BIREUEN/Tribuneindonesia.com
Sejumlah keterangan yang beredar di media terkait penyaluran bantuan banjir di Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi dan data faktual di lapangan. Klarifikasi ini disampaikan guna meluruskan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik serta tidak menghambat proses pemulihan pascabencana.
Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, menegaskan bahwa dirinya telah meninjau langsung lokasi pengungsian dan meunasah Gampong Raya Dagang pada Minggu, 18 Januari 2026, serta berdialog langsung dengan aparatur gampong dan masyarakat setempat.
“Berdasarkan peninjauan langsung dan keterangan warga, bantuan beras telah dibagikan oleh pihak gampong sebesar 9 kilogram per jiwa, bukan 1–2 kilogram per kepala keluarga sebagaimana informasi yang beredar,” ujar Arizal.
Ia juga menegaskan bahwa tidak benar apabila disebutkan bantuan tidak ada atau ditolak. Faktanya, masih terdapat sisa logistik di gudang gampong yang telah dijadwalkan untuk dibagikan kembali pada hari Rabu pekan ini, sesuai dengan pendataan dan mekanisme penyaluran yang berlaku.
Selain bantuan logistik, Arizal menyampaikan bahwa layanan dapur umum juga telah berjalan. Salah satunya berasal dari Bank BTN Pusat, yang memberikan dukungan dapur umum selama 21 hari berturut-turut, dengan kapasitas sekitar 1.000 kotak nasi per hari bagi masyarakat terdampak banjir.
“Keberadaan dapur umum ini sangat membantu warga, khususnya pada masa darurat dan hari-hari awal pascabencana,” tambahnya.
Data lapangan menunjukkan bahwa kondisi pengungsian telah mengalami perkembangan signifikan. Dari sekitar 1.300 jiwa pengungsi pada awal bencana, saat ini tersisa sekitar 8 orang saja, dan diperkirakan dalam dua hari ke depan seluruh warga akan kembali ke rumah masing-masing, seiring membaiknya kondisi lingkungan dan hunian warga.
Terkait isu Hunian Sementara (Huntara), Arizal menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan masyarakat setempat, sebagian besar warga tidak lagi membutuhkan hunian sementara, karena mayoritas telah memiliki rumah sendiri yang dapat ditempati kembali. Sementara itu, bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau hanyut, sementara waktu dapat menumpang di tempat keluarga atau kerabat sambil menunggu hunian tetap dari pemerintah.
“Kami memahami adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Namun, perbedaan tersebut sebaiknya diluruskan melalui data dan koordinasi, bukan melalui narasi yang dapat menimbulkan kesan seolah-olah pemerintah tidak hadir,” kata Arizal.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat Gampong Raya Dagang secara umum mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Bireuen, khususnya Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, yang dinilai terus bekerja secara konsisten dan bertanggung jawab dalam membantu masyarakat terdampak banjir.
“Bencana bukan ruang untuk saling menyalahkan. Yang terpenting adalah memastikan rakyat tertangani dengan baik, manusiawi, dan bermartabat,” tegasnya.
Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penyaluran bantuan secara objektif dan berbasis fakta, sekaligus mengajak semua pihak agar menyampaikan informasi yang berimbang, bertanggung jawab, dan menyejukkan suasana publik.(MH)










