Buka Puasa Berujung Duka, Ibu Muda di Sunggal Hilang Bersama Balitanya

- Editor

Jumat, 13 Maret 2026 - 01:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang I TribuneIndonesia.com–Niat hati ingin berbuka puasa bersama kenalan baru dari media sosial, seorang ibu muda di Kecamatan Sunggal justru hilang tanpa kabar. Kepergian itu meninggalkan duka dan kecemasan mendalam bagi keluarga yang kini hanya bisa berharap keduanya segera ditemukan dengan selamat.

Riri Andini Maharani (18), warga Jalan Pringgan, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, dilaporkan menghilang setelah pergi bersama seorang pria yang baru dikenalnya melalui Facebook, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Yang membuat peristiwa ini semakin memilukan, Riri tidak pergi sendirian. Ia membawa serta putranya yang masih balita, Isha Alamahi (2). Hingga kini, keduanya belum diketahui keberadaannya.

Ayah Riri, Suparno (55), menceritakan detik-detik terakhir sebelum putrinya pergi dari rumah. Saat itu, seorang pria bernama Aldi Syahputra (20) datang menjemput Riri menggunakan sepeda motor Yamaha Mio untuk berbuka puasa bersama.

Menurut Suparno, pria tersebut sebelumnya sudah pernah datang ke rumah dan mengaku menyukai Riri.

“Awalnya dia datang bilang suka sama anak saya. Katanya dia tinggal di kos dekat Carrefour dan asalnya dari Rantau Prapat. Tak lama setelah itu dia mengajak anak saya buka puasa bersama sambil membawa cucu saya,” ujar Suparno dengan suara berat saat ditemui wartawan, Kamis (12/3/2026).

Karena mengira hanya pergi sebentar untuk berbuka puasa, keluarga pun tidak menaruh curiga dan mengizinkan Riri pergi. Namun waktu terus berlalu, malam berganti hari, hingga kini ibu muda yang sehari-hari berjualan sosis dan jajanan anak-anak itu tak kunjung kembali.

“Perginya sekitar jam enam sore. Kami pikir hanya sebentar. Tapi sampai sekarang tidak ada kabar sama sekali,” kata Suparno dengan wajah penuh kecemasan.

Kondisi semakin membuat keluarga panik karena saat pergi, Riri bahkan tidak membawa telepon genggam.

Baca Juga:  ACEH Polri terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat

“Yang bikin kami makin khawatir, dia pergi juga tidak membawa handphone,” tambahnya.

Suparno mengaku kini hanya bisa diliputi rasa cemas setiap waktu. Pikirannya tak pernah tenang membayangkan keberadaan putrinya dan cucunya yang masih sangat kecil.

Kecurigaan keluarga juga mulai muncul setelah mengingat beberapa hal janggal sebelum kejadian. Suparno mengatakan, pria tersebut sempat menawarkan sebuah jam tangan kepadanya. Tidak hanya itu, Aldi juga sempat berniat menjual sepeda motornya kepada dirinya.

“Saya tolak jamnya karena saya memang tidak suka pakai jam. Kalau sepeda motor, saya bilang nanti coba saya tawarkan. Tapi malah sekarang anak saya yang dibawa pergi,” ungkapnya lirih.

Suparno kemudian menjelaskan ciri-ciri pria yang membawa putrinya. Menurutnya, Aldi bertubuh agak kecil, berkulit hitam, dan memiliki rambut bagian depan yang diwarnai.

Sementara itu, saat terakhir kali terlihat, Riri mengenakan celana hitam, baju berwarna oranye, serta hijab hitam. Ia pergi sambil menggendong anaknya yang masih balita.

Keluarga menyebutkan bahwa Riri dan Aldi baru saling mengenal sekitar satu bulan melalui Facebook. Komunikasi keduanya kemudian berlanjut melalui WhatsApp hingga akhirnya mereka bertemu langsung.

Merasa sangat khawatir, keluarga akhirnya melaporkan peristiwa ini ke Polrestabes Medan setelah sebelumnya mendapat arahan dari Bhabinkamtibmas setempat.

Kini, harapan keluarga hanya satu, agar Riri dan putranya dapat segera ditemukan.

“Kami hanya ingin anak dan cucu kami kembali. Kami berharap mereka ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Suparno dengan mata berkaca-kaca.

keberadaan Riri Andini Maharani bersama balitanya masih belum diketahui. Keluarga kini menanti kabar baik, sementara pihak kepolisian diharapkan dapat segera menelusuri jejak keduanya sebelum kecemasan itu berubah menjadi duka yang lebih dalam.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan
BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal
Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 18 WNA dalam Sepekan, Diantaranya Terlibat Prostitusi
Rp1,27 Triliun di APBD Perubahan 2026, Wabup Raja Ampat Ajak Semua Pihak Kawal Pembangunan
TTI Desak LKPP Instruksikan Pengguna Anggaran Lengkapi Data Paket di SiRUP
APBD Perubahan Raja Ampat Tembus Rp1,27 Triliun, Belanja Naik Rp134 Miliar
Kebakaran Mengganas, Fraksi Demokrat Desak Bupati Siapkan Anggaran Tanggap Darurat
Bangun Ekosistem Rantai Pasok SPPG, Polda Metro Jaya Dorong Lapangan Kerja di Muara Gembong
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:33

Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan

Senin, 28 September 2026 - 15:29

BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal

Senin, 28 September 2026 - 14:25

Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 18 WNA dalam Sepekan, Diantaranya Terlibat Prostitusi

Senin, 28 September 2026 - 12:21

Tiga Aplikasi, Ujian Baru Perizinan

Senin, 28 September 2026 - 10:49

TTI Desak LKPP Instruksikan Pengguna Anggaran Lengkapi Data Paket di SiRUP

Senin, 28 September 2026 - 09:24

Ketika Sensasi Menggeser Etika: Geuchik Aron Geulumpang VII Disudutkan Berita Pungli Diduga Tanpa Konfirmasi

Senin, 28 September 2026 - 09:02

Bentuk Tim Asesmen Terpadu, BNN Denpasar Tekankan Penindakan Tegas dan Rehabilitasi Humanis

Senin, 28 September 2026 - 08:57

Saweu Keude Kopi, Kapolsek Idi Tunong Ajak Warga Waspadai Hoaks dan Narkoba

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Tiga Aplikasi, Ujian Baru Perizinan

Senin, 28 Sep 2026 - 12:21