Alat Negara di duga dirampok! nama mantan Kabid Ketahanan Pangan Sumut ikut terseret

- Editor

Senin, 9 Maret 2026 - 06:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang | TribuneIndonesia.com–Bau  menyengat  skandal kembali menguak dari sektor pertanian di Sumatera Utara. Sebuah dugaan penyalahgunaan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian RI kini menyeret nama mantan pejabat penting di lingkungan Dinas Pertanian berinisial J Kasus ini bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi diduga kuat menyangkut penguasaan aset negara yang seharusnya menjadi penopang kehidupan petani.

Dugaan ini mencuat setelah Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Penulis Berita Media Indonesia (DPW P2BMI) Sumatera Utara secara resmi melayangkan dengan Nomor surat:0133/ DPW P2BMI/III/2026 surat pengaduan masyarakat (Dumas) kepada Kejaksaan Negeri Deli Serdang pada 9 Maret 2026.

Dalam surat tersebut, tim investigasi P2BMI mengungkap sejumlah fakta yang mengundang tanda tanya besar sekaligus kekhawatiran publik.

Berdasarkan hasil konfirmasi tim investigasi, bantuan alsintan berupa Combine Harvester dan TR4 sebelumnya diajukan oleh Ketua Kelompok Tani Rukun Sena bernama Kademen. Permohonan bantuan tersebut diketahui diproses melalui PPL Kecamatan Batang Kuis dan diduga dibantu pengurusannya oleh seorang bernama Jueni alias Jue, yang saat itu menjabat sebagai Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Sumatera Utara sekitar September 2024.

Namun kenyataan di lapangan justru memunculkan fakta yang membuat bulu kuduk merinding.

Setelah alat tersebut diserahkan atas nama kelompok tani Rukun Sena, para petani justru mengaku tidak pernah merasakan manfaat dari alsintan tersebut. Mesin yang seharusnya membantu mereka mengolah sawah dan memanen hasil pertanian justru diduga berpindah tangan.

Bahkan menurut keterangan petani, alat tersebut kini berada dalam penguasaan pihak lain tanpa prosedur yang jelas.

Tim investigasi P2BMI juga mengaku telah mencoba mengonfirmasi langsung kepada Jueni alias Jue melalui sambungan telepon. Namun hingga kini belum ada penjelasan yang terang terkait bagaimana alsintan tersebut bisa berada dalam penguasaannya.

Lebih mengejutkan lagi, ketika tim berkomunikasi dengan Ketua PPL Kecamatan Batang Kuis bermarga Sitorus, ia membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun saat ditanya mengapa alat yang seharusnya milik kelompok tani bisa dikuasai oleh pihak tertentu, jawaban yang diberikan justru terkesan tertutup.

Baca Juga:  Dekatkan Layanan Pajak, Bapenda dan Kecamatan Maesa Buka Pelayanan Langsung Dua Hari

Situasi ini semakin mempertebal dugaan adanya sesuatu yang tidak beres.

P2BMI juga melakukan koordinasi langsung dengan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang. Dalam pertemuan tersebut, seorang pejabat fungsional bernama Ibu Lidia membenarkan bahwa alsintan tersebut memang diperuntukkan bagi Kelompok Tani Rukun Sena.

Bahkan menurutnya, berita acara serah terima alat juga ada di Dinas Pertanian Deli Serdang.

Namun ketika tim menanyakan mengapa alat tersebut justru berada dalam penguasaan pihak lain yang bukan kelompok tani penerima, jawaban yang muncul justru semakin membingungkan.

Pihak dinas mengaku tidak mampu memberikan penjelasan pasti.

Kasus ini tidak bisa dipandang remeh. Alsintan yang berasal dari bantuan pemerintah merupakan aset negara yang dibiayai dari uang rakyat. Jika benar alat tersebut berpindah tangan tanpa prosedur yang sah, maka potensi kerugian negara bukanlah hal yang mustahil.

Karena itulah DPW P2BMI Sumatera Utara secara resmi meminta Kejaksaan Negeri Deli Serdang turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh.

“Jika ditemukan pelanggaran serius dalam dugaan penyalahgunaan alsintan tersebut, kami berharap aparat penegak hukum dapat menegakkan hukum terhadap siapa pun yang terlibat, P2BMI Sumut akan melakukan Investigasi menyeluruh terkait semua Alsintan yang pernah di salurkan oleh Dinas Pertanian Sumatra Utara tulis tim investigasi P2BMI dalam surat pengaduannya.

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam. Jika dugaan tersebut terbukti, maka bukan hanya sekadar penyalahgunaan bantuan, tetapi bisa menjadi skandal besar yang mengguncang sektor pertanian di Sumatera Utara.

Petani yang selama ini berharap pada bantuan negara justru bisa saja menjadi korban permainan oknum.

Kini publik menunggu langkah tegas aparat penegak hukum.

Karena ketika alat negara diduga dirampok, yang dipertaruhkan bukan hanya mesin pertanian—

tetapi kepercayaan rakyat terhadap negara.

Ilham Gondrong

 

Berita Terkait

PKB Langsa Bidik “Pecah Telur” di DPRK, Perempuan Bangsa Perkuat Barisan
KETUA TP-PKK TANJAB BARAT DORONG INOVASI DAN PENGUATAN 10 PROGRAM POKOK PKK, SIAPKAN LANGKAH STRATEGIS MENUJU 2027
RESES MASA SIDANG I 2026–2027, JAMAL DARMAWAN SIE SERAP ASPIRASI WARGA TUNGKAL I, SINERGI LEGISLATIF DAN PEMERINTAH JADI SOROTAN
Indra BN didaulat Pimpin SMSI Kabupaten Simeulue Periode 2026 – 2029.
Diduga Catut Nama Anak Sebagai Anak Didik TK Swasta Telege Cerek di Aceh Tengah Disorot
RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut
Kajari Simeulue Terima Tahap II, 5 Tersangka Korupsi Jalan Simpang Air Dingin-Labuhan Bajau Rp7,6 Miliar Resmi Ditahan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 03:18

Bagi-bagi Brosur Imbauan, Satlantas Polres Bireuen Tingkatkan Ketertiban Masyarakat dalam Berlalu Lintas

Kamis, 5 November 2026 - 03:07

Tragedi Penembakan di Tiro, Mantan Tokoh GAM Eropa Desak Presiden Prabowo Turun Tangan Selamatkan Perdamaian Aceh

Kamis, 5 November 2026 - 01:18

Kopi Kamtibmas: Cara Polsek Jangka Rangkul Para Keuchik Jaga Kondusifitas Gampong

Rabu, 4 November 2026 - 13:37

Revolusi Garam Bireuen: KKP Pasok 50 Dapur Modern, Produksi Melejit hingga 300 Persen!

Rabu, 4 November 2026 - 12:06

PT Jasa Raharja (Persero ) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta bersama Satlantas Jakarta Utara Perkuat Kampanye Keselamatan di Dua Titik Rawan Kecelakaan

Rabu, 4 November 2026 - 12:04

Kurang dari 24 Jam, Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Truk Molen di Bekasi

Rabu, 4 November 2026 - 06:54

Jelang 7 November 2026 Pilkades Serentak Warga Agara Sangat Antusias

Rabu, 4 November 2026 - 06:51

H. Ali Amran Komit Tak Main Uang Di Pilkades Kota Kutacane

Berita Terbaru

Perusahaan, Perkebunan dan Peternakan

Menuju Rumah Sakit Rujukan Aceh, RSUCM Langsa Benahi Fasilitas Medis dan Pelayanan Spiritual

Kamis, 5 Nov 2026 - 04:49