Sinabang Tribune Indonesia.com Kebakaran hebat kembali melanda Simpang 5, Desa Sinabang pada malam hari ini 7 /7/ 2026 lebih kurang jam 1.30 dini hari .Akibat kejadian ini, 5 rumah warga hangus terbakar namun tidak ada korban jiwa.
Namun yang sangat disayangkan, proses pemadaman terkendala serius. *Mobil Pemadam Kebakaran datang terlambat* karena harus menempuh jarak jauh untuk pengisian air. Akibatnya kobaran api semakin membesar dan sulit dikendalikan.
Ini bukan kali pertama. *Setiap terjadi kebakaran di Simpang 5, kendala yang sama selalu terulang: akses pengambilan air untuk mobil damkar terlalu jauh.
Padahal, *sungai berada sangat dekat dengan lokasi kebakaran*.
Warga pun bertanya dengan nada kecewa :
“Kenapa mobil pemadam tidak mengambil air dari sungai terdekat? Alatnya ada, sungainya ada, tapi kenapa tidak digunakan?”
warga Simpang 5 yang terlalu sering di timpah musibah kebakaran baru berapa tahun lalu sp 5 terbakar , hari ini terulang lagi kendala nya sama keterlambatan unit damkar kelokasi kebakaran dikarenakan pengambilan air untuk keperluan mobil damkar terlalu jauh .
Kami mendesak *Pemerintah Daerah dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Simeulue segera mengambil langkah nyata:
1. Menyediakan titik hidran/sumber air darurat di titik-titik rawan kebakaran seperti Simpang 5 ini
2. Melengkapi mobil damkar dengan pompa apung* agar bisa langsung mengambil air dari sungai.
3. Mengevaluasi SOP penanganan kebakaran* agar tidak ada lagi keterlambatan karena alasan teknis yang bisa diantisipasi.
Jangan sampai nyawa dan harta warga kembali menjadi taruhan hanya karena masalah air.
Api tidak menunggu. Tapi penanganan kita masih menunggu air.( abec)
















