Manado, Sulut|TribuneIndonesia.com
Tim Kesehatan Komando Daerah Maritim (Kodaeral) VIII bergerak cepat mengevakuasi seorang warga korban pemukulan dari Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, menuju Manado pada Minggu (25/01/26).
Insiden kekerasan yang menimpa korban tersebut dilaporkan dipicu oleh adanya kesalahpahaman antarwarga di wilayah perbatasan tersebut.
Atas instruksi Dankodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., melalui Kadiskes Kodaeral VIII, langkah darurat segera diambil guna memastikan keselamatan jiwa korban.
Sebelum diberangkatkan, korban telah mendapatkan penanganan medis awal secara intensif dari tim kesehatan di lokasi kejadian.
Mengingat luka-luka yang diderita memerlukan peralatan yang lebih memadai, diputuskan untuk merujuk korban ke Rumah Sakit Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado.
Proses pemindahan dilakukan menggunakan kapal penumpang komersial yang menempuh jalur laut dari Kepulauan Talaud dengan pengawasan ketat petugas medis.
Sinergi antara personel Kodaeral VIII dan otoritas terkait memastikan seluruh tahapan evakuasi berjalan sesuai prosedur keamanan yang berlaku.
Selama perjalanan laut yang cukup jauh tersebut, kondisi vital korban dilaporkan tetap dalam keadaan stabil.
Tim medis yang mendampingi terus melakukan pemantauan berkala guna mengantisipasi penurunan kondisi kesehatan sebelum tiba di fasilitas kesehatan rujukan pusat.
Setibanya di Manado, korban langsung dilarikan ke instalasi gawat darurat RS Prof. Dr. R. D. Kandou untuk mendapatkan perawatan spesialis lanjutan.
Langkah sigap dari jajaran Kodaeral VIII ini merupakan bentuk nyata respons cepat TNI AL dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat di wilayah kepulauan terluar. (Kiti)













