Bireuen | TribuneIndonesia.com
Antusiasme santri di Kabupaten Bireuen dalam mengikuti Seleksi Beasiswa Thalabah Berprestasi Hafalan Kitab dan Hadits Tahun Anggaran 2025 sangat tinggi. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, tercatat 1.098 santri dari berbagai dayah mendaftar untuk memperebutkan 138 kuota yang tersedia.
Program seleksi beasiswa ini akan memperebutkan total dana sebesar Rp278.200.000 yang dialokasikan melalui DPA Dinas Pendidikan Dayah bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2025.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, Anwar, S.Ag, M.A.P, kepada media pada Jumat (29/08/2025) di ruang kerjanya menyampaikan bahwa pendaftaran telah resmi ditutup pada 22 Agustus 2025 lalu, dan tahapan pelaksanaan seleksi direncanakan akan berlangsung pada September 2025.
Anwar menambahkan, proses seleksi akan dilakukan secara profesional dan transparan. Santri yang lolos nantinya akan melalui tahap ujian yang meliputi kemampuan hafalan kitab, pemahaman hadits, serta penguasaan ilmu-ilmu keislaman sesuai bidang masing-masing.
Dinas Pendidikan Dayah Bireuen akan melibatkan para ulama, pakar kitab kuning, dan akademisi dalam proses seleksi, untuk memastikan hasil yang objektif dan berkualitas.
Melalui program beasiswa ini, Pemkab Bireuen berharap dapat melahirkan generasi santri unggul yang tidak hanya cakap dalam hafalan, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai Islam.
“Semoga dari ajang ini lahir kader-kader ulama dan cendekiawan Islam yang membawa harum nama Bireuen sebagai kota santri, tingginya animo santri menunjukkan semangat luar biasa dalam mempelajari kitab kuning dan hadits. Kami akan melaksanakan seleksi secara transparan dan profesional agar beasiswa ini diberikan tepat sasaran, kepada santri yang benar-benar berprestasi dan layak,” ujar Anwar.
Sebanyak 1.098 santri yang mendaftar berasal dari berbagai dayah di Kabupaten Bireuen, sedangkan kuota hanya 138 penerima beasiswa. Dengan demikian, peluang lolos hanya sekitar 12,5%, menjadikan ajang ini sebagai salah satu kompetisi paling bergengsi dikalangan santri Bireuen tahun ini.
Beasiswa ini tentunya menyasar santri yang memiliki keunggulan dalam bidang hafalan kitab dan hadits, serta dikelompokkan dalam tiga marhalah seleksi, yakni Marhalah Ula, Marhalah Wustha, dan Marhalah Ulya. Penerima beasiswa nantinya akan mendapatkan apresiasi berupa dana bantuan pendidikan, sesuai kategori dan capaian kompetensi masing-masing.
Wakil Bupati Bireuen Ir.H.Razuardi, MT yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya program beasiswa ini.
“Pemerintah Kabupaten Bireuen berkomitmen mendukung penuh upaya peningkatan kualitas pendidikan dayah. Program beasiswa ini bukan hanya bentuk penghargaan bagi santri berprestasi, tetapi juga bagian dari ikhtiar kita mencetak generasi Qur’ani dan menjaga tradisi keilmuan Islam di Bireuen,” ujar Razuardi.
Razuardi juga berharap agar program ini mampu melahirkan santri-santri unggul yang kelak menjadi ulama dan cendekiawan, sekaligus membawa nama baik Kabupaten Bireuen sebagai pusat pendidikan dayah di Aceh.
Sementara Dinas Pendidikan Dayah memastikan proses seleksi akan dilakukan dengan standar profesional dan transparansi tinggi. Tim penguji terdiri dari para ulama, akademisi, dan pakar kitab kuning untuk memastikan objektivitas penilaian.
Berdasarkan data resmi dari Dinas Pendidikan Dayah Bireuen, pendaftaran beasiswa ini dibagi ke dalam tiga tingkatan (marhalah) dengan jumlah peserta yang membludak:
Marhalah Ula (Bidang Tauhid, Akhlak, dan Hadits Arbain)
Kuota tersedia: 61 santri
Pendaftar: 503 santri
Beasiswa per pemenang Rp1.200.000
Total beasiswa: Rp73.200.000
Marhalah Wustha (Bidang Tauhid, Fiqih, Tarikh, dan Tafsir)
Kuota tersedia: 52 santri
Pendaftar: 352 santri
Beasiswa per pemenang: Rp2.500.000
Total beasiswa: Rp130.000.000
Marhalah Ulya (Bidang Nahwu, Balaghah, dan Ulumul Hadits)
Kuota tersedia: 138 santri
Pendaftar: 243 santri
Beasiswa per pemenang: Rp3.000.000
Total beasiswa: Rp278.200.000
Dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bireuen, diharapkan ajang ini menjadi momentum penting untuk memotivasi santri meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat peran dayah sebagai pusat pengembangan ilmu-ilmu keislaman di Aceh.