Bitung | TribuneIndonesia.com —Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VIII resmi memulai rangkaian persiapan Passing Exercise (Passex) melalui agenda Operation Officer Brief (Opso Brief) yang digelar di atas kapal perang Jepang, JNS Yamagiri, Senin (2 itu/3/26).
Pertemuan taktis yang berlangsung pukul 13.00 hingga 14.00 WITA ini menjadi pijakan awal bagi unsur laut kedua negara sebelum melaksanakan manuver bersama di perairan terbuka.
Diskusi teknis di ruang Wardroom JNS Yamagiri tersebut dihadiri oleh jajaran perwira kunci, di antaranya XO dan Opso dari KRI Selar-879.
Sementara itu, pihak Japan Maritime Self-Defence Force (JMSDF) menghadirkan XO, Opso, beserta jajaran perwira dari dua kapal perang mereka, yakni JS Shiranui dan JS Yamagiri, guna mematangkan setiap tahapan latihan yang akan dilaksanakan.
Fokus utama dalam Opso Brief ini adalah menyelaraskan persepsi dan memantapkan prosedur komunikasi (Proskom) antarkapal agar tidak terjadi miskomunikasi di lapangan.
Koordinasi ini sangat krusial untuk memastikan seluruh serial latihan dalam Passex dapat berjalan secara sistematis, tertib, dan memenuhi standar operasional keamanan yang ketat bagi kedua belah pihak.

Lebih dari sekadar teknis latihan, kegiatan ini merupakan manifestasi dari pembangunan interoperabilitas dan profesionalisme prajurit matra laut Indonesia dan Jepang.
Dengan adanya pemahaman yang serupa terhadap setiap skenario latihan, diharapkan kemampuan taktis personel Satrol Kodaeral VIII dan JMSDF semakin terasah dalam menghadapi berbagai dinamika di laut.
Komandan Satrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP., menegaskan bahwa diplomasi angkatan laut ini memiliki visi jangka panjang untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Melalui komunikasi yang efektif dan koordinasi matang, pelaksanaan Passex diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam menjaga stabilitas serta keamanan maritim di kawasan regional. (Kiti)



















