Bio Fighter Mengurai Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Tanpa Bau

- Editor

Kamis, 19 Februari 2026 - 05:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badung | TribuneIndonesia.com – PT Su.re.co (Sustainable and Resilience Community or Corporation) menggelar Workshop su-re.co dengan topik sustainability berjudul “Regenerative Pathways for Sustainable Change: Waste, Agroforestry, and Bioeconomy Nexus” pada Rabu, 18 Februari 2026 di Noema Resort, Pererenan, Bali.

Workshop dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Anak Agung Dalem, aktivis lingkungan hidup, akademisi, serta yayasan pengelolaan sampah.

Su.re.co yang didirikan oleh Prof.Dr. Takama asal Jepang, merupakan sebuah perusahaan think do be tank yang berbasis di Bali yang berfokus pada lingkungan, khususnya agroforestry (kopi dan coklat), energy terbarukan (biogas) dan adaptasi iklim berbasis sains dan aksi nyata, seperti mengembangkan teknologi biogas yaitu mengelola limbah organik menjadi energy dan puluk serta agroforestry dan membangun komunitas serta mengedukasi melalui workshop dan program intership.

Su.re.co juga mendukung petani melalui praktik pertanian ramah lingkungan, kopi, dan coklat serta membantu transisi bersih. Dalam Workshop tersebut, Su.re.co memperkenalkan teknologi biogas yaitu Bio Fighter”, gas cair dengan teknologi EPN baru, melepaskan mikro organisme secara massal yang memberikan cara yang efisien dan kuratif dalam mengendalikan serangan hama secara luas pada berbagai jenis tanaman secara organik tanpa zat kimia.

Bio Fighter ini mampu mengurangi kebutuhan insektisida kimia, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan karena tidak berbau.

Di sela-sela workshop, Takama menjelaskan bahwa Bio Fighter yang diproduksi oleh Su.re.co memiliki keunggulan dibandingkan dengan Bio gas lainnya. Bio Figther milik Su.re.co mengurai sampah lebih cepat menjadi pupuk kompos dalam waktu dua bulan, bahkan saat penguraian pun, sampah tersebut tidak mengeluarkan bau.

“Banyak mereka tidak sabar menunggu pembuatan pupuk kompos, dengan adanya Produk ini, pengelolaan sampah menjadi pupuk bisa lebih cepat, tidak berbau dan juga tidak ada lalat saat penguraian ” jelas Takama.

Baca Juga:  Revitalisasi SLB Silih Nara Diduga Asal Jadi: Rp 2,4 Miliar Uang Negara Terancam Mubazir

Ia mengatakan, untuk 1 liter Bio Fighter bisa mengolah sebanyak 1 ton sampah organik. Bio Fighter ini dipercaya aman bagi tumbuhan karena tidak mengandung zat kimia.

Salah satu peserta I Made Darsana sebagai Ketua Bumdes dan Ketua Lembaga Pengelola Hutan desa Wanagiri, mengapresiasi produk Bio Fighter dari Su.re.co.

Ia mengatakan, bahwa sebagian besar, warga desa Wanagiri berprofesi sebagai petani dan Desa Wanagiri juga sebagai penyuplai air dari 7 desa lainnya, sehingga pola budidaya pertanian harus dilakukan secara organik agar air yang ada di desa Wanagiri tidak terkontaminasi zat kimia.

“Desa Wanagiri adalah ibunya Buleleng Tengah dimana ada 7 desa yang mengambil air di Desa Wanagiri, jadi secara otomatis kami harus melakukan pola budidaya pertanian secara organik, karena kami tidak ingin air yang kami suplay mengandung zat kimia, ” jelasnya.

Menurutnya produk Bio Fighter dari Su.re.co, yang mampu mengurai sampah organik menjadi pupuk kompos dalam waktu 2 bulan sangat dibutuhkan di Desa Wanagiri untuk bisa mengurai sampah organik yang ada di Desa Wanagiri menjadi pupuk kompos.

“Jika kita menggunakan pupuk kimia untuk tanaman, tanah itu tidak akan subur karena mikroba yang terkandung didalam tanah seperti cacing sebagai pengurainya tidak ada. Dengan pupuk organik kita mengembalikan kesuburan tanah itu,” imbuhnya.

Usai Workshop team dari Su.re.co melakukan peninjauan pengelolaan sampah ke beberapa tempat diantaranya, SD 2 Prerenan dan TPST Mengwi Tani dan jumat (19/2/2026) melakukan peninjauan ke Desa Wanagiri Buleleng.

Disisi lain, Kepala Sekolah SD 2 Prerenan, Made Arisandika mengaku produk Bio Fighter sangat membantu mengurai sampah organik dari sisa makanan para siswa.

“Sangat membantu penanganan sampah di sekolah kami. Kalau tidak dibantu Bio Fighter, pembusukannya lama dan berbau. Dengan Bio Fighter penguraiannya dua bulan sudah jadi pupuk kompos, ” ungkapnya

Berita Terkait

Nuanu Creative City Kembali Hadirkan SAMANA Bali Sebagai Ruang Eksplorasi Kreativitas dan Edukasi Keluarga
Kapolres bersama Forkopimda Aceh Tenggara Turun Langsung Salurkan Sembako untuk Warga Tanoh Alas
Pungutan Liar Biaya Ambulans di Puskesmas Pante Bidari Oknum Supir Seakan Kebal Hukum Mengakui Kesalahan Pakek Sikap Arongan
SOMASI Desak Wali Kota Langsa Serius Tindaklanjuti Temuan RDP PDAM, Soroti Dugaan Pelanggaran dan Nepotisme
Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Aras Kabu Mengemuka, Tokoh Pemuda Soroti Pemberitaan yang Dinilai Tidak Berimbang
Skandal Beasiswa Aceh: Mantan Kadis BPSDM yang Kini Kadis Perpustakaan Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp14,07 Miliar
Aiyub NSS Grong-Grong Berikan Souvenir Jam Dinding, Jamu Nasabah Setia Asal Medan dengan Kuliner Khas Aceh
Imigrasi di Era Yuldi Yusman: Rekor PNBP dan Penguatan Penegakan Hukum
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 08:33

Rutin Konsumsi Bawang Merah Setiap Hari, Ini Manfaat dan Risikonya bagi Kesehatan

Selasa, 31 Maret 2026 - 06:30

Lalat di Minuman Antara Hadits, Sains, dan Kesehatan Modern

Sabtu, 28 Maret 2026 - 04:51

Peta Tubuh di Telapak Kaki Antara Mitos, Terapi, dan Fakta Medis

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:00

“Wak Labu ! Raja Licik yang Paling Pintar… Mengelabui Rakyat Sendiri”

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:17

TTI Mendesak Kajari Aceh Besar Usut Kasus THR dan Gaji ke 13 Guru di Kabupaten Aceh Besar sejumlah Rp.17,44 Milyar.

Kamis, 12 Maret 2026 - 04:26

Program Makan Bergizi Gratis: Investasi Masa Depan atau Sekadar Proyek Populis?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:15

Bhayangkara di Garis Pengabdian: Menjaga Negeri tak kenal waktu

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:21

Agama Menguatkan Bhayangkara

Berita Terbaru