Jakarta | Tribuneindonesia.com –Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) di Cilangkap, Jakarta Timur, menjadi saksi bisu peralihan tongkat estafet kepemimpinan pada posisi krusial di jajaran TNI Angkatan Laut, Rabu (01/03/26).
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali secara resmi memimpin upacara serah terima jabatan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal), sebuah posisi strategis dalam struktur komando matra laut.
Jabatan Wakasal kini resmi diemban oleh Laksamana Madya TNI Edwin, yang menggantikan pejabat sebelumnya, Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma. pada Selasa (31/03)
Seremoni yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri oleh Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, bersama jajaran Pejabat Utama Mabesal serta para Panglima Komando Utama TNI Angkatan Laut lainnya.
Dalam amanatnya, Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa rotasi jabatan di lingkungan militer merupakan dinamika organisasi yang bersifat alami dan esensial.
Langkah ini diambil bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai upaya nyata dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan serta memastikan peningkatan kinerja organisasi tetap berjalan optimal di tengah tantangan tugas yang kian kompleks.
Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma, yang telah menyelesaikan masa baktinya sebagai Wakasal, kini bersiap mengemban amanah baru di luar struktur organik TNI AL.
Jenderal berbintang tiga tersebut dijadwalkan akan melanjutkan pengabdiannya sebagai Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, sebuah posisi yang membutuhkan kompetensi strategis dalam lingkup ketahanan nasional.
Di sisi lain, sosok Laksamana Madya TNI Edwin bukanlah orang baru di jajaran elit perwira tinggi.
Kasal menilai bahwa Edwin memiliki rekam jejak penugasan yang sangat komprehensif, mencakup aspek operasional hingga manajerial staf.
Pengalaman panjang tersebut dipandang sebagai modal kuat bagi Edwin untuk membantu Kasal dalam menjalankan roda organisasi TNI Angkatan Laut ke depan.
Menilik riwayat kariernya, alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 37 ini telah menduduki sederet posisi prestisius.
Sebelum dilantik sebagai Wakasal, ia tercatat pernah menjabat sebagai Komandan Lantamal V/Surabaya, Danpuspenerbal, Danpuspom TNI, Pangkolinlamil, hingga Asrenum Panglima TNI.
Menariknya, ia juga sempat menjabat sebagai Wakil Gubernur Lemhannas RI sebelum akhirnya kembali ke Mabesal.
Secara legalitas, penunjukan Laksamana Madya TNI Edwin didasarkan pada Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/159/II/2026 yang diterbitkan pada 3 Februari 2026.
Surat keputusan tersebut mengatur tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia, yang sekaligus menjadi dasar hukum bagi proses regenerasi pimpinan di tubuh TNI AL tahun ini.
Momentum sertijab ini diharapkan mampu memberikan energi baru bagi internal TNI Angkatan Laut.
Dengan latar belakang pendidikan dan penugasan yang luas, kehadiran Laksamana Madya TNI Edwin sebagai Wakasal diharapkan dapat memperkuat sinergi antar-satuan serta mendorong percepatan visi TNI AL menuju kekuatan maritim yang modern dan disegani di kancah global. (talia)




















