Bireuen/Tribuneindonesia.com
Kabupaten Bireuen mencatatkan diri sebagai daerah pertama di Provinsi Aceh yang memulai pembangunan hunian tetap bagi penyintas banjir bandang dan longsor pascabencana. Langkah ini dinilai sebagai bentuk percepatan pemulihan kemanusiaan yang konkret dan terukur bagi masyarakat terdampak.

Pembangunan hunian tetap tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, di Desa Bale Panah, Kecamatan Juli, Rabu, 7 Januari 2026. Program ini diperuntukkan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025.
Selain pembangunan hunian, Pemerintah Kabupaten Bireuen juga menyalurkan Dana Tunjangan Hidup (DTH) kepada para penyintas sebagai dukungan awal selama masa transisi pemulihan.
Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, menilai langkah Pemerintah Kabupaten Bireuen tersebut sebagai keputusan strategis yang menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat terdampak bencana.
Arizal menyebut, di tengah banyak daerah yang masih berkutat pada tahap pendataan dan wacana, Bireuen justru telah melangkah ke fase pembangunan hunian tetap secara langsung.
“Ini adalah langkah konkret yang patut diapresiasi. Bireuen menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup dengan pernyataan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Pembangunan hunian tetap ini memberi kepastian dan harapan bagi para penyintas,” ujar Arizal Mahdi.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dan pengawasan dalam proses pembangunan agar hunian yang dibangun benar-benar layak, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Bale Panah, Muntazar, menyampaikan bahwa sebanyak 98 unit hunian tetap akan dibangun di wilayahnya. Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga warga dapat segera meninggalkan lokasi pengungsian.
Peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri unsur Muspika dan Muspida, perwakilan BNPB Aceh, serta pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Bireuen.
Dengan dimulainya pembangunan hunian tetap ini, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan menjadi contoh penanganan bencana yang berorientasi pada kepentingan rakyat di Aceh.














