Sambut Nataru, Desa Wisata Penglipuran Usung Pariwisata Hijau dan Suguhan Atraksi Budaya

- Editor

Minggu, 14 Desember 2025 - 05:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangli, Bali|Tribuneindonesia.com

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026, Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali, bersiap menyambut wisatawan dengan fokus pada konsep pariwisata hijau atau regeneratif, Minggu (14/12/25).

Selain komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, desa adat yang terkenal ini juga telah menyiapkan serangkaian atraksi budaya yang meriah untuk memanjakan pengunjung selama masa liburan akhir tahun.

Langkah ini diambil guna memberikan pengalaman berwisata yang unik sekaligus mempromosikan kekayaan tradisi lokal.

​Diketahui, Kepala Objek Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiasa, memaparkan rencana tersebut saat acara temu media di Warung Bendega, Renon, pada Sabtu (12/12).

Sumiasa menjelaskan bahwa salah satu daya tarik utama yang telah disiapkan adalah pertunjukan kolosal “Barong Macan”.

Atraksi ini akan melibatkan sekitar 15 barong yang dijadwalkan berjalan kaki dari area selatan desa hingga mencapai kawasan Hutan Bambu yang menjadi ciri khas Penglipuran.

Selain itu, sepanjang periode 28 Desember hingga 1 Januari, berbagai pertunjukan budaya lainnya akan dipentaskan secara berkesinambungan di area Hutan Bambu.

​Lebih dari sekadar menyaksikan pertunjukan, Penglipuran juga menyediakan paket-paket khusus untuk memperkaya pengalaman wisatawan. Sumiasa menyebutkan,

“Kami menyediakan paket menginap yang sangat spesial, serta ada juga paket wisata kuliner yang ditawarkan di Bamboo Cafe.”

Ia menambahkan bahwa para tamu yang datang ke Penglipuran seringkali memiliki keinginan untuk merasakan menjadi bagian dari masyarakat lokal, bahkan jika hanya “orang Bali sehari” dengan mengenakan busana adat.

Baca Juga:  Genjot Konektivitas dan Ekonomi Daerah, Wali Kota Bitung Resmikan Jalan Hanny Sondakh

​Menanggapi animo tersebut, pihak pengelola secara gratis menawarkan kesempatan bagi wisatawan untuk melihat langsung atraksi budaya yang rutin digelar setiap hari Sabtu dan Minggu.

“Kami berharap ketika mereka mau berpakaian adat Bali, mereka juga bisa melihat secara langsung atraksi budaya yang kita punya di Penglipuran,”

Imbuhnya, menekankan upaya untuk mengintegrasikan pengalaman budaya otentik dengan keinginan wisatawan.

​Meskipun menyajikan paket khusus, pengelola memastikan harga penginapan masih kompetitif, berkisar Rp375.000 per malam.

Namun, harga ini akan berbeda jika pengunjung mengambil paket tambahan, seperti makan malam di tengah jalan desa atau paket makan eksklusif di Hutan Bambu.

Hingga saat ini, sistem penjualan tiket masuk masih dioperasikan secara offline untuk memudahkan kontrol dan pengelolaan arus kunjungan.

​Terkait target kunjungan, Pengelola Optimistis mencapai peningkatan signifikan.

“Untuk kunjungan di tahun ini ditargetkan 2.000 per hari,”

kata Sumiasa. Ia juga mengungkapkan bahwa pada November lalu, total kunjungan sudah mencapai 826.000 orang.

Pihaknya optimis di akhir tahun 2025 ini, total wisatawan dapat menyentuh angka 900.000, dengan mayoritas didominasi oleh wisatawan domestik yang berasal dari wilayah Jawa, Jakarta, dan Kalimantan. (rls)

Berita Terkait

HUT RI ke-81, Panitia Tetapkan Pemenang Lomba Karya Foto dan Karya Tulis Jurnalistik Aceh Tengah–Bener Meriah
Proyek P3-TGAI Desa Kuning I Disorot, Plang Tak Terlihat dan TPM Diduga Membiarkan
Program Banyak, Guru Tertunda — Keadilan Harus Sampai ke Ujung Negeri
Komisi V DPRA Serahkan Bantuan, Dorong Solusi Hunian bagi Korban Kebakaran
Polres Aceh Tenggara Diminta Panggil dan Periksa Kades Kampung Baru, Terkait Dugaan Korupsi DD Tahun 2025
Eks Kombatan GAM Pidie Tegaskan Perdamaian Harus Dijaga, Masyarakat Diminta Waspadai Provokasi
HRD Dukung Terobosan Presiden Prabowo Hadirkan Infrastruktur Dasar bagi Masyarakat
HUT ke-81 RI, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gelar Hiburan Rakyat
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:11

Jangan Jadi Pemimpin Ambisius — Peradaban Bangsa Dibangun oleh Guru

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:51

Maju ke Listrik, Tetapi Jangan Hilangkan Minyak Sebelum Siap

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:49

Janji Manis Tanpa Bukti — Kesejahteraan Guru yang Selalu Ditunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:18

Transisi Energi: Yang Listrik Silakan, Yang Minyak Tetap Berjalan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:50

Jangan Paksa Rakyat Pilihan Kendaraan, Bangunlah Kemandirian dan Pilihan yang Adil

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:47

Bangunlah Transportasi Umum yang Memadai, Bukan Memaksa Rakyat Mengganti Kendaraan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:54

Kelangkaan Semen di Aceh, Pemerintah Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:25

Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter

Berita Terbaru