Bitung, Sulut | TribuneIndonesia.com
Upaya penanggulangan bencana banjir bandang di Sondang Lindongan III, Kelurahan Bahu, Siau Timur, mulai memasuki babak baru, Selasa (6/1/26).
Sebanyak puluhan personel gabungan TNI-Polri dan Basarnas resmi diberangkatkan menuju Kabupaten Kepulauan Sitaro melalui Dermaga Pelabuhan Feri/ASDP Bitung.
Pemberangkatan bantuan kemanusiaan ini menggunakan KM. Lokong Banua yang mengangkut alat berat, logistik, serta ratusan personel terlatih.
Kapal dijadwalkan bertolak dari dermaga pada pukul 13.40 WITA setelah seluruh proses embarkasi selesai dilakukan.
Diketahui, operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi lintas sektoral dengan rincian kekuatan sebagai berikut:
Unsur Polri: Dipimpin oleh IPDA Elvis J. Gigir, Polri menurunkan total 37 personel.
Kekuatan ini terdiri dari Dit Samapta (13 personel), Dit Polairud (10 personel), Sat Brimobda (6 personel), serta pendampingan dari Dit Intelkam, Bid Humas, dan Bid Dokkes.
Polri juga menyertakan 26 unit kendaraan, termasuk alat berat, truk logistik, mobil desalinasi air bersih, dan ambulans.
Unsur TNI: Dipimpin oleh Kapten Inf. Demsy Kunenengan, TNI mengerahkan 65 personel dari Kodim 1310/Bitung dan 4 personel Arhanud.
Selain truk angkut, TNI juga membawa satu unit kendaraan radar pemandu helikopter untuk memudahkan akses udara jika diperlukan.
Basarnas: Dipimpin oleh Ibnu Ngurah Asrama dengan menyiagakan 2 personel beserta armada truk dan kendaraan operasional roda empat.
Sementara itu, sejumlah pejabat teras terpantau hadir memantau langsung proses keberangkatan di pelabuhan.
Di antaranya Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazarudin S.T., M.I.P., Kabag Ops Polres Bitung Kompol Karel Tangay yang mewakili Kapolres, serta Kapolsek KPS Bitung Iptu Harly E. Buida S.E.
”Pemberangkatan ini merupakan bentuk respons cepat negara dalam menangani dampak bencana di Sitaro. Personel yang dikirim dibekali dengan peralatan lengkap guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan infrastruktur di lokasi terdampak,”
Ujar salah satu perwakilan komando di lokasi.
Kehadiran tim gabungan ini diharapkan dapat mempercepat penanganan pascabencana, khususnya dalam pembersihan material banjir bandang serta penyaluran bantuan kesehatan bagi warga Kelurahan Bahu yang terdampak parah. (Kiti)














