Tak Main-Main, 10 Pelaku Kerusuhan di Minahasa Tenggara Dijerat Pasal Berlapis, Ada Ancaman Penjara hingga Satu Dekade

- Editor

Rabu, 3 Desember 2025 - 22:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mitra, Sulut|Tribuneindonesia.com

Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) telah menetapkan sepuluh orang sebagai tersangka menyusul aksi perkelahian kelompok yang melibatkan warga Desa Watuliney dan Desa Molompar di Kecamatan Belang, Kamis (4/12/2025).

Insiden yang memicu keresahan di tengah masyarakat ini terjadi pada Minggu, (30/11) dini hari. Para tersangka kini menghadapi jeratan hukum yang berbeda, mulai dari tindak pengrusakan hingga kepemilikan senjata tajam.

​Penetapan status tersangka ini merupakan hasil dari proses pemeriksaan intensif yang dilakukan aparat kepolisian pasca-kejadian.

Kepala Bidang Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah Parulian Hasibuan, merincikan bahwa dari sepuluh orang yang diamankan, terdapat pembagian peran yang jelas.

“Terdiri dari tiga orang terkait pelemparan, dua orang membawa senjata tajam, dan lima orang lainnya terlibat dalam pembuatan senjata tajam, seperti panah wayer dan sejenisnya,”

jelas Kombes Alamsyah dalam konferensi pers di Mapolres Minahasa Tenggara, Selasa (2/12).

Sementara itu, ​Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulut, AKBP Suryadi, menjelaskan lebih lanjut mengenai sanksi pidana yang menanti para pelaku.

Tiga tersangka yang diduga melakukan pelemparan dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP juncto Pasal 406 KUHP.

Ancaman hukuman untuk pasal tersebut bervariasi, yakni hukuman penjara paling lama lima tahun untuk Pasal 170, sementara Pasal 406 dapat dikenakan penjara hingga dua tahun delapan bulan.

​Pihak kepolisian juga berhasil menggagalkan potensi eskalasi konflik berkat kesigapan petugas gabungan.

Baca Juga:  Paya Gambar Menyapa Alam Jumat Bersih Jadi Langkah Nyata Menuju Desa Sehat dan Asri

Lebih jauh AKBP Suryadi menerangkan bahwa dua tersangka pembawa senjata tajam berhasil diamankan saat petugas melakukan penyekatan di pertigaan jalan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Barang bukti berupa senjata tajam ditemukan tersembunyi di dalam mobil. Kedua pelaku ini berniat memasuki TKP untuk melakukan kerusuhan,”

Ungkap Dirreskrimum kepada awak media.

​Tindakan preventif lainnya adalah penangkapan lima orang yang terlibat dalam produksi senjata tajam, termasuk panah wayer.

Walaupun senjata-senjata tersebut belum sempat digunakan, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mereka mempersiapkan alat tersebut untuk melakukan perkelahian lanjutan di lain waktu.

“Syukurlah, alat-alat tersebut berhasil kita amankan sebelum digunakan, memutus potensi konflik susulan,”

Tambahnya.

​Atas perbuatan membawa dan membuat senjata tajam, para tersangka diancam dengan hukuman yang jauh lebih berat.

Mereka dijerat menggunakan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, yang menetapkan ancaman hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.

Ancaman pidana ini ditegaskan untuk memberikan efek jera terhadap para pihak yang mencoba memperkeruh situasi keamanan di wilayah tersebut.

​Selain itu, untuk memastikan keamanan dan stabilitas di kawasan Belang, Plt. Kepala Biro Operasi Polda Sulut, Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli, mengatakan bahwa Polda Sulut telah melaksanakan Operasi Aman Nusa I.

Operasi ini berfokus pada penanganan konflik sosial dan mulai dijalankan sesaat setelah bentrokan terjadi, menunjukkan komitmen aparat untuk memulihkan ketertiban dan mengantisipasi gejolak lebih lanjut di masa mendatang. (Talia)

Berita Terkait

“22 Tahun DPD RI, Hartono Tancapkan Komitmen: Suara Papua Tak Boleh Padam dari Jakarta
Sambut Hari Jadi Ke-24 Propam Polri, Propam Polres Bireuen Gelar Bakti Sosial di Masjid Baitul Izzah Peusangan
RESPON ADUAN MASYARAKAT LEWAT LAYANAN 110, POLRES BIREUEN AMANKAN PELAJAR BOLOS SEKOLAH
POLRES BIREUEN GELAR UPACARA PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA TAHUN 2026
FPI Bireuen Silaturahmi Dengan MPU Dan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Apresiasi HUT Ke-27 Juga Bahas Olahraga Putri 
Rijaluddin Ingatkan Pemerintah Aceh Penuhi Janji Bantu Penyelesaian RS Regional Aceh Tengah
Dayah Babul Jannah Cot Keumude Akan Gelar Maulid Akbar
Addressing the Geopolitical Crisis Involving the Middle East and Saudi Arabia: Here Is the Official Statement from the King of Morocco
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:16

Prabowo Dikabarkan Reshuffle Sejumlah Posisi Strategis, Menlu Sugiono Diisukan Masuk Daftar Reshuffle

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:25

EMPAT QANUN PRIORITAS DISETUJUI, BUPATI MONAS: PERKUAT LANDASAN PEMBANGUNAN DAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:03

“22 Tahun DPD RI, Hartono Tancapkan Komitmen: Suara Papua Tak Boleh Padam dari Jakarta

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:08

Keluarga besar PEPABRI Aceh Tamiang Ucapan Hari Kesaktian Pancasila, Penuh Makna dan Semangat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 03:51

Integrasikan KLHS dan RDTR, Kota Bitung Dorong Kepastian Hukum dan Iklim Investasi Sehat

Rabu, 30 September 2026 - 15:57

Limbah Padat Diduga Dibuang ke Lingkungan, AMGL Desak DLHK Bongkar Pengelolaan Limbah PT KHBL

Rabu, 30 September 2026 - 13:30

GRPK Kawal Sejumlah Laporan, Progres Penanganan Dibahas Bersama Kasat Reskrim Polres Deli Serdang

Rabu, 30 September 2026 - 13:21

Lepas Kepergian Sang Istri, Jurnalis Bitung Lukman Sampaikan Apresiasi untuk Semua Pihak

Berita Terbaru