Skandal “Dana Gaib” Rikit Bur II: Rp300 Juta Menguap dari Rincian Publik?

- Editor

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​KUTACANE – Transparansi pengelolaan Dana Desa di Rikit Bur II, Kecamatan Bukit Tusam, kini berada di titik nadir. Sebuah lubang besar menganga dalam laporan keuangan Tahun Anggaran 2025 mereka. Berdasarkan data resmi platform JAGA KPK, hampir separuh dari total dana desa yang diterima desa ini seolah “menghilang” dari rincian kegiatan publik.

​Angka yang Bicara: Selisih Fantastis Rp300 Juta

​Data tidak bisa berbohong, namun ia bisa disembunyikan. Desa Rikit Bur II tercatat menerima kucuran Dana Desa sebesar Rp646.070.000 dengan status penyaluran 100 persen. Namun, saat membedah 19 item kegiatan yang dipublikasikan, total anggaran yang terpakai hanya menyentuh angka Rp345.264.000.

​Pertanyaannya: Ke mana perginya sisa Rp300.806.000?

​Jumlah ini bukan sekadar recehan administratif. Ini adalah 46% dari hak rakyat desa yang jejak digitalnya tak terlihat. Publik kini bertanya-tanya, apakah sisa uang tersebut mengendap di kantong yang salah, ataukah ada “proyek siluman” yang sengaja disembunyikan dari mata masyarakat?

​Deretan Keganjilan: Dari BLT Hingga Proyek “Satu Meter”

​Ketidakberesan di Rikit Bur II tidak berhenti pada selisih angka. Penelusuran lebih dalam mengungkap rincian belanja yang terkesan asal-asalan dan menabrak logika:

​Teka-Teki BLT: Bagaimana mungkin data mencatat 120 KK namun hanya 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terakomodasi dengan total Rp18 juta? Sinkronisasi data ini amat berantakan dan rawan memicu konflik kecemburuan sosial.

Baca Juga:  Jelang Tahun Baru Nuanu Gelar Festival Kuliner,Jadikan Ruang Usaha bagi Pelaku Kuliner Bali 

​Proyek Sanitasi Tak Masuk Akal: Publik dibuat mengelus dada melihat anggaran pemeliharaan SPAL/Sanitasi senilai belasan juta rupiah namun hanya mencatat volume “1 meter”. Jika ini adalah kesalahan input, maka ini menunjukkan kecerobohan administratif yang fatal. Jika benar, ini adalah pemborosan anggaran yang brutal.

​Belanja Gadget di Tengah Kemiskinan: Di tengah tuntutan penanganan stunting yang menelan biaya Rp86 juta, terselip belanja Laptop dan HP senilai Rp24 juta. Spesifikasi dan urgensi perangkat ini patut dipertanyakan—apakah benar untuk pelayanan rakyat atau sekadar fasilitas mewah aparat?

​Transparansi Bukan Opsi, Tapi Kewajiban

​Sesuai UU Nomor 6 Tahun 2014, Dana Desa adalah uang rakyat yang harus dikelola dengan prinsip terbuka. Sikap bungkam Pemerintah Desa Rikit Bur II hingga saat ini hanya akan memperkuat spekulasi negatif dan mencederai kepercayaan warga.

​”Dana Desa bukan uang saku kepala desa. Setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan baik secara fisik maupun administratif,” tegas suara publik yang mulai gerah.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Rikit Bur II. Masyarakat kini menanti: Apakah Inspektorat Aceh Tenggara akan turun tangan membedah “dana gaib” ini, ataukah dibiarkan menguap begitu saja? ***

Berita Terkait

Modal Amblas di Proyek Kapal Tongkang, Investor GL Dituntut Pertanggungjawabkan Dana Puluhan Juta
Dana Desa Rikit Bur II Rp646 Juta, Tapi Rp300 Juta Tak Jelas Jejaknya .
Masyarakat Bireuen Kembali Mendapat Bantuan Sembako Dari HRD dan PKB Peduli
Jasa Raharja DKI Bersama Satlantas dan Sudinhub Gelar Ramcheck Bus di Terminal Tanjung Priok
Tingkatkan Kapasitas First Responder, Bidlabfor Polda Sulut Gelar Pelatihan di Manado
Jelang Ramadhan, HRD Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tengah
Menelusuri Jejak Pasukan Tulungan: Aliansi Militer Minahasa dalam Perang Jawa
Drama Tangsi Teling: Saat Merah Putih Biru Dirobek Menjadi Sang Saka di Tanah Minahasa
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:54

Modal Amblas di Proyek Kapal Tongkang, Investor GL Dituntut Pertanggungjawabkan Dana Puluhan Juta

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:17

Dana Desa Rikit Bur II Rp646 Juta, Tapi Rp300 Juta Tak Jelas Jejaknya .

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:14

Skandal “Dana Gaib” Rikit Bur II: Rp300 Juta Menguap dari Rincian Publik?

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:55

Masyarakat Bireuen Kembali Mendapat Bantuan Sembako Dari HRD dan PKB Peduli

Kamis, 12 Februari 2026 - 05:30

Jasa Raharja DKI Bersama Satlantas dan Sudinhub Gelar Ramcheck Bus di Terminal Tanjung Priok

Kamis, 12 Februari 2026 - 03:41

Jelang Ramadhan, HRD Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tengah

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:27

Menelusuri Jejak Pasukan Tulungan: Aliansi Militer Minahasa dalam Perang Jawa

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:18

Drama Tangsi Teling: Saat Merah Putih Biru Dirobek Menjadi Sang Saka di Tanah Minahasa

Berita Terbaru