TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Langkah percepatan Program Nasional 3 Juta Rumah memasuki tahapan penting melalui survei lahan seluas sekitar 1.242 hektare di Desa Kolam dan Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Jumat (4/7/2026). Peninjauan lapangan tersebut menjadi bagian dari proses penyiapan kawasan yang diproyeksikan sebagai lokasi pengembangan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Survei dipimpin Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP, Dr. H. Roberia, S.H., M.H., didampingi Yetty Sembiring, S.STP., M.M., serta diikuti Kepala Balai P3PKP Sumatera II, Ir. Wahyu Adi Satriawan, S.T., M.T.
agenda tersebut merupakan tindak lanjut atas visitasi sebelumnya ke PT Perkebunan Nusantara II selaku pemegang hak terakhir atas lahan yang menjadi objek kajian. Peninjauan difokuskan untuk memastikan kesiapan kawasan sebelum memasuki tahapan pengembangan sesuai ketentuan yang berlaku.
Yetty Sembiring menegaskan dukungan penuh terhadap Program Nasional 3 Juta Rumah sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman, dan memiliki kualitas lingkungan yang baik. Menurutnya, percepatan penyediaan perumahan menjadi bagian penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain mendorong pengembangan kawasan baru, perhatian juga diarahkan pada percepatan realisasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PKP yang dipadukan dengan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui pendanaan APBD Provinsi Sumatera Utara serta APBD daerah.
Pada kesempatan itu turut disampaikan usulan pembangunan rumah susun (Rusun) sebagai alternatif penyediaan hunian, terutama bagi kawasan yang memiliki keterbatasan lahan dan kebutuhan permukiman dengan kepadatan tinggi.
hasil survei lapangan diharapkan menjadi dasar penyusunan langkah lanjutan sehingga kawasan yang telah diidentifikasi dapat diproses menuju pengembangan perumahan sesuai target Program Nasional 3 Juta Rumah (Ilham Gondrong)
















