Denpasar|tribuneindonesia.com Wakil Kepala Kepolisian Daerah Bali (Wakapolda Bali) Brigjen. Pol. I Made Astawa, S.I.K., menyambut langsung kedatangan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Provinsi Bali, menjelang pelaksanaan kegiatan Pelepasan 1.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Bulgaria.
Kegiatan strategis tersebut akan digelar pada Kamis, 2 April 2026, bertempat di Hotel Prama Sanur Beach, Denpasar. Momentum ini menjadi simbol kuat komitmen negara dalam membuka akses kerja global yang aman, legal, dan bermartabat bagi masyarakat Indonesia.
Kedatangan Menteri P2MI/BP2MI tidak hanya menjadi agenda seremonial, namun juga mempertegas sinergi lintas sektor dalam memperkuat tata kelola penempatan serta perlindungan PMI. Pemerintah bersama aparat penegak hukum terus berupaya memastikan setiap proses berjalan transparan, profesional, dan bebas dari praktik ilegal.
Wakapolda Bali Brigjen. Pol. I Made Astawa, S.I.K., menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan sekadar pengamanan, melainkan bagian dari upaya nyata dalam melindungi masyarakat sejak dari proses awal hingga keberangkatan ke luar negeri.
“Ini bukan sekadar pelepasan tenaga kerja, tetapi pelepasan harapan. Kami ingin memastikan setiap PMI berangkat dengan aman, terlindungi, dan memiliki kepastian hukum yang jelas,” tegas wakapolda bali.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap seluruh pihak yang terlibat, guna mencegah adanya oknum yang mencoba memanfaatkan situasi dengan praktik penempatan ilegal yang merugikan calon pekerja migran.
Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi dengan sejumlah perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia yang telah memiliki legalitas resmi. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan pihak swasta menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem penempatan PMI yang kredibel dan berintegritas.
Sebanyak 1.000 PMI yang akan diberangkatkan ke Bulgaria diharapkan tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di tingkat internasional, sekaligus meningkatkan taraf hidup diri dan keluarga.
Dengan semangat kolaborasi dan perlindungan yang kuat, Bali hari ini menjadi saksi bahwa negara hadir untuk memastikan setiap langkah warganya menuju masa depan yang lebih baik.(red)




















