SUMPAH PEMUDA DI TENGAH UJIAN KELUARGA, APRIANDI TETAP BERPEGANG PADA SEMANGAT PENGABDIAN DAN KEMANUSIAAN

- Editor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di sela mendampingi istri menjalani pengobatan kista ovarium di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal, jurnalis Tribuneindonesia.com asal Jambi memaknai Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum memperkuat kepedulian, keteguhan hati, dan tanggung jawab sosial.

 

 

Ditulis Oleh: Apriandi, Tj., C.JI., C.LWI

Jurnalis Media Tribuneindonesia.com – Jambi

 

JAMBI, TRIBUNEINDONESIA.COM — Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa, termasuk insan pers, untuk kembali meneguhkan semangat persatuan, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Bagi Apriandi, jurnalis Media Tribuneindonesia.com di Provinsi Jambi, momentum tersebut hadir dalam suasana yang penuh makna. Di tengah tanggung jawab menjalankan tugas jurnalistik, ia juga sedang mendampingi istrinya, Siti Munawaroh, yang menjalani perawatan dan pengobatan terkait penyakit kista ovarium di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

 

Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui pekerjaan dan tanggung jawab profesi, tetapi juga melalui ketulusan mendampingi keluarga, menjaga harapan, serta menghadapi ujian kehidupan dengan kesabaran.

 

Memaknai Sumpah Pemuda dari Perjuangan Keluarga

 

Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober berakar pada ikrar pemuda Indonesia tahun 1928, yang menegaskan persatuan dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia.

 

Nilai tersebut tetap relevan hingga saat ini. Semangat persatuan bukan hanya diwujudkan dalam kegiatan seremonial, tetapi juga melalui tindakan nyata, seperti saling membantu, menghormati sesama, serta menghadirkan kepedulian bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

 

Dalam konteks perjuangan keluarga, mendampingi orang terkasih menjalani pengobatan merupakan bentuk tanggung jawab dan dukungan moral yang tidak dapat dipisahkan dari nilai kemanusiaan.

 

Bagi Apriandi, pengalaman mendampingi istri menjalani pengobatan menjadi bagian dari perjalanan kehidupan yang menuntut keteguhan, kesabaran, dan harapan. Di tengah keadaan tersebut, semangat Hari Sumpah Pemuda dapat menjadi pengingat bahwa nilai perjuangan tetap hidup melalui tindakan sederhana yang dilakukan dengan ketulusan.

 

Insan Pers dan Tanggung Jawab Kemanusiaan

 

Sebagai jurnalis, Apriandi membawa tanggung jawab untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat secara akurat, berimbang, dan dapat dipercaya. Prinsip tersebut menjadi bagian penting dari peran pers dalam kehidupan demokrasi.

 

Namun, insan pers juga merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki keluarga, tanggung jawab pribadi, serta pengalaman hidup yang beragam. Karena itu, nilai kemanusiaan dan profesionalisme perlu berjalan beriringan.

Baca Juga:  Arief Martha Rahadyan Hadiri Deklarasi dan Peresmian Komunitas “I❤️Prabowo”

 

Momentum Hari Sumpah Pemuda diharapkan dapat memperkuat komitmen insan pers untuk terus menghadirkan pemberitaan yang bermanfaat bagi publik, memberikan ruang bagi suara masyarakat, serta menjaga etika dalam setiap proses jurnalistik.

 

Di sisi lain, pengalaman keluarga yang sedang menjalani pengobatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menghakimi keadaan seseorang tanpa memahami situasi yang sedang dihadapinya.

 

Harapan untuk Kesembuhan dan Semangat Bangsa

 

Siti Munawaroh saat ini menjalani pengobatan terkait kista ovarium di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal. Dukungan keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam mendampingi pasien menghadapi proses pengobatan, sementara penanganan medis tetap mengikuti evaluasi dan arahan tenaga kesehatan.

 

Di tengah ikhtiar tersebut, harapan akan kesembuhan terus menyertai keluarga. Perjalanan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan, kebersamaan, dan dukungan orang-orang terdekat merupakan hal berharga dalam kehidupan.

 

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini diharapkan tidak berhenti pada ucapan dan simbol semata. Semangat para pemuda yang mempersatukan bangsa pada 1928 perlu diteruskan melalui kepedulian sosial, tanggung jawab, kejujuran, serta tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama.

 

Bagi generasi muda, termasuk insan pers, tantangan zaman menuntut keberanian untuk berkarya, kecermatan menyampaikan informasi, dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

 

“Pemuda Bergerak, Indonesia Maju” menjadi pesan yang relevan untuk terus menghidupkan semangat persatuan dan pengabdian, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan profesi.

 

Penutup

 

Hari Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa perjuangan tidak selalu berlangsung di panggung besar. Dalam kehidupan sehari-hari, perjuangan juga hadir ketika seseorang menjalankan tanggung jawab, mendampingi keluarga yang sedang sakit, mempertahankan harapan, dan tetap berusaha memberikan manfaat bagi orang lain.

Semoga Siti Munawaroh diberikan kemudahan dalam menjalani pengobatan dan kesembuhan sesuai dengan kehendak Allah SWT.

 

Semoga pula semangat persatuan, kepedulian, dan pengabdian terus tumbuh di tengah masyarakat Indonesia.

 

Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.

 

Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa: Indonesia.

 

Media Tribuneindonesia.com — Tajam, Berimbang, Terpercaya.

Berita Terkait

Sumpah Pemuda Berusia 98 Tahun, Masihkah Semangat Persatuan Menyala.
Polemik Penugasan dr. Laura Christanty: Antara Dasar Hukum dan Keberlanjutan Layanan RSUD Waisai
‎Kawal Razia Hari Kedua di Jalan Wolter Monginsidi, Kabid Marline Wangkay Minta Warga Bitung Taat Bayar Pajak
GRPK Desak Kapolda dan Pangdam I/BB Bentuk Tim Gabungan Usut Dugaan Tangkap Lepas Bandar Narkoba
Operasi Patuh Klabat 2026 di Bitung Masuki Hari Kedua, Tim Gabungan Sasar Pelanggar Lalu Lintas
*.H. M.Ust HATTA BULKAINI, SKD. S Hl. MONITORING TKA SERENTAK DAN SERAP POKIR DI SMA NEGERI 2 KUTACANE*
Anak Ulau Fun Run 2026″ Perdana Di Pulau Simeulue Bersama GEKRAFS
PT SPP Diduga Kerjakan Proyek Manajemen Building PLN Berpagu Rp68 M Lewat Penunjukan Langsung, Isu Anak Emas Wadirut Mencuat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:02

SUMPAH PEMUDA DI TENGAH UJIAN KELUARGA, APRIANDI TETAP BERPEGANG PADA SEMANGAT PENGABDIAN DAN KEMANUSIAAN

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:55

Sumpah Pemuda Berusia 98 Tahun, Masihkah Semangat Persatuan Menyala.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:43

Polemik Penugasan dr. Laura Christanty: Antara Dasar Hukum dan Keberlanjutan Layanan RSUD Waisai

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:07

GRPK Desak Kapolda dan Pangdam I/BB Bentuk Tim Gabungan Usut Dugaan Tangkap Lepas Bandar Narkoba

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:44

Operasi Patuh Klabat 2026 di Bitung Masuki Hari Kedua, Tim Gabungan Sasar Pelanggar Lalu Lintas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:38

*.H. M.Ust HATTA BULKAINI, SKD. S Hl. MONITORING TKA SERENTAK DAN SERAP POKIR DI SMA NEGERI 2 KUTACANE*

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:17

Anak Ulau Fun Run 2026″ Perdana Di Pulau Simeulue Bersama GEKRAFS

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:26

PT SPP Diduga Kerjakan Proyek Manajemen Building PLN Berpagu Rp68 M Lewat Penunjukan Langsung, Isu Anak Emas Wadirut Mencuat

Berita Terbaru