
Takengon – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Aceh Tengah meminta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) untuk menggratiskan biaya kuliah bagi mahasiswa yang terdampak bencana alam hidrometeorologi di wilayah Sumatra, khususnya Aceh.
Ketua GMNI Aceh Tengah, Saparuda IB, mengatakan kondisi perekonomian masyarakat pascabencana saat ini berada dalam situasi sulit. Banyak sumber penghasilan warga terhenti akibat dampak langsung bencana yang merusak infrastruktur dan lahan usaha masyarakat.
“Pascabencana, banyak mata pencaharian masyarakat yang terganggu. Di wilayah Aceh Tengah, sebagian besar orang tua mahasiswa bergantung hidup dari sektor pertanian. Namun, akibat bencana, banyak lahan pertanian mengalami kerusakan parah,” ujar Saparuda IB kepada Line1News, Sabtu (3/1/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan orang tua mahasiswa dalam memenuhi kewajiban pembayaran uang kuliah. Oleh karena itu, GMNI menilai perlu adanya kebijakan khusus dari pemerintah pusat untuk meringankan beban mahasiswa terdampak bencana.
GMNI Aceh Tengah mendesak Ditjen Diktiristek agar segera mengeluarkan instruksi kepada perguruan tinggi untuk memberikan dispensasi, termasuk penundaan pembayaran atau pembebasan uang kuliah bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak langsung bencana alam.
“Negara harus hadir untuk menjamin keberlangsungan pendidikan mahasiswa di tengah situasi darurat seperti ini,” tegas Saparuda.
GMNI berharap kebijakan tersebut dapat segera direalisasikan agar mahasiswa terdampak bencana tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani persoalan ekonomi pascabencana.















