GMNI Aceh Tengah Minta Dikti Gratiskan Biaya Kuliah Mahasiswa Terdampak Bencana

- Editor

Sabtu, 3 Januari 2026 - 09:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua GMNI Cabang Aceh Tengah Saparuda IB (Foto TribuneIndonesia/Erwin Sar)
Ketua GMNI Cabang Aceh Tengah Saparuda IB (Foto TribuneIndonesia/Erwin Sar)

Takengon – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Aceh Tengah meminta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) untuk menggratiskan biaya kuliah bagi mahasiswa yang terdampak bencana alam hidrometeorologi di wilayah Sumatra, khususnya Aceh.

Ketua GMNI Aceh Tengah, Saparuda IB, mengatakan kondisi perekonomian masyarakat pascabencana saat ini berada dalam situasi sulit. Banyak sumber penghasilan warga terhenti akibat dampak langsung bencana yang merusak infrastruktur dan lahan usaha masyarakat.

“Pascabencana, banyak mata pencaharian masyarakat yang terganggu. Di wilayah Aceh Tengah, sebagian besar orang tua mahasiswa bergantung hidup dari sektor pertanian. Namun, akibat bencana, banyak lahan pertanian mengalami kerusakan parah,” ujar Saparuda IB kepada Line1News, Sabtu (3/1/2026).

Baca Juga:  Walikota Manado Dorong Inovasi Pembiayaan, Gulirkan Wacana Obligasi Daerah untuk Percepat Pembangunan

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan orang tua mahasiswa dalam memenuhi kewajiban pembayaran uang kuliah. Oleh karena itu, GMNI menilai perlu adanya kebijakan khusus dari pemerintah pusat untuk meringankan beban mahasiswa terdampak bencana.

GMNI Aceh Tengah mendesak Ditjen Diktiristek agar segera mengeluarkan instruksi kepada perguruan tinggi untuk memberikan dispensasi, termasuk penundaan pembayaran atau pembebasan uang kuliah bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak langsung bencana alam.

“Negara harus hadir untuk menjamin keberlangsungan pendidikan mahasiswa di tengah situasi darurat seperti ini,” tegas Saparuda.

GMNI berharap kebijakan tersebut dapat segera direalisasikan agar mahasiswa terdampak bencana tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani persoalan ekonomi pascabencana.

Berita Terkait

​Tragedi Dua Karung Ubi, Dugaan Keterlibatan Oknum ASN dan Polisi dalam Aksi Bakar Massa di Sumut
​Banjir Bandang Terjang Kepulauan Sitaro, 6 Warga Meninggal Dunia, Puluhan Luka-Luka
HRD Sayangkan Kebijakan Bupati Bireuen Tolak Huntara
Polres Bitung Siaga Malam, Tim Tarsius Presisi Tekan Potensi Kriminalitas di Jalur Utama
Polres Bitung Berikan Penghormatan Terakhir bagi Aiptu Melki Thomas dalam Upacara Kedinasan
A Crisis of State Governance: When Constitutional Mandates Drift Away from the People’s Reality
Bahu membahu Pulihkan Sekolah TNI AL Bersikan Lumpur Di Tukka Tapsnuli Teungah
Arief Martha Rahadyan: Selamat Hari Braille Sedunia
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 06:32

​Tragedi Dua Karung Ubi, Dugaan Keterlibatan Oknum ASN dan Polisi dalam Aksi Bakar Massa di Sumut

Senin, 5 Januari 2026 - 05:34

HRD Sayangkan Kebijakan Bupati Bireuen Tolak Huntara

Minggu, 4 Januari 2026 - 15:49

Polres Bitung Siaga Malam, Tim Tarsius Presisi Tekan Potensi Kriminalitas di Jalur Utama

Minggu, 4 Januari 2026 - 15:18

Polres Bitung Berikan Penghormatan Terakhir bagi Aiptu Melki Thomas dalam Upacara Kedinasan

Minggu, 4 Januari 2026 - 14:53

A Crisis of State Governance: When Constitutional Mandates Drift Away from the People’s Reality

Minggu, 4 Januari 2026 - 05:11

Bahu membahu Pulihkan Sekolah TNI AL Bersikan Lumpur Di Tukka Tapsnuli Teungah

Minggu, 4 Januari 2026 - 03:30

Arief Martha Rahadyan: Selamat Hari Braille Sedunia

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:53

Polres Aceh Tengah Terobos Medan Ekstrem, Bantuan Kemanusiaan Tiba di Desa Serule

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Pemkab Deli Serdang Resmi Lelang 16 Paket Kendaraan Dinas

Senin, 5 Jan 2026 - 06:15