
TRIBUNEINDONESIA.COM | ACEH TENGGARA — Di tengah suasana pascabencana yang masih menyisakan duka, secercah harapan hadir di Desa Buntul Kendawi, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS bersama jajaran Polres Aceh Tenggara menggelar kegiatan trauma healing untuk membantu pemulihan psikologis warga, khususnya anak-anak terdampak banjir, Sabtu (14/02/2026).
Kegiatan bertema “Pulih Bersama, Bangkit Perkasa: Cahaya Ceria di Jantung Darul Hasanah” ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat sekaligus wujud nyata pendekatan humanis Polri. Tidak sekadar hadir sebagai aparat penegak hukum, para mahasiswa STIK dan personel kepolisian tampil sebagai sahabat dan penguat bagi masyarakat yang sedang bangkit dari keterpurukan.
Sejak pagi, suasana desa yang sebelumnya muram berubah menjadi penuh warna. Anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif, mulai dari permainan kelompok, dongeng motivasi, ice breaking, hingga pembagian hadiah. Gelak tawa pun kembali terdengar, menghapus perlahan bayang-bayang trauma yang sempat menyelimuti.
Perwakilan mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS, Iptu Hendriko, menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing memiliki peran penting dalam memulihkan rasa aman dan percaya diri anak-anak.
“Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak merasa sendiri. Pemulihan mental sama pentingnya dengan pemulihan fisik pascabencana. Semoga kegiatan ini menjadi energi positif agar masyarakat bisa kembali bangkit dengan optimisme,” ujarnya.
Selain menyasar anak-anak, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog dan silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat. Interaksi hangat yang terbangun memperkuat sinergitas serta menumbuhkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Warga Desa Buntul Kendawi menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengaku terharu atas kepedulian yang diberikan, terlebih karena perhatian tidak hanya difokuskan pada bantuan materiil, tetapi juga pada aspek psikologis yang sering terabaikan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi dan sentuhan kemanusiaan. Dari Darul Hasanah, semangat untuk pulih bersama dan bangkit lebih perkasa kini kembali menyala—menguatkan langkah masyarakat menuju hari esok yang lebih baik.***









