Batang Kuis | TribuneIndonesia.com – Suasana religius yang hangat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Baitulquddus, Kecamatan Batang Kuis, pada Senin malam 9 Februari 2026. Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW berlangsung khidmat, menjadi momen penguatan iman sekaligus ajakan membangun generasi yang bertakwa.
Isra Mikraj merupakan peristiwa agung dalam sejarah Islam, saat Rasulullah SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk menegakkan salat lima waktu. Perintah ini menjadi tiang utama keimanan umat Islam, sekaligus bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya agar senantiasa berada di jalan yang lurus.
Ratusan jamaah memadati masjid. Wajah-wajah penuh ketenangan memancarkan semangat spiritual yang mendalam. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan, tokoh agama, pengurus BKM Masjid Baitulquddus, hingga remaja masjid se-Kecamatan Batang Kuis menjadikan peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi peristiwa rohani yang menyentuh hati.
Momentum semakin bermakna ketika Kapolsek Batang Kuis, AKP Salija, hadir dan memberikan sambutan. Sebagai pimpinan kepolisian di wilayah tersebut, ia menegaskan bahwa ajaran Islam yang dibawa Rasulullah SAW telah sempurna, dan tugas umat hanyalah menjalankan perintah Allah serta meneladani sunnah Rasul.
“Agama sudah sempurna dibawa Rasulullah. Tugas kita adalah menjalankan perintah-Nya, berbuat baik, dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar AKP Salija di hadapan jamaah.
Ia juga menekankan bahwa tugas kepolisian tidak hanya menegakkan hukum secara tegas, tetapi juga menjaga ketertiban sosial yang sejalan dengan nilai-nilai agama. Pihaknya terus berupaya menertibkan pelaku kejahatan dan menciptakan situasi aman serta kondusif di Kecamatan Batang Kuis.
Lebih jauh, AKP Salija memberikan pesan khusus kepada generasi muda. Ia mengajak pemuda dan pemudi untuk menjadikan momen Isra Mikraj sebagai titik balik memperkuat ibadah dan moralitas.
“Pemuda adalah harapan masa depan. Jaga amal ibadah, jaga akhlak, dan tumbuhkan generasi yang beriman,” pesannya tegas.
Suasana semakin syahdu saat ustaz yang diundang menyampaikan tausiah. Siraman rohani yang disampaikan dengan penuh penghayatan membuat jamaah larut dalam suasana keimanan. Banyak yang terdiam, merenung, bahkan menitikkan air mata, seolah merasakan kedekatan spiritual yang begitu dalam.
Malam itu, Masjid Baitulquddus tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang perenungan. Peringatan Isra Mikraj menjadi pengingat bahwa perjalanan hidup manusia sejatinya adalah perjalanan menuju Allah, dengan salat sebagai penghubung utama antara hamba dan Sang Pencipta.
Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara tokoh agama, masyarakat, dan aparat keamanan mampu menghadirkan suasana religius yang menyejukkan. Isra Mikraj di Batang Kuis bukan hanya peringatan sejarah, tetapi seruan nyata untuk memperkuat iman dan membangun generasi yang berakhlak mulia.
Ilham Gondrong














