BIREUEN/Tribuneindonesia.com
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen pada Senin, 12 Oktober 2026, kini dibayangi oleh peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Acara yang sebelumnya berlangsung penuh haru dengan penyerahan santunan kepada 200 anak yatim dari seluruh gaji pribadi Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, serta pemberian penghargaan kepada tokoh kharismatik Abon Arongan, sempat merangkul ribuan warga dalam rangkaian Fun Walk dan Malam Puncak di Pendopo Bupati.
Namun memasuki malam hari, cuaca di wilayah Bireuen dan sekitarnya dilaporkan mengalami perubahan drastis.
Berdasarkan rilis resmi prakirawan cuaca pukul 18:56 WIB, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang mulai berlaku sejak pukul 19:06 WIB. Wilayah Kabupaten Bireuen menjadi salah satu titik utama yang berpotensi kuat diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Sejumlah kecamatan di Kabupaten Bireuen yang masuk dalam zona merah peringatan dini malam ini meliputi:
• Samalanga
• Jeunieb
• Peudada
• Pandrah
• Juli
• Simpang Mamplam
• Peulimbang
• Peusangan Siblah Krueng
• Peusangan Selatan, serta kawasan di sekitarnya.
Kondisi cuaca buruk ini diperkirakan masih akan berlangsung dan bertahan hingga pukul 22:27 WIB, serta berpotensi meluas ke berbagai kabupaten tetangga seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, hingga Aceh Barat.
Masyarakat Bireuen yang baru saja merayakan hari jadi kabupatennya diimbau untuk menunda aktivitas di luar ruangan demi keselamatan. Para pengendara yang melintasi jalur perbukitan maupun kawasan rawan genangan diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi ancaman bencana hidrometeorologi, seperti pohon tumbang, banjir luapan, jarak pandang terbatas, hingga tanah longsor.













