Bitung | Tribuneindonesia.com – Rangkaian Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kota Bitung akhirnya resmi berakhir, Jumat (05/06/26).
Memasuki hari kedua yang sekaligus menjadi babak pemungkas, kompetisi bergengsi ini sukses menyedot perhatian publik berkat penampilan memukau dari para peserta yang unjuk gigi di Gedung PKK Kota Bitung.
Acara yang digagas oleh Dinas Perpustakaan Kota Bitung berkolaborasi dengan TP PKK Kota Bitung ini, menjadi panggung pembuktian bagi talenta muda dari berbagai wilayah.
Pada hari terakhir pelaksanaan tersebut, panggung perlombaan didominasi oleh utusan dari empat kecamatan, yakni Madidir, Matuari, Girian, dan Ranowulu.
Sejak pagi hari, atmosfer kompetisi sudah terasa hangat namun penuh semangat. Para peserta didik tingkat sekolah dasar ini tampil percaya diri dengan membawakan beragam kisah yang sarat akan pesan moral, nilai pendidikan, kekayaan budaya, hingga pembentukan karakter bangsa.
Tidak sekadar menghafal teks, anak-anak ini mampu mengemas cerita dengan sangat kreatif.
Berbagai aksi panggung yang atraktif berhasil memukau tidak hanya para pendamping dan penonton yang hadir, tetapi juga membuat tim dewan juri harus bekerja ekstra keras dalam memberikan penilaian.
Bila ditelisik lebih dalam, esensi dari agenda tahunan ini sebenarnya melampaui sekat-sekat kompetisi juara.
Ajang ini dirancang sebagai wadah strategis bagi generasi muda untuk mengasah kecakapan berkomunikasi, mendongkrak kepercayaan diri, memantik daya imajinasi, serta memperluas cakrawala berpikir melalui kebiasaan membaca.
Bobot perlombaan pun semakin berkelas berkat kehadiran juri yang kompeten di bidangnya. TP PKK Kota Bitung mendelegasikan Sekretaris Pokja II, Ny. Herlia S.M. Tumengkol-Kaunang, S.IP., untuk duduk di kursi penjurian bersama deretan senator kebudayaan dan literasi lainnya.
Tim juri menerapkan standardisasi penilaian yang ketat dan objektif demi melahirkan pemenang berkualitas.
Adapun indikator penilaian utama meliputi penguasaan materi, teknik kelancaran bertutur, keselarasan ekspresi dan penghayatan, penggunaan alat peraga pendukung, hingga kemampuan kontestan dalam mentransfer pesan cerita kepada audiens.
Setelah melalui proses kurasi dan rekapitulasi nilai yang alot pasca-penampilan seluruh peserta, dewan juri akhirnya mengumumkan daftar pemenang.
SDN Manembo-nembo keluar sebagai Juara I, disusul oleh SD GMIM 2 Madidir di posisi Juara II, dan SDN Inpres 3/77 Papusungan yang mengamankan predikat Juara III.
Sementara itu, untuk kategori penghargaan juara harapan juga berlangsung sengit.
Posisi Harapan I berhasil diraih oleh SDN 1 Bitung, disusul oleh SDN Matuari sebagai Harapan II, dan ditutup oleh SDN Inpres 3/77 Danowudu yang membawa pulang piala Harapan III.
Panitia menegaskan bahwa seluruh partisipan yang terlibat, baik yang menang maupun belum beruntung, layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya.
Keberanian dan kreativitas yang mereka tunjukkan menjadi indikator kuat bahwa iklim budaya literasi di Kota Bitung tengah tumbuh ke arah yang positif.
Melalui keberhasilan acara ini, Dinas Perpustakaan bersama TP PKK Kota Bitung berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan program ini di masa depan.
Sinergi kuat antara sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah diharapkan terus terjaga demi mencetak generasi muda Bitung yang cerdas, kritis, mencintai kearifan lokal, serta siap menjadi duta literasi masa depan. (kiti)



















