Denpasar | TribuneIndonesia.com
8 Agustus 2025 – Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Teuku Yudhistira Adi Nugraha, melantik Ketua PW IWO Bali dan PD Kabupaten Badung dan Kota Denpasar di Ksirarnawa Art Center Denpasar, Jumat (8/8/2025).
Terpilih sebagai Ketua PW IWO Bali yakni Tri Widiyanti dan Sekretaris Wisnu Widayanti. Pada saat yang sama juga dilantik pengurus yang terdiri Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) untuk PD Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Hadir dalam acara pelantikan tersebut yakni Forkompinda Bali, lembaga BUMN, pihak swasta, akademisi serta para perwakilan dari organisasi profesi jurnalis di Bali, para pemerhati pers dan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Bali serta puluhan siswa-siswi dari beberapa SMA di Denpasar.
Pelantikan dirangkaikan dengan Talk Show bertajuk “Peran Media dalam Menangkal Hoax di Era Disrupsi Digital”.
Dalam arahannya, Ketua Umum IWO Pusat Teuku Yudhistira mengatakan, media online saat ini memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya informasi yang hoax yang berseliweran di media sosial.
Peran wartawan media online sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi di tengah arus deras informasi digital.
“Data tahun 2024, di Indonesia sudah ada sekitar 47 ribu media online. Dan mungkin sekarang sudah bertambah lagi sebab belum ada data terbaru di tahun 2025. Jumlah yang banyak ini saja belum bisa menangkal berbagai informasi hoax yang berseliweran di media sosial sebab tidak semua informasi itu berasal dari sumber yang valid,” ujarnya.
Yudhistira mengapresiasi pelantikan IWO Bali dalam memperkuat media online mainstream untuk menyajikan informasi yang valid ke publik. Ia berharap keberadaan organisasi IWO Bali ini bisa ikut menjaga dan memperkuat ekosistem jurnalisme yang bertanggung jawab di Bali yang menjadi destinasi pariwisata dunia. Pelantikan ini menjadi tonggak baru dalam mengawal informasi publik di era digital saat ini.
IWO Bali diminta untuk menyampaikan informasi atau berita dengan akurasi yang tinggi, memenuhi kode etik jurnalistik dan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999. IWO Bali sebagaimana IWO seluruh Indonesia memiliki visi yang sama yakni anti hoax, menjadi salah satu sumber informasi utama masyarakat, bertanggung jawab dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan tidak menyesatkan.
Ia juga menyoroti era digital yang membanjiri informasi di berbagai platform media sosial tanpa proses konfirmasi dan verifikasi secara valid dengan narasumber yang berkompeten di bidangnya. Hal ini dinilai sebagai tantangan serius dalam menjaga nalar publik, terlebih dalam konteks Bali yang menjadi destinasi pariwisata dunia. Semua orang bisa menulis di media sosial, membagikan informasi yang sesat seolah hal itu benar. Disinilah peran IWO Bali untuk memberikan edukasi dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder lainnya agar informasi yang valid disajikan kepada masyarakat.
Mewakili Gubernur Bali Wayan Koster, Kepala Biro Humas dan Protokol Ida Bagus Surja Manuaba menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh insan pers, khususnya kepada IWO Provinsi Bali, Kota Denpasar dan Badung atas dedikasi dan kontribusinya dalam menjaga marwah jurnalistik, di tengah arus informasi digital yang kian cepat dan dinamis.
“Saya ucapkan selamat kepada jajaran pengurus IWO Provinsi Bali yang baru dilantik. Semoga amanah ini dapat diemban dengan baik demi kemajuan dunia pers yang bermartabat,” ujarnya.
Ia mengakui, media online tumbuh
sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, menjadi sumber utama informasi bagi sebagian besar masyarakat. Perkembangan ini membawa dampak positif dalam mempercepat penyebaran informasi dan memperluas akses publik.
Namun, pada saat yang sama,
pertumbuhan ini juga menimbulkan tantangan besar, maraknya disinformasi, hoaks, dan penyalahgunaan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang seringkali lebih diarahkan untuk sekadar mengejar viralitas tanpa mempertimbangkan etika dan
akurasi.
Di tengah situasi ini, wartawan online memiliki tanggung jawab moral dan profesional yang semakin besar. Tanggung jawab untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik adalah benar, akurat, dan telah melalui proses verifikasi yang ketat.
Wartawan bukan hanya pembawa berita, tetapi juga penjaga ruang informasi publik agar tetap bersih, sehat, dan bermanfaat.
Pemahaman yang dalam terhadap bahaya hoaks dan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara bijak menjadi modal utama agar media online tidak sekadar menjadi saluran informasi, tetapi juga menjadi alat pencerah bagi masyarakat.
“Saya mengajak seluruh anggota IWO Bali untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas informasi di ruang digital. Jadilah wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, menjaga
integritas, serta senantiasa meningkatkan kompetensi agar mampu menavigasi tantangan zaman dengan
profesionalisme yang tinggi,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog, kolaborasi, dan sinergi dengan insan pers.
“Kami percaya bahwa keberhasilan pembangunan Bali yang holistik dan berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa peran aktif media sebagai agen perubahan dan mitra strategis dalam mengedukasi serta menginspirasi masyarakat.
“Kita patut bersyukur bahwa sejumlah indikator demokrasi dan kebebasan pers di Bali menunjukkan capaian yang membanggakan. Ini menjadi cerminan bahwa Bali tidak hanya kaya secara budaya dan alam, tetapi juga memiliki ekosistem informasi yang sehat, terbuka, dan bertanggung jawab,” ujarnya. (**)