Kapolres Aceh Tengah Serukan Perang Terhadap Tindakan Asusila: “Jangan Biarkan Moral Bangsa Hancur!”

- Editor

Minggu, 27 Juli 2025 - 07:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKENGON | TribuneIndonesia.com

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taupif, S.I.K., M.H., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan mengambil peran aktif dalam memerangi tindakan asusila yang dinilainya semakin meresahkan. Seruan tersebut disampaikan dalam apel himbauan moral bertajuk “Lawan, Perangi, dan Jangan Biarkan Asusila Merajalela di Bumi Indonesia”, yang digelar di halaman Mapolres Aceh Tengah, Sabtu (26/7/2025).

Dalam pidatonya, Kapolres menegaskan bahwa kejahatan asusila tidak hanya melanggar norma agama dan budaya, tetapi juga merusak moral serta masa depan generasi penerus bangsa.

 “Tindakan asusila adalah kejahatan moral yang menggerogoti sendi-sendi sosial masyarakat. Ini bukan semata tugas polisi, tapi tanggung jawab kita bersama — tokoh agama, tokoh adat, pendidik, orang tua, hingga pemuda. Mari kita lawan bersama,” tegas Kapolres.

AKBP Taupif juga menyoroti pentingnya peran keluarga dan pendidikan dalam membentengi generasi muda dari paparan negatif, terutama di era digital yang kian terbuka.

Baca Juga:  Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-79, Kapolda Sulteng Tegaskan Komitmen Polri untuk Masyarakat

Ia menambahkan, Polres Aceh Tengah berkomitmen untuk memperkuat patroli siber, mengintensifkan penyuluhan hukum di sekolah-sekolah, serta membuka layanan konsultasi dan pendampingan bagi korban kekerasan seksual.

Seruan moral tersebut mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat yang hadir, termasuk tokoh agama dan organisasi kepemudaan.

 “Ini panggilan nurani untuk kita semua. Kami siap bersinergi demi menyelamatkan moral anak bangsa dari kehancuran,” ungkap salah satu tokoh pemuda Takengon yang turut hadir.

Acara ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama lintas elemen masyarakat sebagai bentuk keseriusan dalam upaya pemberantasan tindakan asusila di wilayah Aceh Tengah.

(dian aksara | tribuneindonesia.com)

Berita Terkait

Tahura Raja Ampat di Pusat Waisai Disorot, Warga Minta Pemda Serius Benahi Kebersihan
Bom Ikan Kembali Marak, Patroli KODAERAL XIV Sorong Dipertanyakan Masyarakat Raja Ampat
Darurat Bom Ikan di Raja Ampat, Tozie Saleo Tantang BLUD Libatkan 117 Kampung Jadi Mata dan Telinga Laut
Polda Bali-UNDSS Perkuat Kemitraan, Keamanan Bali dan Kelestarian Lingkungan Jadi Perhatian Bersama
Pengawasan Kawasan Konservasi Raja Ampat Disorot, Tokoh Pemuda Dorong Masyarakat Adat Dilibatkan
Kapolres Bireuen Hadiri Donor Darah Milan KE-60 KAHMI
Perkuat Fasilitas Kesehatan, Pangdam IX/Udayana Resmikan Ruang Rawat Inap Sandat Rumkit Tk. II Udayana
DPRK dan Polres Raja Ampat Perkuat Sinergitas, Taufik Sarasa: Kerja Sama Harus Berdampak bagi Masyarakat
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:46

Tahura Raja Ampat di Pusat Waisai Disorot, Warga Minta Pemda Serius Benahi Kebersihan

Kamis, 17 September 2026 - 15:48

Diseminasi Hasil Penelitian, Bupati Bireuen Tekankan Pentingnya Riset dalam Kebijakan Pembangunan

Kamis, 17 September 2026 - 15:35

Bom Ikan Kembali Marak, Patroli KODAERAL XIV Sorong Dipertanyakan Masyarakat Raja Ampat

Kamis, 17 September 2026 - 15:01

Pertandingan Open Tournament Bola Basket Piala Panglima TNI 2026 di Hari Ke-5 

Kamis, 17 September 2026 - 14:55

PINTER Serahkan 1.000 PJU TS untuk Pegunungan Arfak, Buka Kolaborasi Investasi Daerah

Kamis, 17 September 2026 - 14:48

Serunya Sudaryono Makan MBG Bareng Siswa di Kupang

Kamis, 17 September 2026 - 10:39

Darurat Bom Ikan di Raja Ampat, Tozie Saleo Tantang BLUD Libatkan 117 Kampung Jadi Mata dan Telinga Laut

Kamis, 17 September 2026 - 09:08

Dulu Hanya Duduk Menyaksikan Pendeta Berkhotbah, kini Ia Berdiri Di Mimbar Yang Sama.”

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x