Medan | TribuneIndonesia.com — Gelombang solidaritas akan menggema di Kota Medan pada Senin, 1 September 2025. Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai komunitas di Sumatera Utara akan turun ke jalan dalam sebuah aksi yang penuh makna. Mereka bersatu untuk mengenang almarhum Affan Kurniawan, rekan sejawat mereka yang menjadi korban tragis terlindas kendaraan taktis Brimob.
Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan seruan hati yang lahir dari rasa kehilangan dan kepedihan mendalam. Para pengemudi ojol ingin menunjukkan bahwa persaudaraan mereka tak sekadar berlandaskan profesi, melainkan juga ikatan kemanusiaan. Dengan mengangkat tema Aksi Solidaritas Ojol Medan Sumatera Utara, massa akan bergerak menuju Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumut sebagai simbol tuntutan keadilan.
Para peserta diwajibkan mengenakan jaket ojol sebagai tanda identitas dan kebersamaan. Mereka juga akan membawa bendera Merah Putih yang dikibarkan tinggi, melambangkan perjuangan, kesetiaan, dan semangat nasionalisme yang tidak pernah pudar. Namun, panitia menegaskan bahwa aksi ini murni damai dan penuh penghormatan. Setiap bentuk provokasi dilarang keras agar tidak mencederai tujuan utama, yaitu mengenang almarhum dan menyerukan keadilan.
Selain itu, para pengemudi ojol diingatkan untuk tetap menghormati masyarakat umum serta pengguna jalan lainnya. Mereka ingin membuktikan bahwa solidaritas dapat disampaikan dengan cara beradab dan bermartabat, tanpa menimbulkan keresahan.
Aksi besar ini akan dimulai pukul 14.00 WIB dengan titik kumpul di halaman Makam Pahlawan. Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Makam Pahlawan adalah tempat di mana semangat pengorbanan dan perjuangan selalu hidup, sehingga kehadiran ribuan ojol di sana akan menghadirkan nuansa haru dan penghormatan yang begitu dalam.
Kehilangan Affan Kurniawan telah menorehkan luka mendalam bagi keluarga besar ojol di Sumatera Utara. Namun dari luka itu pula tumbuh tekad kuat untuk bersatu. Aksi ini adalah wujud nyata bahwa satu nyawa yang melayang tak akan pernah dilupakan begitu saja. Setiap gas yang ditarik, setiap klakson yang berbunyi, akan menjadi simbol persaudaraan yang mengikat erat ribuan pengemudi ojol di Medan dan sekitarnya.
Dengan bendera merah putih yang berkibar, jaket ojol yang seragam, dan hati yang bulat untuk damai, aksi solidaritas ini diharapkan menjadi momen bersejarah. Sebuah momentum yang tak hanya menggugah rasa kemanusiaan, tetapi juga menyatukan suara bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu.
Ilham Gondrong