Di sela mendampingi istri menjalani pengobatan kista ovarium di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal, jurnalis Tribuneindonesia.com asal Jambi memaknai Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum memperkuat kepedulian, keteguhan hati, dan tanggung jawab sosial.
Ditulis Oleh: Apriandi, Tj., C.JI., C.LWI
Jurnalis Media Tribuneindonesia.com – Jambi
JAMBI, TRIBUNEINDONESIA.COM — Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa, termasuk insan pers, untuk kembali meneguhkan semangat persatuan, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Bagi Apriandi, jurnalis Media Tribuneindonesia.com di Provinsi Jambi, momentum tersebut hadir dalam suasana yang penuh makna. Di tengah tanggung jawab menjalankan tugas jurnalistik, ia juga sedang mendampingi istrinya, Siti Munawaroh, yang menjalani perawatan dan pengobatan terkait penyakit kista ovarium di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.
Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui pekerjaan dan tanggung jawab profesi, tetapi juga melalui ketulusan mendampingi keluarga, menjaga harapan, serta menghadapi ujian kehidupan dengan kesabaran.
Memaknai Sumpah Pemuda dari Perjuangan Keluarga
Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober berakar pada ikrar pemuda Indonesia tahun 1928, yang menegaskan persatuan dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia.
Nilai tersebut tetap relevan hingga saat ini. Semangat persatuan bukan hanya diwujudkan dalam kegiatan seremonial, tetapi juga melalui tindakan nyata, seperti saling membantu, menghormati sesama, serta menghadirkan kepedulian bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Dalam konteks perjuangan keluarga, mendampingi orang terkasih menjalani pengobatan merupakan bentuk tanggung jawab dan dukungan moral yang tidak dapat dipisahkan dari nilai kemanusiaan.
Bagi Apriandi, pengalaman mendampingi istri menjalani pengobatan menjadi bagian dari perjalanan kehidupan yang menuntut keteguhan, kesabaran, dan harapan. Di tengah keadaan tersebut, semangat Hari Sumpah Pemuda dapat menjadi pengingat bahwa nilai perjuangan tetap hidup melalui tindakan sederhana yang dilakukan dengan ketulusan.
Insan Pers dan Tanggung Jawab Kemanusiaan
Sebagai jurnalis, Apriandi membawa tanggung jawab untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat secara akurat, berimbang, dan dapat dipercaya. Prinsip tersebut menjadi bagian penting dari peran pers dalam kehidupan demokrasi.
Namun, insan pers juga merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki keluarga, tanggung jawab pribadi, serta pengalaman hidup yang beragam. Karena itu, nilai kemanusiaan dan profesionalisme perlu berjalan beriringan.
Momentum Hari Sumpah Pemuda diharapkan dapat memperkuat komitmen insan pers untuk terus menghadirkan pemberitaan yang bermanfaat bagi publik, memberikan ruang bagi suara masyarakat, serta menjaga etika dalam setiap proses jurnalistik.
Di sisi lain, pengalaman keluarga yang sedang menjalani pengobatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menghakimi keadaan seseorang tanpa memahami situasi yang sedang dihadapinya.
Harapan untuk Kesembuhan dan Semangat Bangsa
Siti Munawaroh saat ini menjalani pengobatan terkait kista ovarium di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal. Dukungan keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam mendampingi pasien menghadapi proses pengobatan, sementara penanganan medis tetap mengikuti evaluasi dan arahan tenaga kesehatan.
Di tengah ikhtiar tersebut, harapan akan kesembuhan terus menyertai keluarga. Perjalanan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan, kebersamaan, dan dukungan orang-orang terdekat merupakan hal berharga dalam kehidupan.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini diharapkan tidak berhenti pada ucapan dan simbol semata. Semangat para pemuda yang mempersatukan bangsa pada 1928 perlu diteruskan melalui kepedulian sosial, tanggung jawab, kejujuran, serta tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama.
Bagi generasi muda, termasuk insan pers, tantangan zaman menuntut keberanian untuk berkarya, kecermatan menyampaikan informasi, dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
“Pemuda Bergerak, Indonesia Maju” menjadi pesan yang relevan untuk terus menghidupkan semangat persatuan dan pengabdian, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan profesi.
Penutup
Hari Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa perjuangan tidak selalu berlangsung di panggung besar. Dalam kehidupan sehari-hari, perjuangan juga hadir ketika seseorang menjalankan tanggung jawab, mendampingi keluarga yang sedang sakit, mempertahankan harapan, dan tetap berusaha memberikan manfaat bagi orang lain.
Semoga Siti Munawaroh diberikan kemudahan dalam menjalani pengobatan dan kesembuhan sesuai dengan kehendak Allah SWT.
Semoga pula semangat persatuan, kepedulian, dan pengabdian terus tumbuh di tengah masyarakat Indonesia.
Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.
Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa: Indonesia.
Media Tribuneindonesia.com — Tajam, Berimbang, Terpercaya.














