Oleh: Ilham Gondrong
TribuneIndonesia.Com-Umat Islam di seluruh dunia kembali bersiap menyambut bulan yang paling dinanti, bulan yang penuh keberkahan, ampunan, dan limpahan rahmat dari Allah SWT. Dari dua belas bulan dalam satu tahun, Ramadan hadir sebagai bulan istimewa yang kedudukannya begitu agung di sisi Sang Pencipta. Bulan ini bukan sekadar pergantian waktu dalam kalender hijriah, tetapi menjadi momen spiritual yang menggugah jiwa, membersihkan hati, serta menguatkan keimanan setiap insan yang beriman dan bertakwa.
Ramadan dikenal sebagai bulan maghfirah, bulan pengampunan dosa. Pada bulan inilah pintu-pintu rahmat dibuka selebar-lebarnya, doa-doa diijabah, rezeki dilapangkan, serta pahala amal kebaikan dilipatgandakan. Setiap ibadah yang dilakukan memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan bulan-bulan lainnya. Sholat, sedekah, membaca Al-Qur’an, zikir, hingga senyum kepada sesama bernilai ibadah yang tak terhingga ganjarannya di sisi Allah SWT.
Suasana Ramadan selalu membawa nuansa berbeda. Masjid-masjid menjadi lebih hidup, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar di berbagai penjuru, dan tangan-tangan umat beriman ringan untuk berbagi.
Semangat bersedekah tumbuh subur, kepedulian sosial meningkat, serta rasa persaudaraan semakin erat. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menahan diri dari segala yang dapat merusak pahala, sekaligus memperbanyak amal kebajikan.
Puasa yang diwajibkan di bulan Ramadan mengajarkan makna kesabaran, keikhlasan, serta ketundukan total kepada perintah Allah SWT. Dalam keadaan lapar dan haus, manusia diajak merenungi nikmat yang sering terlupakan. Dari sinilah tumbuh rasa empati terhadap sesama, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan. Ramadan membentuk pribadi yang lebih lembut hatinya, lebih peka terhadap penderitaan orang lain, dan lebih dekat kepada Tuhannya.
Tak hanya itu, malam-malam Ramadan juga menyimpan kemuliaan luar biasa. Di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam penuh kemuliaan ini menjadi harapan setiap mukmin untuk meraih ampunan dan keberkahan yang tak terhingga. Karena itu, umat Islam berlomba-lomba menghidupkan malam Ramadan dengan salat malam, doa, dan tilawah Al-Qur’an.
Dalam hitungan hari, bulan suci ini akan kembali menyapa. Persiapan bukan hanya soal fisik, tetapi juga hati dan niat. Membersihkan diri dari dosa, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta menata niat agar setiap ibadah dilakukan semata-mata karena Allah SWT menjadi bekal penting menyambut Ramadan. Momen ini adalah kesempatan emas yang belum tentu datang kembali pada tahun berikutnya.
Ramadan ibarat hujan rahmat yang menyirami bumi, menerangi alam dengan cahaya keimanan. Siapa yang memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh, ia akan keluar sebagai pribadi yang lebih bersih, lebih kuat imannya, dan lebih dekat dengan ridha Allah SWT. Inilah bulan pendidikan rohani, bulan pembentukan karakter, sekaligus bulan kemenangan bagi orang-orang yang beriman.
Mari sambut Ramadan dengan hati yang lapang, tekad yang kuat, dan semangat memperbanyak amal saleh. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan meraih maghfirah Allah SWT di bulan yang suci ini.
TribuneIndonesia













