Pidie Jaya/Tribuneindonesia.com
Menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., mengajak seluruh orang tua, khususnya para ayah, untuk mengantar putra-putri mereka pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026).
Ajakan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Orang Tua Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, sebagai upaya memperkuat keterlibatan keluarga dalam dunia pendidikan. Sebab, langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menjadi awal dari masa depan besar anak-anak. Perjalanan mereka menuju cita-cita dimulai dari langkah pertama yang diiringi doa, kasih sayang, dan kehadiran orang tua.
“Seorang anak mungkin akan melupakan apa yang kita berikan, tetapi ia akan selalu mengingat siapa yang hadir mendampingi langkah pertamanya.”
“Kami mengajak seluruh orang tua di Kabupaten Pidie Jaya, khususnya para ayah, agar meluangkan waktu mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk. Kehadiran orang tua akan menjadi sumber semangat, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menghadirkan rasa aman bagi anak dalam memulai perjalanan di tahun ajaran baru,” ujar Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, Minggu (12/7/2026), melalui pesan WhatsApp.
Bupati menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, ayah memiliki kedudukan yang sangat penting sebagai pemimpin keluarga sekaligus penanggung jawab utama pendidikan anak. Tanggung jawab tersebut tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga membentuk akidah, akhlak, karakter, dan kedisiplinan anak sejak dini.
Seorang ayah dituntut menjadi teladan sebagaimana dicontohkan dalam kisah Luqman Al-Hakim, mengawasi pergaulan anak, serta memastikan lingkungan pendidikan yang ditempuh selaras dengan nilai-nilai agama dan moral.
Peran ayah dalam mendampingi pendidikan anak meliputi:
Menjadi pendidik akidah dan akhlak dengan menanamkan nilai-nilai tauhid, adab, dan budi pekerti sebelum membekali anak dengan ilmu pengetahuan.
Menjadi pemimpin keluarga yang menetapkan aturan, membangun kedisiplinan, serta menjadi tempat anak meminta arahan dan keputusan.
Menjadi pelindung yang mengawasi pergaulan serta menjaga anak dari berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Menjadi sumber rasa aman, kasih sayang, dan dukungan emosional yang mendorong semangat belajar serta mendampingi anak saat menghadapi berbagai tantangan.
Untuk mendukung gerakan tersebut, Bupati Pidie Jaya meminta seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) memberikan fleksibilitas waktu dan dispensasi kepada ASN maupun non-ASN yang memiliki anak usia sekolah agar dapat mengantar mereka pada hari pertama masuk sekolah.
Selain itu, para kepala satuan pendidikan juga diharapkan menyambut dengan hangat kehadiran para ayah dan wali murid. Gerbang sekolah hendaknya tidak hanya menjadi tempat mengantar anak, tetapi juga menjadi ruang mempererat kemitraan antara keluarga dan sekolah dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Menurut H. Sibral Malasyi, kehadiran seorang ayah pada hari pertama sekolah mungkin tampak sederhana, namun memiliki makna yang sangat besar bagi perkembangan psikologis dan emosional anak.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru di ruang kelas, tetapi merupakan amanah bersama antara keluarga, sekolah, dan pemerintah. Anak-anak hebat lahir dari keluarga yang hadir, peduli, dan menguatkan setiap langkah mereka. Ketika seorang ayah meluangkan waktunya mengantar anak ke sekolah, sesungguhnya ia sedang mengajarkan bahwa kasih sayang, perhatian, dan pendidikan adalah warisan terbaik yang akan dikenang sepanjang hayat,” ungkap H. Sibral Malasyi.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap Gerakan Orang Tua Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik, sehingga lahir generasi Pidie Jaya yang berilmu, berakhlak mulia, berkarakter, serta mampu menjadi kebanggaan daerah, bangsa, dan agama.
“Masa depan yang gemilang tidak dibangun dengan langkah yang besar, tetapi dimulai dari langkah pertama yang ditemani cinta, doa, dan kehadiran














