Bitung | Tribuneindonesia.com –Manajemen Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung bergerak cepat melakukan peninjauan lapangan di lokasi Mata Air Danowudu, Kamis (02/04/26) pagi hari.
Langkah responsif ini diambil guna memastikan stabilitas distribusi dan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat di wilayah Kota Bitung.
Peninjauan tersebut dipimpin langsung oleh jajaran manajemen sebagai bentuk komitmen dalam menjaga ketahanan sumber daya air daerah.
Kehadiran tim teknis di lokasi tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan adanya penurunan kualitas air yang berubah menjadi keruh sesaat setelah guncangan gempa bumi melanda wilayah tersebut tadi pagi.
Fenomena air keruh pasca-seismik ini kerap terjadi akibat adanya sedimentasi yang terangkat di dasar mata air, sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan langkah mitigasi selanjutnya agar tidak mengganggu operasional distribusi ke pelanggan.
Pihak manajemen saat ini tengah memantau secara intensif tingkat kekeruhan air dan memastikan kondisi infrastruktur di Mata Air Danowudu tetap aman dari kerusakan struktur.
Pemantauan ini dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa parameter kualitas air kembali memenuhi standar kesehatan sebelum dialirkan ke bak penampungan utama.
Langkah ini dinilai krusial guna mencegah masuknya material lumpur ke dalam jaringan pipa distribusi warga.
Terkait situasi tersebut, Perumda Air Minum Duasudara juga memberikan imbauan kepada seluruh pelanggan di wilayah terdampak untuk memaklumi adanya potensi gangguan distribusi sementara waktu.
Pihak perusahaan berkomitmen untuk melakukan proses pemulihan secepat mungkin, termasuk melakukan flushing atau pengurasan jika diperlukan, demi menjamin air yang sampai ke rumah warga tetap dalam kondisi layak konsumsi.
Upaya mitigasi ini merupakan bagian dari standar prosedur operasional (SOP) perusahaan dalam menghadapi bencana alam.
Manajemen menegaskan bahwa ketersediaan air bersih tetap menjadi prioritas utama, dan tim di lapangan akan terus bersiaga hingga kondisi Mata Air Danowudu kembali normal dan jernih seperti semula.
Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi melalui saluran komunikasi Perumda Duasudara untuk perkembangan terkini. (Kiti)




















