Lahan Dayah Bustanul Mu’arif Diduga Ikut Terjual, Siapa Yang Bertanggung Jawab

- Editor

Sabtu, 26 Juli 2025 - 02:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa | TribuneIndonesia.com

Lahan perkebunan milik Dayah Bustanul Mu’arif yang berada di dusun Alue Jeruk, Gampong Alue Tuwi, Kecamatan Rantau Seulamat, Kabupaten Aceh Timur diduga ikut terjual oleh oknum Kepala Desa setempat.

Pimpinan Dayah Bustanul Mu’arif, Waled Khaled merasa kecewa atas perbuatan yang dilakukan kepala Desa (Geuchik-Red) yang telah dijual lahan milik mereka kepada orang lain.

“Sebenarnya lahan milik Dayah Bustanul Mu’arif hanya seluas 25 hektare yang tergolong dalam kelompok Guha Tani. Bila kita simpulkan kesemuaan itu adalah seluas 100 hektare,” ucap Waled Khaled kepada awak media, Sabtu 26 Juli 2025 di Dayah Bustanul Mu’arif.

Lanjut ia menjelaskan bahwa di tahun 2011 mereka membeli hutan belantara tersebut melalui mantan Geuchik Alue Tuwi, Sultan yang seluas 50 pancang (100 hektare) bersama kelompok Guha Tani dengan harga Rp.500.000 ribu/pancang.

Dalam perjalanan waktu, hutan yang dulunya semak belukar itu kini telah dirawat dan ditanami berbagai jenis pepohonan seperti batang Sawit, Jabon, Sengon, Pete dan lain sebagainya itu menduga kini telah terjual oleh Geuchik nisih AL.

“Beberapa bulan yang lalu sejumlah santri saya naik ke kebun guna melihat kondisi tanaman. Tak khayal, sekelompok oknum yang diduga atas suruhan PT.Sawit Nabati Indah mengucapkan, lahan ini bukan milik kalian (Kelompok Guha Tani) lagi,” sebut Waled meniru ucapan santrinya.

Atas dasar itu, pihaknya meminta kepada Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si beserta Aparat Penegak Hukum Polres Kota Langsa agar dapat diselesaikan persoalan lahan yang diduga telah terjual oleh oknum Geuchik nisial Al kepada pihak PT.Sawit Nabati Indah.

Baca Juga:  H Ruslan Daud Gelar Sosialisasi Empat Pilar untuk Masyarakat Bireuen

Baca: Lahan Kelompok Guha Tani Diduga Telah Terjual, Geuchik AL Terancam Dilaporkan

“Kami tidak akan diam terkait persoalan ini, karena dibalik semuanya itu merupakan perbuatan yang melanggar hukum,” ucapnya.

“Untuk itu kami mohon kepada bapak Bupati Aceh Timur dan Aparat Penegak Hukum Polres Langsa agar dapat ditindak tegas Geuchik nisial AL dan seluruh kru nya agar persoalan itu menjadi terang menderang,” pinta Waled Khaled.

Sementara itu, Geuchik Gampong Alue Tuwi, Abu Ali saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp mengatakan, ia tidak pernah menjual lahan tersebut.

“Saya pak tidak pernah menjual lahan, yang jual adalah tuan Pao,” ujarnya kepada media ini, Senin (21/07) sekira pukul 18.29 Wib.

Lalu media ini juga mempertanyakan kembali lahan yang diduga telah terjual kepada PT.Sawit Nabati Indah serta meminta nomor celluler kadus Bakar.

“Saya tanyak sama kadus Bakar nggak tahu lahan Guga Tani, bang bakar lebih jelas,” sebut Abu Ali secara singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, mantan Geuchik Alue Tuwi, Sultan dan Kadus Alue Tuwi, Bakar belum terkonfirmasi oleh media ini. 《fud》

Berita Terkait

HRD Ikut Rapat Banggar DPR RI, Soroti Rupiah yang Terus Melemah
HRD Ikut Rapat Banggar DPR RI, Ini Pembahasannya
Sinergi Kodaeral VIII dan BI Sulut: KRI Selar-879 Siap Sukseskan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026
​Demo Mahasiswa di DPRD Sulut Berujung Kericuhan, Massa Dipukul Mundur dengan Gas Air Mata
Dari Promosi Menjadi Relasi, Aiyub dan Yunus Perkuat Citra Honda di Tengah Masyarakat
​Hadiri Ibadah Syukur Dua Jemaat GMIM, Hengky Honandar Ajak Masyarakat Rawat Keberagaman
​Kurang dari 24 Jam, Polsek Aertembaga Ringkus Pelaku Penikaman di Winenet Satu
​AKBP Albert Zai Turun Lapangan, Semarak Kapolres Cup Bitung Makin Sengit
Berita ini 358 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:10

HRD Ikut Rapat Banggar DPR RI, Soroti Rupiah yang Terus Melemah

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:08

HRD Ikut Rapat Banggar DPR RI, Ini Pembahasannya

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:55

Sinergi Kodaeral VIII dan BI Sulut: KRI Selar-879 Siap Sukseskan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:09

​Demo Mahasiswa di DPRD Sulut Berujung Kericuhan, Massa Dipukul Mundur dengan Gas Air Mata

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:01

​Hadiri Ibadah Syukur Dua Jemaat GMIM, Hengky Honandar Ajak Masyarakat Rawat Keberagaman

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:35

​Kurang dari 24 Jam, Polsek Aertembaga Ringkus Pelaku Penikaman di Winenet Satu

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:39

​AKBP Albert Zai Turun Lapangan, Semarak Kapolres Cup Bitung Makin Sengit

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:41

Kilas Balik Sejarah: Mengapa 1 Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Islam?

Berita Terbaru

Sosial

HRD Ikut Rapat Banggar DPR RI, Ini Pembahasannya

Rabu, 17 Jun 2026 - 13:08

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x