Bitung | Tribuneindonesia.com – Duet kepemimpinan Kota Bitung menunjukkan komitmennya dalam mendukung stabilitas kamtibmas daerah, Jumat (10/07/26).
Hal ini terlihat saat Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., hadir langsung bersama Wakil Wali Kota, Randito Maringka, S.Sos., dalam agenda penyerahan tongkat estafet kepemimpinan kepolisian setempat pada Kamis (09/07) mala.
Kehadiran top eksekutif ini menegaskan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan institusi Polri.
Langkah kaki kedua pemimpin daerah tersebut menyita perhatian saat memasuki Ruang S.H. Sarundajang di Kantor Wali Kota Bitung.
Di ruangan yang penuh wibawa itu, Hengky dan Randito duduk bersama menyaksikan jalannya momentum kenal pamit Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bitung yang berlangsung khidmat.
Sebagai representasi masyarakat Kota Bitung, Wali Kota Hengky Honandar pada kesempatannya memberikan penghormatan resmi kepada pejabat lama, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H.
Kehadiran langsung sepasang pemimpin ini menjadi simbol apresiasi tertinggi atas pengabdian sang perwira beserta keluarganya di Kota Cakalang.
Dalam sambutan utamanya, Wali Kota Hengky Honandar menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada AKBP Albert Zai.
Hengky menilai dedikasi serta loyalitas yang ditunjukkan oleh Albert selama menakhodai Polres Bitung telah memberikan dampak yang sangat positif.
Wakil Wali Kota Randito Maringka tampak mengangguk setuju saat Hengky memaparkan capaian keamanan wilayah. Pemerintah Kota menilai, berbagai keberhasilan dalam memelihara ketertiban masyarakat tidak terlepas dari formula komunikasi dua arah yang berjalan sukses selama ini.
Bagi Hengky, stabilitas kota yang terjaga ketat merupakan buah manis dari integrasi yang kokoh. Sinergi tersebut tidak hanya terjalin antara jajaran Polres dan Pemerintah Kota, melainkan juga melibatkan unsur Forkopimda serta seluruh elemen masyarakat yang ada.
“Situasi keamanan yang kondusif menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, memperkuat pelayanan publik, sekaligus menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, nyaman, dan tenteram,”
tegas Hengky di podium.
Mendengar pemaparan komprehensif dari kepala daerah tersebut, AKBP Albert Zai tampak memberikan gestur hormat. Albert kemudian mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan untaian kalimat perpisahannya di hadapan para pejabat daerah.
Dalam pidato pamitnya, Albert melayangkan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan penuh yang selama ini diberikan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Ia mengakui, ruang gerak kepolisian dalam menyelesaikan setiap persoalan kota menjadi lebih efektif berkat sokongan penuh pemerintah daerah.
Albert juga tidak menampik bahwa peranan lini internalnya, mulai dari tingkat markas komando hingga sektor, memegang andil besar.
Apresiasi khusus pun disampaikannya kepada jajaran Wakapolsek, para Kepala Satuan (Kasat), Kepala Seksi (Kasi), hingga para Kapolsek jajaran.
”Terima kasih kepada seluruh jajaran personel, insan pers, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ormas yang turut membantu tugas saya. Semuanya mustahil terlaksana tanpa bantuan dari semua pihak,”
tutur Albert dengan nada bergetar.
Menyadari keterbatasan sebagai manusia biasa, Albert bersama keluarga juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama bertugas. Ia menaruh harapan agar di bawah kepemimpinan yang baru, kedamaian di Kota Bitung dapat terus dirawat secara berkelanjutan.
Estafet kepemimpinan itu kini resmi beralih ke tangan AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H. Kehadiran Kapolres yang baru ini disambut dengan jabat tangan hangat dan terbuka oleh Wali Kota Hengky Honandar bersama Wakil Wali Kota Randito Maringka.
Dalam pidato perdananya, AKBP Arie Sulistyo langsung merespons penegasan Wali Kota terkait pentingnya variabel keamanan terhadap kemakmuran kota. Ia berkomitmen untuk mempertahankan iklim investasi yang aman demi menjaga kesejahteraan ekonomi warga Bitung.
”Harapan saya kepada semua pihak, mari kita berikan yang terbaik. Kepada Bapak Wali Kota, Bapak Wakil Wali Kota, dan seluruh hadirin, saya memohon dukungan penuh untuk melanjutkan program-program yang ada,”
ujar Arie mengatur ritme bicaranya.
Sebagai penutup, Kapolres baru ini secara khusus meminta bantuan dari para pemuka agama untuk menjaga kondusivitas.
Terlebih, status Bitung di bawah kepemimpinan Hengky-Randito kini menjelma sebagai motor penggerak utama dalam sektor industri dan perdagangan di Sulawesi Utara. (kiti)
















