Manuver Politik di Tengah Krisis: Analisis Reputasi Ruslan Daud dalam Pemulihan Pascabencana Bireuen

- Editor

Senin, 9 Februari 2026 - 17:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen, Aceh | TribuneIndonesia.com 

Pascabanjir besar yang melanda Kabupaten Bireuen, fokus publik seharusnya tertuju pada rehabilitasi struktural, pemulihan sosial-ekonomi, dan mitigasi risiko bencana jangka panjang. Namun, dinamika politik yang muncul di tingkat nasional dan lokal menimbulkan ketegangan yang signifikan. Salah satu sorotan utama jatuh pada anggota DPR RI Komisi V, H. Ruslan M. Daud, yang langkah-langkahnya dalam menanggapi bencana dinilai oleh sejumlah pihak tidak sejalan dengan kebutuhan lapangan dan mengganggu koordinasi pemulihan.

Polemik menguat setelah Ruslan Daud mengirim surat kritik kepada Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR RI, yang dipimpin oleh Prof. Sufmi Dasco Ahmad. Langkah ini memicu reaksi beragam, terutama dari tokoh masyarakat lokal, relawan kebencanaan, dan pejabat pemerintah kabupaten yang terlibat langsung dalam penanganan darurat dan pemulihan pascabencana. Surat kritik tersebut, menurut pengamat dan relawan, menonjolkan aspek konfrontatif dan politis, dibandingkan mendorong kerja kebijakan nyata dan solusi yang berkelanjutan.

Kritik dari Tokoh Lokal dan Relawan

Keuchik Pante Baro Kumbang, Marwan, menilai pendekatan Ruslan Daud menggeser fokus dari kebutuhan mendesak masyarakat menjadi manuver narasi politik. “Dalam kondisi krisis, masyarakat membutuhkan koordinasi efektif, kehadiran solusi nyata, dan kepemimpinan yang menenangkan. Pernyataan yang justru memicu konflik opini publik berpotensi melemahkan konsensus sosial yang sangat dibutuhkan,” ujar Marwan.

Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas yang melakukan pemantauan di 17 kecamatan menemukan bahwa aktivitas politik Ruslan Daud lebih terlihat pada simbolisme dan pencitraan publik, sementara kontribusi pada percepatan pembangunan hunian tetap, rehabilitasi ekonomi warga, dan mitigasi risiko banjir kurang terlihat. Temuan ini menegaskan ketimpangan antara visibilitas politik dan dampak nyata di lapangan.

Kritik Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas

Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, menegaskan bahwa publik melihat pola komunikasi Ruslan Daud sebagai praktik politik tidak sehat, menyerupai manuver ala “mafia politik”—tertutup, memanfaatkan konflik narasi, dan minim akuntabilitas. Menurut Arizal, kritik tersebut bukan tuduhan hukum, melainkan penilaian rasional atas dampak sosial-politik dari tindakan seorang wakil rakyat.

“Yang dipersoalkan masyarakat bukan hak kritik, tetapi cara dan timing. Bencana tidak boleh dijadikan arena kompetisi politik. Pola komunikasi yang seperti ini berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi, memecah fokus pemulihan, dan mengaburkan prioritas kebijakan,” tambah Arizal.

Analisis Persepsi Publik

Survei persepsi publik yang dilakukan relawan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat menilai aktivitas Ruslan Daud lebih menonjol pada pencitraan, sementara dampak nyata terhadap hunian tetap, pemulihan mata pencaharian, dan mitigasi banjir masih minim. Responden mencatat bahwa pendekatan ini mengaburkan prioritas kebijakan, yang berdampak pada kepercayaan terhadap wakil rakyat dan legitimasi representatif di tingkat lokal.

Baca Juga:  Bupati Iskandar Farlaky Terus Turun ke Lapangan, Warga: Bangga Jadi Orang Aceh Timur

Beberapa pengamat menyoroti bahwa konsekuensi reputasional bagi Ruslan Daud kini menjadi signifikan. Polarisasi opini publik, persepsi konfrontatif, dan dominasi narasi simbolik membuat posisi politiknya semakin sulit dipertahankan di ruang publik, khususnya di media nasional dan platform digital yang mengikuti dinamika pascabencana.

Risiko Sosial dan Politik

Bireuen berada pada persimpangan sensitif: pemulihan pascabencana berlangsung bersamaan dengan dinamika politik lokal pascapemilihan. Dalam konteks ini, setiap pernyataan pejabat publik memiliki efek pengganda terhadap stabilitas sosial. Pengamat menekankan bahwa politisasi bencana—baik disengaja maupun tidak—dapat memperpanjang konflik persepsi, mengurangi efektivitas koordinasi lembaga, dan menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan.

“Krisis menuntut kepemimpinan yang menenangkan dan berbasis data. Ketika komunikasi politik tidak terkalibrasi, biaya sosialnya ditanggung masyarakat terdampak,” kata seorang akademisi Aceh.

Isu Tambahan: Akuntabilitas Program Bantuan

Selain kritik komunikasi, masyarakat juga menyoroti beberapa isu lain, termasuk dugaan konflik kepentingan dalam program bantuan pertanian dan masalah kualitas rumah rehabilitasi. Meskipun isu-isu ini belum menjadi putusan hukum, publik menekankan kebutuhan audit independen, klarifikasi terbuka, dan mekanisme akuntabilitas yang transparan. Arizal Mahdi menegaskan bahwa tuntutan ini bukan untuk menjatuhkan individu, melainkan untuk memulihkan kepercayaan dan memastikan kebijakan publik efektif.

Dampak Jangka Panjang pada Kepercayaan Publik

Ketika bencana alam dijadikan arena pertarungan politik, dampaknya terasa luas. Peneliti kebijakan publik menekankan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap institusi akan tergerus, apalagi ketika aktivitas politik terlihat lebih mengutamakan pencitraan dibandingkan penyelesaian masalah riil. Hal ini berpotensi menimbulkan apatisme publik dan memperlebar jurang kepercayaan antara warga dan wakil rakyat.

Ruang Klarifikasi

Hingga laporan ini disusun, Ruslan Daud belum memberikan tanggapan resmi tertulis atas kritik yang berkembang. Media tetap membuka ruang klarifikasi, namun persepsi publik telah terbentuk dan posisi reputasi Ruslan Daud berada di bawah pengawasan opini lokal, nasional, dan internasional.

Kesimpulan

Analisis ini menegaskan bahwa dalam tata kelola kebencanaan modern:

1. Kepemimpinan representatif diuji pada kemampuan menyatukan aktor, mempercepat kebijakan, dan mengurangi gesekan sosial.

2. Ketika pendekatan yang ditempuh tidak memenuhi kriteria tersebut, kritik publik menjadi konsekuensi logis dan rasional.

3. Persepsi publik yang mengaitkan tindakan politik dengan pola “mafia politik” menandai risiko reputasi serius bagi wakil rakyat, meskipun secara hukum belum ada dugaan pidana.

MH

Berita Terkait

Bank Aceh Syariah 53 Tahun Mengabdi. Dengan AMANAH kita berdiri, Dengan BERKAH kita akan terus TUMBUH , Bank Aceh Syariah, Mitra Ekonomi Umat.”
PSR Bukan Program Bagi-Bagi Lahan dan Tanpa Aturan. Petani Wajib Ikuti Mekanisme dan Regulasi Pemerintah
Pemerintah Aceh Jelaskan Posisi Bantuan Kementan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun
HUT RI KE-81, DINAS SYARIAT ISLAM SIMEULUE GELAR GOTONG ROYONG BERSIH-BERSIH KANTOR
BPBD SIMEULUE IMBAU MASYARAKAT WASPADA CUACA EKSTREM DAN GELOMBANG TINGGI
PEMKAB SIMEULUE GELAR RAKOR BBM, SEKDA MELALUI ASISTEN 2 PASTIKAN DISTRIBUSI TEPAT SASARAN
Diduga Karena Beda Pilihan Politik, 4 Perangkat Gampong Suka Jadi Kebun Ireng Dicopot, Abaikan Pesan Wali Kota Langsa
​Perkuat Sinergitas, Polres Bitung Gelar Tatap Muka dan Dialog Bersama Awak Media
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:02

Bank Aceh Syariah 53 Tahun Mengabdi. Dengan AMANAH kita berdiri, Dengan BERKAH kita akan terus TUMBUH , Bank Aceh Syariah, Mitra Ekonomi Umat.”

Kamis, 6 Agustus 2026 - 05:38

Memperingati HUT ke-53 Bank Aceh Syariah, Gelar Donor Darah target 153

Kamis, 6 Agustus 2026 - 04:37

TMMD 129 Kodim 0102/Pidie Hadirkan Ketahanan Pangan, Bangun Kandang Ayam, Kolam Lele dan Kebun Sayur

Kamis, 6 Agustus 2026 - 03:55

Lakukan Pemeliharaan Oprit Jembatan Batang Serangan, Hutama Karya Uji Coba Contraflow di KM 55 Tol Binjai–Langsa

Kamis, 6 Agustus 2026 - 03:18

Pemerintah Aceh Jelaskan Posisi Bantuan Kementan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun

Kamis, 6 Agustus 2026 - 03:14

HUT RI KE-81, DINAS SYARIAT ISLAM SIMEULUE GELAR GOTONG ROYONG BERSIH-BERSIH KANTOR

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:26

BPBD SIMEULUE IMBAU MASYARAKAT WASPADA CUACA EKSTREM DAN GELOMBANG TINGGI

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:01

PEMKAB SIMEULUE GELAR RAKOR BBM, SEKDA MELALUI ASISTEN 2 PASTIKAN DISTRIBUSI TEPAT SASARAN

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Langkah Panjang di Balik Perayaan

Kamis, 6 Agu 2026 - 06:18

Pemerintahan dan Berita Daerah

Bekala dan Jalan Panjang Pengembang

Kamis, 6 Agu 2026 - 04:33