Densus 88 Masuk Sekolah, Bentengi Pelajar dari Radikalisme dan Terorisme Sejak Dini
Beringin | TribuneIndonesia.com — Upaya pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme terus diperkuat hingga ke lingkungan pendidikan. Satuan Tugas Wilayah (Satgas Wil) Densus 88 Anti Teror Polri melalui Tim Preventif menggelar sosialisasi kepada para pelajar di UPT SPF SMP Negeri 1 Beringin, Rabu (28/1/2026), pukul 07.30–08.30 WIB.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pencegahan dini agar generasi muda tidak mudah terpapar ideologi kekerasan yang bertentangan dengan nilai Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sosialisasi disampaikan langsung oleh personel Tim Preventif Densus 88 Anti Teror, Teuku Ridwan dan Rizki. Keduanya memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya laten penyebaran paham radikal, terutama yang kini banyak menyusup melalui media sosial dan ruang digital yang dekat dengan kehidupan pelajar.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala UPT SPF SMPN 1 Beringin, Drs. Musimin, M.Si, didampingi Ketua Komite Sekolah Sunaryo serta Anggota Komite Junaidi Malik, S.H. Kehadiran unsur pimpinan sekolah dan komite menjadi penegasan dukungan penuh dunia pendidikan terhadap penguatan nilai toleransi, kebangsaan, dan perdamaian.
Dalam pemaparannya, Tim Preventif Densus 88 menekankan bahwa pelajar adalah generasi penerus bangsa yang memiliki peran strategis menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Para siswa diajak untuk menghargai perbedaan suku, agama, ras, dan budaya, serta menolak segala bentuk kekerasan dan ajaran yang mengarah pada perpecahan.
Generasi muda harus cerdas memilah informasi, tidak mudah terprovokasi, serta berani menolak ajakan yang mengarah pada kebencian dan kekerasan,” menjadi pesan utama dalam sosialisasi tersebut.
Para pelajar juga dibekali pemahaman tentang cara mengenali ciri-ciri narasi radikal di media sosial, pentingnya berpikir kritis, serta peran mereka sebagai agen perdamaian di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Materi disampaikan dengan pendekatan edukatif, dialogis, dan komunikatif yang disesuaikan dengan usia serta perkembangan psikologis peserta didik. Pendekatan ini dilakukan agar pesan dapat diterima dengan baik tanpa menimbulkan rasa takut atau stigma terhadap pelajar.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip perlindungan anak. Pelajar diposisikan sebagai subjek yang perlu diperkuat karakter, daya pikir kritis, serta nilai toleransi dan cinta damai dalam kehidupan sehari-hari.
Selain di SMPN 1 Beringin, sosialisasi serupa juga dilaksanakan di SMK Negeri 1 Pantai Labu. Di sekolah tersebut, kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri, IPDA Kunto Adi Wibowo, S.H., M.H., sebagai bentuk komitmen memperluas jangkauan edukasi pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di kalangan pelajar lintas jenjang.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui dialog dan sesi tanya jawab.
Para siswa tampak antusias, aktif mengajukan pertanyaan, serta menyampaikan pandangan mengenai peran generasi muda dalam menjaga keamanan, persatuan, dan keharmonisan di tengah keberagaman bangsa.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap sosialisasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Sinergi antara aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan terbebas dari pengaruh paham intoleran dan kekerasan.
Melalui langkah preventif yang menyentuh langsung pelajar, Densus 88 tidak hanya menjalankan fungsi penindakan, tetapi juga membangun benteng ideologi kebangsaan sejak dini di ruang-ruang pendidikan.
Ilham Gondrong












