Bitung, Sulut | Tribuneindonesia.com,
Guna memperkokoh fondasi persatuan bangsa, masyarakat Kota Bitung dari berbagai latar belakang berkumpul dalam Doa Bersama Lintas Agama. Acara yang digelar di Ruang SH. Sarundajang Kantor Walikota Bitung, Sabtu (30/8/25) itu, secara khusus ditujukan untuk memohon keamanan dan keselamatan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
sementara itu, acara yang diinisiasi oleh Kepolisian Resor (Polres) Bitung ini dihadiri oleh segenap komponen masyarakat dan pemerintah.
Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., diwakili oleh Wakil Kepala Polres (Waka), Kompol Daniel Korompis, S.E. Tampak hadir pula Walikota Bitung Hengky Honandar, SE., Wakil Walikota Randito Maringka, Dandim 1310 Bitung Letkol Czi Hanif Tupen, ST., M.IP, serta perwakilan dari TNI, Polri, Kejaksaan, dan instansi terkait.
Kehadiran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan komunitas ojek online (Ojol) melengkapi keragaman dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Walikota Bitung, Hengky Honandar, dalam sambutannya menegaskan komitmen untuk menjaga harmoni sosial. Ia menyoroti pentingnya nilai-nilai persaudaraan yang melampaui perbedaan agama, suku, dan budaya.
Honandar juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersinergi dan mendukung penuh tugas aparat keamanan dalam memelihara stabilitas dan ketertiban.
Tak hanya itu, rangkaian acara diisi dengan aktivitas yang merekatkan kebersamaan, seperti pembacaan doa-doa dari berbagai keyakinan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta penutup dengan foto bersama.
Seluruh jalannya kegiatan berlangsung dengan kondusif dan tertib, serta resmi ditutup pada pukul 20.25 WITA.
Melalui momentum ini, diharapkan tercipta dampak yang berkelanjutan bagi terpeliharanya kerukunan di Kota Bitung.
Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat ini diharapkan dapat menjadi pondasi yang kuat untuk terus menjaga persatuan, kesatuan, serta mendukung upaya-upaya mewujudkan keamanan dan keselamatan negara. (Kiti)