Ambon- Maluku | TribuneIndonesia.com
Dengan Keterbatasan Sekolah yang seadanya Kondisi Sekolah Dasar Negeri 81 ( laha kaba) Maluku Tengah Mengalami rusak parah.14-08-2025.
Sekolah yang jauh dari pantauan pemerintah kini mengalami kerusakan akibat termakan usia kini di biarkan berdiri dan beraktifitas. kondisi ini sangat membuka mata kita terutama Pemda dan pihak dinas pendidikan untuk secepatnya mengambil langkah perbaikan.
Bangunan Sekolah Dasar Negeri 81 Maluku Tengah seakan di biarkan rusak oleh Pemda dan Dinas Pendidikan Maluku Tengah sehingga mengakibatkan Peserta Didik dan Guru kerap terganggu aktifitasnya dalam proses pembelajaran.
Hal ini kerap terjadi pada saat musim hujan, siswa mengalami basah srta mandi dikelas dlm menerima pelajaran akibat atap dan bangunan sekolah yg rusak.
Kerusakan Bangunan SD 81 berada pada seluruh bangunan sekolah serta perabot sekolah, Meja, Kursi,papan tulis, ventilasi serta jendelah sekolah mengalami kerusakan yang amat berat.
Kondisi ini menandakan bahwa Pihak PEMDA, DINAS PENDIDIKAN Maluku Tengah serta Kepala Sekolah SD 81 Tak mampuh untuk berbuat dan menghasilkan bangunan sekolah yang sesuai dengan standar Sekolah pada umumnya di Maluku Tengah.
Masyarakat sebagai pemerhati Pendidikan, Bung Ded w, Menilai Kondisi tersebut mencerminkan betapa lemahnya Perhatian Pemerintah Daerah Maluku Tengah terhadap sarana Pendidikan di daerah ini khususnya di Negeri Laha Kaba.
” saat ini semua konsentrasi siswa dan guru yang berada di musim hujan serta angin otomatis sangatlah terganggu apabila sekolah dengan kondisi dan keterbatasan yang rusak saat ini siswa pasti tak memperoleh pelajaran serta dapat di liburkan akibat hujan yg masuk k dalam ruang kelas” ungkapnya, kamis 13-08-2025.
Ia ” Berharap Kepada Pemerintah Daerah Maluku Tengah khususnya Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Serta DPRD melalui Komisi IV untuk sesegera mungkin menindaklanjuti persoalan ini, Dan dimintakan Kepada Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tengah untuk melakukan Mutasi bagi Kepala sekolah SD 81 yang tak berkompeten serta lalai dalam memimpin.
penulis Arba.