Aceh Tamiang | TribuneIndonesia.com— Pendidikan dinilai sebagai landasan utama dalam mendorong pembangunan bangsa menuju kemajuan yang berkelanjutan. Dengan pendidikan yang berkualitas, sebuah negara dapat menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, mampu bersaing secara global, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, sosial, dan politik secara seimbang.
Ketua Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (TAMPERAK) Aceh Tamiang, Purnawirawan TNI Zulsyafri, bersama Kepala SMP Negeri 1 Manyak Payed, M. Helmi, S.Pd, menegaskan komitmen pentingnya memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan nasional.
M. Helmi mengatakan bahwa pendidikan merupakan pilar utama dalam membentuk SDM berkualitas yang menjadi aset terbesar bagi kemajuan bangsa.
“Pendidikan adalah fondasi utama dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Seperti sebuah bangunan yang membutuhkan pondasi kuat agar berdiri kokoh, negara juga membutuhkan masyarakat yang berpengetahuan, terampil, serta memiliki moral yang baik untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan,” ujar Helmi.
Ia menambahkan, sejumlah negara maju seperti Finlandia, Singapura, dan Jepang telah membuktikan bahwa investasi besar dalam sektor pendidikan berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi dan sosial yang mereka capai.
Sementara itu, Zulsyafri menilai pendidikan juga berperan penting dalam membentuk pola pikir masyarakat yang kritis, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Pendidikan yang baik akan melahirkan individu yang mampu berpikir kritis, berinovasi, serta beradaptasi dengan perubahan teknologi yang begitu cepat. Hal ini menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan era globalisasi,” kata Zulsyafri.
Namun demikian, ia mengakui bahwa masih terdapat sejumlah tantangan dalam dunia pendidikan, khususnya di daerah. Beberapa sekolah masih menghadapi keterbatasan fasilitas, minimnya sarana pembelajaran, serta kekurangan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi memadai.
Selain itu, akses pendidikan juga kerap terhambat oleh faktor ekonomi, geografis, maupun sosial. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian anak tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bahkan berisiko putus sekolah.
Meski begitu, Zulsyafri dan Helmi menyambut baik berbagai kebijakan pemerintah yang saat ini mulai memprioritaskan sektor pendidikan. Program seperti pembangunan dan revitalisasi sekolah serta penguatan akses pendidikan dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
“Kami bersyukur pemerintah saat ini memberikan perhatian besar terhadap dunia pendidikan. Harapan kami, setiap anak di Indonesia, termasuk di Aceh Tamiang, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkembang secara maksimal,” pungkasnya. (Cp)


















