TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan, dan bantuan sosial diperluas melalui Bakti Sosial Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 yang digelar Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Insyaf Medan di Aula Kantor Camat Percut Sei Tuan, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan lintas sektor tersebut menghadirkan berbagai layanan terpadu yang menyasar lanjut usia, penyandang disabilitas, anak-anak dari keluarga kurang mampu, kelompok rentan, hingga masyarakat yang masih menghadapi kendala administrasi keluarga. Kolaborasi melibatkan Kementerian Sosial RI, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Kementerian Agama, dan sejumlah instansi terkait.
Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, menilai layanan yang dihadirkan memberikan dampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam memperkuat akses terhadap hak-hak dasar yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau.
Salah satu program yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah Sekolah Rakyat, yang dirancang untuk membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun mereka yang mengalami hambatan dalam melanjutkan sekolah.
Program Sekolah Rakyat merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat kurang mampu. Diharapkan masyarakat yang memiliki anak putus sekolah atau terkendala biaya pendidikan dapat memanfaatkan program ini,” ujar Lom Lom Suwondo.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat yang berada di Kecamatan Hamparan Perak dilengkapi fasilitas pendidikan dan asrama yang modern, dengan seluruh biaya pendidikan ditanggung negara. Kehadiran program tersebut diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Selain sektor pendidikan, layanan legalitas keluarga juga menjadi fokus utama melalui pelaksanaan sidang isbat nikah bagi masyarakat yang belum memiliki dokumen pernikahan yang sah. Legalitas pernikahan dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung tertib administrasi keluarga serta mempermudah akses terhadap berbagai layanan publik.
Kepemilikan buku nikah sangat penting dalam berbagai urusan administrasi keluarga, termasuk pendidikan anak dan layanan kependudukan lainnya,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Hasim, menegaskan bahwa penyediaan layanan terpadu menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, masyarakat memperoleh akses terhadap berbagai layanan, mulai dari bantuan sosial, alat bantu bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia, hingga layanan administrasi kependudukan yang selama ini kerap menjadi kendala bagi sebagian warga.
Hasim juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu solusi dalam memastikan setiap anak tetap memperoleh pendidikan yang layak.
Kita tidak ingin ada anak yang tidak bersekolah. Sekolah Rakyat hadir untuk memastikan mereka tetap mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.
Kepala Sentra Insyaf Medan, Langgeng Setiawan, melaporkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan yang disediakan. Sebanyak 65 pasangan mengikuti sidang isbat nikah, sementara 86 pasangan memanfaatkan layanan duplikasi buku nikah.
di bidang kesehatan, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, fisioterapi, konsultasi psikologi, serta pelayanan administrasi kependudukan yang terintegrasi dalam satu lokasi.
Pada kesempatan tersebut, Kementerian Sosial RI melalui Sentra Insyaf Medan juga menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp453.825.500 kepada berbagai kelompok penerima manfaat.
Bantuan tersebut terdiri atas Kluster Lanjut Usia sebesar Rp47.356.500 untuk 90 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Kluster Rentan Rp80.022.500 untuk 130 PPKS, Kluster Anak Rp113.151.000 untuk 31 PPKS, Kluster Disabilitas Rp185.895.500 untuk 75 PPKS, Kluster NAPZA Rp5 juta untuk dua PPKS, serta Kluster ODHIV Rp22,4 juta untuk delapan PPKS.
Selain bantuan sosial, penerima manfaat juga memperoleh berbagai alat bantu seperti kursi roda, alat bantu dengar, alat bantu jalan, paket sembako, serta dokumen administrasi keluarga.
melalui integrasi layanan pendidikan, kesehatan, legalitas keluarga, dan perlindungan sosial dalam satu kegiatan, HLUN 2026 di Deli Serdang menjadi langkah strategis dalam memperluas akses layanan dasar sekaligus meningkatkan kualitas hidup kelompok masyarakat yang selama ini berada pada lapisan paling rentan (Ilham Gondrong)















