Dana BOS SDN 106178 Didominasi Honor dan Perawatan, Nol Rupiah untuk Buku dan Pelatihan Guru

- Editor

Jumat, 16 Mei 2025 - 08:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Deli Serdang | Tribuneindonesia.Com

 Kucuran Dana BOS Tahap II Tahun Anggaran 2024 untuk SD Negeri 106178 sebesar Rp 46.865.000 menuai sorotan. Pasalnya, dana sebesar itu didominasi untuk pembayaran honor dan pemeliharaan sarana, sementara kebutuhan pokok pendidikan seperti buku bacaan, alat multimedia, hingga pelatihan guru justru nihil.

Hal itu ditegaskan Ketua DPD Garda Nusantara Mandiri Kabupaten Deli Serdang, Dra. Yetti Defrina, pada Jumat, 16 Mei 2025 di Lubuk Pakam. Ia mempertanyakan arah kebijakan sekolah dalam mengelola anggaran BOS yang seharusnya digunakan demi peningkatan mutu pendidikan.

“Bagaimana mungkin tidak ada satu rupiah pun dialokasikan untuk pengembangan perpustakaan, pelatihan guru, atau fasilitas belajar berbasis digital? Ini bukan sekadar soal angka, tapi menyangkut masa depan anak-anak kita,” tegas Yetti.

Menurutnya, berdasarkan data yang diperoleh, dana BOS tahap II ini masih dalam proses penyaluran sejak 28 Agustus 2024. Namun, rincian penggunaannya sudah tampak timpang. Honor menyedot Rp 22.200.000, sementara perawatan sarana menyerap Rp 14.401.570. Sementara itu, kegiatan pembelajaran hanya kebagian Rp 5.701.000, dan asesmen Rp 2.148.000.

Baca Juga:  Pendidikan Tanpa Perlindungan: Guru di Aceh Timur Diduga Aniaya Murid, Kemenag Kaget

Ketua Umum GNM, Iren Sinaga, S.H yang turut hadir, menambahkan bahwa administrasi kegiatan menyerap hampir Rp 1 juta, dan langganan daya serta jasa menghabiskan lebih dari Rp 1,4 juta. Selebihnya, sejumlah pos penting seperti pengadaan alat multimedia, pengembangan guru, hingga penerimaan siswa baru tak tersentuh.

“Kami mendesak instansi terkait untuk memeriksa laporan penggunaan dana BOS di SDN 106178. Ini bukan soal tuduhan, tapi soal akuntabilitas publik,” ujar Iren dengan nada serius.

GNM menyatakan siap membentuk tim pemantau independen jika kejanggalan penggunaan anggaran serupa kembali ditemukan di sekolah lain. “Dana BOS itu bukan milik pribadi atau kelompok. Itu dana publik untuk mencerdaskan anak bangsa,” tutup Iren.(***)

Berita Terkait

Dari Calang ke Panggung Nasional: Jejak Rijalul Maula di Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026
SMP Negeri 4 Kutacane Fokus Bangun Pendidikan Karakter dan Kepedulian Lingkungan
Kasubbag Keuangan Disdikbud Aceh Tenggara Bantah Tuduhan Setoran Dana BOS, LSM PPKMA Tegaskan Informasi Viral Tidak Benar
Sekolah di rehapab, harapan anak Deli Serdang bangkit
Gelar Doktor Tri Firdaus Akbarsyah.S.H., M.K : Kontribusi untuk Bangsa dan Negara
Jejak Sejarah Melayu di Pagar Merbau,Rumah Adat Peninggalan Era Kesultanan Serdang Sarat Nilai Budaya
Kabar Kurang Menggembirakan bagi Guru Lulusan PPG 2025, TPG Belum Dialokasikan di APBN 2026
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 05:30

Jasa Raharja DKI Bersama Satlantas dan Sudinhub Gelar Ramcheck Bus di Terminal Tanjung Priok

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:59

Tingkatkan Kapasitas First Responder, Bidlabfor Polda Sulut Gelar Pelatihan di Manado

Kamis, 12 Februari 2026 - 03:41

Jelang Ramadhan, HRD Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tengah

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:27

Menelusuri Jejak Pasukan Tulungan: Aliansi Militer Minahasa dalam Perang Jawa

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:36

Satrol Kodaeral VIII Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Bitung

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:50

Kapolda Aceh Diminta Usut Kasus Dugaan Korupsi Dinkes Agara

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:24

​Cegah Human Trafficking, Tim Resmob Polda Sulut Amankan Tiga Warga Bitung di Bandara

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:10

Putusan Komisi Informasi Akhiri Sengketa Desa Malintang Jae, Hak Warga Atas Dokumen Publik Dikabulkan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x