Berharap pada Allah SWT, Tenang

- Editor

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Chaidir Toweren

TribuneIndonesia.com

Ada satu kenyataan hidup yang kerap berulang, namun sering diabaikan: bila kau berharap sepenuhnya pada manusia, maka bersiaplah untuk kecewa. Bukan karena semua manusia buruk, tetapi karena manusia pada dasarnya terbatas—oleh kepentingan, oleh kemampuan, oleh situasi, dan oleh perubahan hati. Sebaliknya, ketika harapan itu diletakkan kepada Allah SWT, di sanalah ketenangan menemukan rumahnya.

Manusia bisa berjanji hari ini dan mengingkari esok hari. Manusia bisa bersumpah setia saat keadaan lapang, lalu menghilang ketika keadaan sempit. Bahkan orang terdekat sekalipun—yang kita kira paling memahami—bisa saja menjadi sumber luka terdalam. Realitas ini bukan untuk menumbuhkan kebencian, melainkan untuk menumbuhkan kesadaran: manusia bukan tempat menggantungkan harapan tanpa batas.

Kita sering lupa bahwa manusia menolong karena mampu, peduli karena sempat, dan hadir karena kepentingan masih sejalan. Ketika kemampuan habis, waktu menyempit, atau kepentingan berubah, maka bantuan berhenti, kepedulian memudar, dan kehadiran pun menjauh. Di titik inilah kekecewaan lahir. Harapan yang terlalu tinggi kepada makhluk sering berakhir pada luka yang tidak perlu.

Islam sejak awal telah mengajarkan keseimbangan: berikhtiar melalui manusia, tetapi menggantungkan hasil hanya kepada Allah SWT. Allah tidak pernah ingkar janji. Allah tidak terikat oleh situasi dan tidak dibatasi oleh kekuatan apa pun. Ketika semua pintu tertutup, Allah mampu membuka jalan dari arah yang tidak pernah kita duga. Ketika semua orang berpaling, Allah tetap Maha Mendengar.

Berharap kepada Allah bukan berarti pasrah tanpa usaha. Justru sebaliknya, ia adalah puncak dari ikhtiar. Kita bekerja, berjuang, dan berdoa, lalu menyerahkan hasilnya kepada Dzat yang Maha Mengatur. Dengan cara ini, hati menjadi lebih lapang. Jika manusia membantu, kita bersyukur. Jika manusia mengecewakan, kita tidak hancur, karena sandaran utama kita tidak pernah goyah.

Baca Juga:  Wartawan Gelar Aksi Damai di Lapas Labuhan Ruku, Kalapas Sampaikan Permohonan Maaf dan Janji Pembenahan

Banyak orang jatuh bukan karena kegagalan, melainkan karena menggantungkan harapan pada manusia yang salah. Ketika jabatan diharap menyelamatkan, kekuasaan diharap melindungi, atau relasi diharap menjadi penentu hidup, maka kecewa hanya tinggal menunggu waktu. Jabatan bisa dicabut, kekuasaan bisa runtuh, dan relasi bisa berubah. Namun Allah SWT tetap kekal, tidak berkurang sedikit pun.

Berharap kepada Allah juga mendidik jiwa menjadi lebih ikhlas. Kita tidak lagi sibuk menghitung siapa yang berbuat baik atau siapa yang mengkhianati. Kita sadar bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari ujian dan pelajaran. Kebaikan manusia adalah titipan Allah, dan kekecewaan dari manusia pun adalah cara Allah menguatkan iman kita.

Dalam kehidupan sosial, kita tetap perlu berinteraksi, bekerja sama, dan saling menolong. Tetapi jangan pernah menjadikan manusia sebagai tumpuan akhir. Jadikan mereka sebagai perantara, bukan tujuan. Hati yang terlalu berharap pada manusia akan mudah patah. Sebaliknya, hati yang bergantung kepada Allah akan tetap tegak meski diterpa badai.

Ketika harapan kita lurus kepada Allah SWT, kegagalan tidak lagi terasa sebagai akhir, melainkan sebagai proses. Penolakan tidak lagi menjadi hinaan, melainkan perlindungan. Kehilangan tidak lagi sekadar duka, melainkan jalan menuju hikmah. Semua terasa lebih ringan karena kita yakin, Allah tidak pernah salah dalam memberi dan tidak pernah lalai dalam menjaga.

Maka, bila hari ini engkau kecewa oleh manusia, jangan larut dalam kemarahan. Jadikan itu pengingat lembut dari Allah agar engkau kembali meluruskan sandaran. Berharaplah kepada Allah SWT, karena hanya Dia yang tidak pernah mengecewakan hamba-Nya. Di sanalah ketenangan sejati bermula, dan di sanalah hati menemukan tempat pulang.

Berita Terkait

GRPK dan BBHAR Satukan Langkah Perkuat Advokasi Hukum, Bongkar Dugaan Persoalan Alsintan Kelompok Tani Rukun Sena
Banyak Desa di Aceh Tenggara Diduga Abaikan Kewajiban Publikasi APBDes, Bupati Diminta Bertindak Tegas
Baru Jadi Dirut PLN Lagi, Darmawan Prasodjo Langsung Bohongi Rakyat Soal Kebutuhan Batubara PLTU
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
Ir. Iskandar DPRA Semangati 7 Atlit Tarung Derajat Simeulue Lolos Pora
Dari Akademisi hingga Praktisi, Arief Martha Rahadyan Mendapat Apresiasi atas Kiprah dan Gagasannya
Babak Baru BPKP ACEH Resmi Mulai Audit Persoalan PT. Raja Marga
Kunjungan Takziah dan Penyaluran Santunan: Bukti Perhatian Pemerintah Gampong bagi Warga Berduka
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 13:59

​Angin Kencang Melanda, Petani di Sekitar Cagar Alam Duasudara Diminta Jaga Lahan dari Kobaran Api

Senin, 22 Juni 2026 - 13:38

​Gali Inovasi di PENAS XVII Gorontalo, Wali Kota Bitung Boyong Kontingen Jelajahi Stan Pameran

Senin, 22 Juni 2026 - 07:08

Jasa Raharja Gerak Cepat Berikan Jaminan Korban KecelakaanTol Jakarta-Cikampek

Senin, 22 Juni 2026 - 07:04

Bupati Bireuen Hadiri Wisuda Ummah, Lulusan Harus Siap Hadapi Era Digital Dan Anti Korupsi

Senin, 22 Juni 2026 - 05:30

​Kadis Kominfo Bitung Altin Tumengkol Genap 43 Tahun, Redaksi Tribuneindonesia Beri Apresiasi Atas Sinergitas Pers

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:07

Peduli Kesehatan Anak, Pegadaian Manado Buka Pendaftaran Khitanan Massal Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:39

Darma Baginda Tutup Usia

Minggu, 21 Juni 2026 - 05:58

​Dipimpin Kapolsek, Tim Resmob Aertembaga Ringkus 3 Spesialis Maling Mesin Perahu

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Perkuat Struktur Organisasi, 18 Pejabat Baru Dilantik

Senin, 22 Jun 2026 - 17:36

Pemerintahan dan Berita Daerah

Wabup Deli Serdang Tegaskan Dukungan Keberlanjutan Program MBG

Senin, 22 Jun 2026 - 17:21