Cahaya Ampunan Menyambut Ramadan

- Editor

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ilham Gondrong

TribuneIndonesia.Com-Umat Islam di seluruh dunia kembali bersiap menyambut bulan yang paling dinanti, bulan yang penuh keberkahan, ampunan, dan limpahan rahmat dari Allah SWT. Dari dua belas bulan dalam satu tahun, Ramadan hadir sebagai bulan istimewa yang kedudukannya begitu agung di sisi Sang Pencipta. Bulan ini bukan sekadar pergantian waktu dalam kalender hijriah, tetapi menjadi momen spiritual yang menggugah jiwa, membersihkan hati, serta menguatkan keimanan setiap insan yang beriman dan bertakwa.

Ramadan dikenal sebagai bulan maghfirah, bulan pengampunan dosa. Pada bulan inilah pintu-pintu rahmat dibuka selebar-lebarnya, doa-doa diijabah, rezeki dilapangkan, serta pahala amal kebaikan dilipatgandakan. Setiap ibadah yang dilakukan memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan bulan-bulan lainnya. Sholat, sedekah, membaca Al-Qur’an, zikir, hingga senyum kepada sesama bernilai ibadah yang tak terhingga ganjarannya di sisi Allah SWT.

Suasana Ramadan selalu membawa nuansa berbeda. Masjid-masjid menjadi lebih hidup, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar di berbagai penjuru, dan tangan-tangan umat beriman ringan untuk berbagi.

Semangat bersedekah tumbuh subur, kepedulian sosial meningkat, serta rasa persaudaraan semakin erat. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menahan diri dari segala yang dapat merusak pahala, sekaligus memperbanyak amal kebajikan.

Puasa yang diwajibkan di bulan Ramadan mengajarkan makna kesabaran, keikhlasan, serta ketundukan total kepada perintah Allah SWT. Dalam keadaan lapar dan haus, manusia diajak merenungi nikmat yang sering terlupakan. Dari sinilah tumbuh rasa empati terhadap sesama, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan. Ramadan membentuk pribadi yang lebih lembut hatinya, lebih peka terhadap penderitaan orang lain, dan lebih dekat kepada Tuhannya.

Baca Juga:  Refleksi HUT ke-80 RI: Harapan Baru Untuk Kota Langsa

Tak hanya itu, malam-malam Ramadan juga menyimpan kemuliaan luar biasa. Di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam penuh kemuliaan ini menjadi harapan setiap mukmin untuk meraih ampunan dan keberkahan yang tak terhingga. Karena itu, umat Islam berlomba-lomba menghidupkan malam Ramadan dengan salat malam, doa, dan tilawah Al-Qur’an.

Dalam hitungan hari, bulan suci ini akan kembali menyapa. Persiapan bukan hanya soal fisik, tetapi juga hati dan niat. Membersihkan diri dari dosa, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta menata niat agar setiap ibadah dilakukan semata-mata karena Allah SWT menjadi bekal penting menyambut Ramadan. Momen ini adalah kesempatan emas yang belum tentu datang kembali pada tahun berikutnya.

Ramadan ibarat hujan rahmat yang menyirami bumi, menerangi alam dengan cahaya keimanan. Siapa yang memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh, ia akan keluar sebagai pribadi yang lebih bersih, lebih kuat imannya, dan lebih dekat dengan ridha Allah SWT. Inilah bulan pendidikan rohani, bulan pembentukan karakter, sekaligus bulan kemenangan bagi orang-orang yang beriman.

Mari sambut Ramadan dengan hati yang lapang, tekad yang kuat, dan semangat memperbanyak amal saleh. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan meraih maghfirah Allah SWT di bulan yang suci ini.

TribuneIndonesia

Berita Terkait

Infrastuktur maju, daerah tumbuh. Pemimpin dituntut fokus, transparan, dan konsisten
Seruan Aksi Menguat, Mahasiswa Kepung DLH Deli Serdang, Gaungkan #ReformasiPolri
Dari Keraguan ke Kepercayaan: Suara Warga Mengantar RSU Cut Mutia Menjadi Pilihan Utama di Langsa
Menjaga Marwah Profesi: Jurnalis Harus Tepat Memahami Istilah dan Fungsi Kerja
Memahami Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler: Pilar Penting Pendidikan di Sekolah
Polri di bawah Presiden menguatkan hati, pikiran, dan kerja
Hati-Hati pada Senyum yang Terlalu Manis
Pengawasan yang Disalahpahami: Antara Gudang BNPB dan Marwah Wakil Rakyat di Bireuen
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:24

​Cegah Human Trafficking, Tim Resmob Polda Sulut Amankan Tiga Warga Bitung di Bandara

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:10

Putusan Komisi Informasi Akhiri Sengketa Desa Malintang Jae, Hak Warga Atas Dokumen Publik Dikabulkan

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:49

​Kejari Bitung Gelar Rapat Koordinasi PAKEM, Perkuat Pengawasan Aliran Kepercayaan

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:12

​Waspada! Buaya 6 Meter Muncul di Perairan Dermaga Bimoli Bitung

Selasa, 10 Februari 2026 - 07:38

Pelindo Bitung Targetkan Layanan ‘Rasa Bandara’, GM James David: Wartawan Adalah Konsultan Terbaik Kami

Selasa, 10 Februari 2026 - 07:13

HRD Serap Aspirasi Terkait Penanganan Bencana dan Pererat Silaturrahmi Dengan Media

Selasa, 10 Februari 2026 - 06:14

Kejari Bireuen Musnahkan Ribuan Bukti/ Sitaan Tindak Pidana Umum

Senin, 9 Februari 2026 - 23:21

Pangkormar Hadiri Rapim TNI-Polri 2026, Perkuat Sinergi di Bawah Arahan Presiden

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Cahaya Ampunan Menyambut Ramadan

Rabu, 11 Feb 2026 - 03:05