunan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 08:14

​Sinergi Lintas Polair Selamatkan Nelayan Bitung yang Terbawa Arus di Perairan Maluku

Senin, 13 Juli 2026 - 07:40

Ribuan Wali Murid Padati Sekolah di Bireuen, Hari Pertama Masuk Sekolah Berlangsung

Senin, 13 Juli 2026 - 06:48

Babinsa Posramil Kuta Blang Bantu Pembuatan Saluran Air Demi Kelancaran Irigasi Warga.

Senin, 13 Juli 2026 - 06:30

Tarmizi Age: Bumi Aceh Kaya, Namun Rakyat Belum Merasakan Kebahagiaan

Senin, 13 Juli 2026 - 03:31

​Wali Kota Hengky Honandar Pimpin Upacara Pertama Hari Sekolah di SMPN 2 Bitung

Senin, 13 Juli 2026 - 01:43

​Tradisi Kain Bentenan Sambut Kedatangan Dansathantai Kodaeral VIII yang Baru

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:17

Tahun Ajaran Baru 2026/2027 Bupati Pidie Jaya Mengajak Orang Tua Mengantar Anak ke Sekolah

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:45

Muswil DPW Perempuan Bangsa Aceh Digelar, DPP Dorong Penguatan Peran Perempuan dalam Politik dan Pembangunan

Berita Terbaru