Takengon | TribuneIndonesia.com
Suasana riuh penuh semangat mewarnai halaman SMP Negeri 14 Takengon, Selasa (20/8). Ratusan siswa bersama para wali murid tumpah ruah menyaksikan sekaligus mendukung jalannya berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 111 siswa dari kelas VII, VIII, dan IX yang terbagi dalam dua rombongan tiap tingkat (kelas A dan B) tampil penuh antusias. Aneka lomba digelar mulai dari tarik tambang, lari goni, hingga lomba menghias kelas bola disko yang mengasah kreativitas. Pihak sekolah juga menyiapkan hadiah menarik berupa perlengkapan sekolah, mulai dari seragam, sepatu, hingga alat tulis.
Sorak sorai penonton menggema di setiap perlombaan. Para orang tua siswa tampak begitu antusias memberi dukungan. Kehadiran wali murid dalam kegiatan ini menjadi pemandangan berbeda, sebab jarang ada perlombaan sekolah yang secara khusus mengundang orang tua untuk menonton langsung.
Aman Rahul, wali murid kelas IX A, mengaku terharu dengan penyelenggaraan lomba yang melibatkan keluarga siswa.
“Kegiatan seperti ini luar biasa. Selama ini saya belum pernah melihat lomba sekolah yang memberi ruang bagi wali murid untuk menonton. Kami merasa benar-benar dilibatkan dalam kebersamaan di sekolah ini,” ujarnya.
Sementara itu, para siswa juga mengaku senang dan termotivasi. Kehadiran keluarga membuat suasana semakin meriah, memicu semangat mereka untuk tampil maksimal, baik di lomba adu fisik maupun lomba kreatif.
Kepala SMP Negeri 14 Takengon, Ihsan, yang baru beberapa bulan menjabat, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan tersebut.
“Walaupun saya baru memimpin sekolah ini, tahun depan kita akan buat kegiatan lebih bergengsi dengan perencanaan yang lebih matang. Saya sangat mengapresiasi semangat siswa, guru, serta partisipasi wali murid. Selain mempererat persatuan antar kelas, lomba ini juga menjadi sarana memotivasi siswa untuk lebih giat belajar,” katanya penuh optimisme.
Dengan semangat nasionalisme yang menggelora, perlombaan di SMP Negeri 14 Takengon tidak hanya menjadi ajang peringatan kemerdekaan, tetapi juga wadah kebersamaan yang menyatukan sekolah, siswa, dan orang tua dalam satu bingkai kebanggaan.
(Dian Aksara)