Bitung | Tribuneindonesia.com –Suasana hangat menyelimuti Markas Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VIII di Aertembaga, Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (19/03/26).
Di bawah semburat senja Ramadan, Dansatrol Lantamal VIII, Kolonel Laut (P) Marviil Marfel Frits, E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CHRMP., menginisiasi sebuah pertemuan lintas elemen yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan harmoni.
Aksi bertajuk “Tabur Kebaikan” tersebut bukan sekadar seremoni rutin tahunan.
Momentum ini menjadi ruang pertemuan bagi berbagai komponen masyarakat, mulai dari Kerukunan Keluarga Jawa (KKJ), para pegiat media atau jurnalis, hingga aktivis Kota Bitung yang membaur bersama keluarga besar Satrol Kodaeral VIII dalam satu meja berbuka puasa.
Dalam arahannya, Kolonel Marviil menegaskan bahwa kekuatan institusi bukan hanya terletak pada alutsista, melainkan pada soliditas hubungan antarmanusia.
Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan agar setiap tugas operasional yang diemban dapat terlaksana secara efektif dan tepat sasaran di tengah dinamika masyarakat yang beragam.
Lebih dari sekadar membatalkan puasa, kegiatan ini dirancang sebagai sarana penguatan dukungan emosional bagi para prajurit.
Menurut Dansatrol, kesehatan mental dan ketenangan batin personel menjadi prioritas yang harus dijaga melalui interaksi sosial yang sehat dengan elemen masyarakat sipil di lingkungan sekitar.

”Ramadan adalah momentum untuk bersyukur kepada Allah SWT. Lewat buka puasa ini, kita berupaya menjaga keseimbangan antara tugas negara dan kesehatan mental prajurit melalui kebersamaan yang tulus,”
ungkap Kolonel Marviil di hadapan para undangan pada Selasa (17/03).
Selain mempererat hubungan internal, agenda ini membawa misi besar untuk merawat toleransi antar suku dan agama.
Satrol Kodaeral VIII berupaya menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan yang inklusif, di mana perbedaan latar belakang justru menjadi perekat dalam meningkatkan semangat kerja dan keimanan kolektif.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut juga mendapatkan apresiasi positif dari para tamu undangan yang hadir.

Kehadiran tokoh-tokoh dari KKJ dan aktivis kota membuktikan bahwa sinergi antara TNI Angkatan Laut dan masyarakat di Bitung terjalin secara harmonis dan kondusif, menciptakan stabilitas sosial yang kuat.
Menjelang berakhirnya acara, seluruh peserta melakukan sesi foto bersama sebagai simbol abadi dari persaudaraan yang baru saja diperkuat.
Dokumentasi tersebut menjadi potret nyata dari komitmen Satrol Kodaeral VIII dalam membangun fondasi kekeluargaan yang kokoh di tengah masyarakat heterogen Sulawesi Utara.
Menutup rangkaian acara, Putra Minahasa ini menyampaikan rasa terima kasihnya atas partisipasi semua pihak yang telah hadir.
Ia mengutip filosofi luhur Si Tou Timou Tumou Tou sebagai pengingat bahwa manusia hidup untuk memanusiakan orang lain, sekaligus berharap agar jalinan silaturahmi ini tetap terjaga demi masa depan Bitung yang lebih baik. (Kiti)





















