Koprasi Merah Putih! Gelombang Merah yang Menghantui Desa-Desa Indonesia

- Editor

Kamis, 29 Mei 2025 - 04:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Deli Serdang | Tribuneindonesia.com

Sebuah kekuatan baru tengah bangkit. Ia menyusup pelan, tapi pasti—menghantui lorong-lorong desa, mengetuk pintu-pintu kelurahan, dan menyusup ke dalam nadi ekonomi rakyat. Namanya: Koperasi Merah Putih. Program nasional ini bukan sekadar kebijakan—ia adalah gerakan besar, sebuah langkah strategis yang digelorakan dari pusat kekuasaan untuk menata ulang struktur ekonomi rakyat dengan wajah gotong royong dan semangat kebersamaan… atau mungkin sesuatu yang jauh lebih dalam dari itu.

Dalam nada yang penuh semangat namun menggema seperti lonceng tengah malam, Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, mengumumkan bahwa Kabupaten Deli Serdang tak hanya ikut serta—tetapi menyambut gelombang merah ini dengan tangan terbuka. Disertai Wakil Bupati Lom Lom Suwondo dan pejabat tinggi lainnya, mereka hadir dalam rapat yang lebih menyerupai ritual koordinasi kebangkitan ekonomi dari akar rumput.

“Koperasi Merah Putih bukan hanya lembaga, ia adalah roh baru ekonomi desa. Ia akan menggiring kita menuju kesejahteraan, melalui jalan yang telah ditetapkan oleh Asta Cita Pemerintah,” ucap sang Bupati, seakan mengumandangkan mantra perubahan.

Tapi ini bukan sekadar ambisi lokal. Presiden Republik Indonesia sendiri telah mencanangkan 80 RIBU KOPERASI MERAH PUTIH, sebuah angka yang memantulkan gema perintah besar. Deli Serdang? Sudah merampungkan 323 unit koperasi—seolah tak ingin tertinggal dalam arus besar yang sedang bergulir ini.

Baca Juga:  Semarak Lomba Makan Kerupuk Kader KB 11 Desa Meriahkan datang nya HUT ke-80 RI

Meski masih tersisa tiga kecamatan yang tertinggal—Biru-Biru, Namorambe, dan Percut Sei Tuan—gelombang ini tak bisa dihentikan. Ia terus membesar, seperti bayang-bayang yang menjalar perlahan, menanti waktunya untuk menyelimuti semua desa. Dan pada 28 Mei 2025, seluruh Koperasi Merah Putih telah rampung 100 persen di kabupaten ini.

Tak cukup di situ. Pemerintah Pusat menyiapkan dana Rp 5 Miliar per koperasi—uang yang bisa menjadi berkah… atau beban, jika tak dikelola bijak. Dana ini ditujukan untuk membangun gudang, cold storage, klinik, dan unit simpan pinjam. Infrastruktur kekuatan ekonomi lokal—atau mungkin benteng baru ekonomi nasional?

Deputi Kementerian Koperasi, Panel Barus, turut menegaskan bahwa ini adalah kebijakan strategis nasional. Tapi lebih dari itu, inisiatif ini adalah pengingat bahwa kekuatan rakyat, ketika diarahkan, bisa menjadi kekuatan tak terhentikan.

“Koperasi ini akan memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong,” katanya. Tapi dalam gema kalimat itu, seolah ada bisikan lain—bahwa zaman baru telah dimulai.

Kini, para kepala desa, tokoh masyarakat, dan pelaku ekonomi lokal tak bisa lagi berdiam. Koperasi Merah Putih telah mengetuk pintu mereka. Dan siapa yang tak membuka, mungkin akan tertinggal dalam sejarah.

Koperasi Merah Putih bukan sekadar organisasi. Ia adalah gerakan. Ia adalah arus. Ia adalah bayang-bayang yang kini telah nyata.

Ilham Tribuneindonesia.com

Berita Terkait

Revolusi Pendidikan Deli Serdang Dimulai, Bupati Tegaskan Integritas Guru Lebih Penting dari Fasilitas
Dari rumah usman, gebrakan bersih-bersih kawasan kumuh lubuk pakam dimulai
Aspirasi Siswa Terwujud, Bupati Deli Serdang Resmikan Pembangunan Mushola dan Kantin Sehat di SDN 104240 Wonosari
Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Deli Serdang Bidik Kembali Opini WTP
Integritas Tanpa Tawar, Bupati Deli Serdang Bersihkan Praktik Proyek dan Pungli
Kualanamu Sukses Layani Lebaran 2026, Trafik Meningkat
Ridwan Hisjam: Menjaga Nurani di Tengah Godaan Politik Uang
562 Jemaah Deli Serdang Siap Tunaikan Haji
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 04:51

Peta Tubuh di Telapak Kaki Antara Mitos, Terapi, dan Fakta Medis

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:00

“Wak Labu ! Raja Licik yang Paling Pintar… Mengelabui Rakyat Sendiri”

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:17

TTI Mendesak Kajari Aceh Besar Usut Kasus THR dan Gaji ke 13 Guru di Kabupaten Aceh Besar sejumlah Rp.17,44 Milyar.

Kamis, 12 Maret 2026 - 04:26

Program Makan Bergizi Gratis: Investasi Masa Depan atau Sekadar Proyek Populis?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:15

Bhayangkara di Garis Pengabdian: Menjaga Negeri tak kenal waktu

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:21

Agama Menguatkan Bhayangkara

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:28

Syariat Islam di Kota Langsa Kian Melemah: Ketika Dinas Syariat Hanya Menerima Laporan Tanpa Kewenangan Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:55

Kecebur Fantasi di Kolam! Udin Dipukul Mimpi, Amat Kena Tampar

Berita Terbaru

Peristiwa, kecelakaan dan bencana Alam

Puting Beliung Terjang Batang Kuis Tengah Malam, 121 Rumah Rusak dan Warga Terluka

Selasa, 31 Mar 2026 - 10:21

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x