Bitung, Sulut | TribuneIndonesia.com
Langkah nyata diambil oleh aparat keamanan demi memastikan roda pendidikan tetap berputar pascabencana alam yang melanda Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (3/1/26).
Personel Polres Bener Meriah bersama BKO Satbrimob Polda Aceh dan unit Pemadam Kebakaran (Damkar) terjun langsung ke lokasi terdampak.
Sinergi lintas instansi ini difokuskan pada pemulihan fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat hantaman banjir dan tanah longsor.
Fokus utama evakuasi material diarahkan ke Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Bener Meriah, yang kondisinya sempat lumpuh akibat rendaman lumpur.
Secara bahu-membahu, petugas gabungan membersihkan setiap sudut ruang kelas dan area halaman sekolah dari sisa-sisa material yang terbawa arus.
Pembersihan intensif ini dilakukan agar lingkungan sekolah kembali steril dan layak digunakan untuk aktivitas belajar mengajar seperti sedia kala.
Kehadiran Polri di tengah masa pemulihan ini merupakan manifestasi dari kepedulian negara terhadap keberlangsungan masa depan generasi muda.
Dengan memastikan sarana pendidikan kembali fungsional, diharapkan trauma psikologis para siswa pascabencana dapat berkurang melalui kembalinya rutinitas sekolah yang aman dan nyaman.
Selain itu, aspek keamanan dan kelayakan fasilitas menjadi prioritas utama sebelum para murid diizinkan kembali ke ruang kelas.
Melalui aksi gotong royong ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus konsisten mendampingi masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Selain fokus pada pengamanan, penyaluran bantuan tenaga dan logistik menjadi bagian tidak terpisahkan dari misi kemanusiaan di wilayah Bener Meriah.
Upaya ini merupakan bentuk dedikasi institusi dalam menjaga stabilitas sosial dan memastikan layanan publik, khususnya sektor pendidikan, tidak terhenti meskipun di tengah masa sulit. (Kiti)



















