RAJA AMPAT – TRIBUNEINDONESIA.COM – Ketua DPRK Raja Ampat, Moh. Taufik Sarasa, bersama sejumlah anggota DPRK dan pegawai Sekretariat Dewan turun langsung membagikan masker kepada masyarakat di depan Pos Lantas, kawasan Bundaran Lima Jalan Waisai, Rabu (7/10/2026) sore.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah kondisi udara Kota Waisai yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Rombongan DPRK tampak berada di tengah masyarakat saat pembagian masker berlangsung. Sejumlah pegawai Sekretariat Dewan turut dikerahkan untuk membagikan masker kepada warga yang melintas di kawasan bundaran tersebut.
Langkah itu dilakukan setelah pemerintah daerah dan DPRK Raja Ampat membahas kondisi karhutla serta dampak asap yang mulai mengancam kenyamanan dan kesehatan masyarakat Kota Waisai.
Taufik Sarasa mengatakan, pembagian masker tersebut tidak hanya menjadi kegiatan simbolis, tetapi juga bagian dari upaya mengingatkan masyarakat agar meningkatkan perlindungan diri selama kondisi kabut asap berlangsung.
“Hindari asap dan pakai masker,” ujar Taufik saat membagikan masker kepada warga.
Dalam pesan WhatsApp yang disampaikan pada Rabu (7/10/2026), Taufik juga menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat Kota Waisai.
“Bapak, Ibu, dan seluruh warga Kota Waisai yang saya cintai. Musim kemarau panjang yang memicu kebakaran hutan membuat udara di kota kita diselimuti kabut asap tebal. Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan dan mengancam kesehatan pernapasan kita semua, khususnya anak-anak dan lansia,” kata Taufik.
Menurutnya, pembagian masker merupakan bentuk kepedulian DPRK terhadap masyarakat yang harus tetap beraktivitas di tengah kondisi udara yang dipengaruhi asap.
“Aksi pembagian masker ini adalah wujud kepedulian nyata kami di DPRK untuk melindungi Bapak dan Ibu sekalian. Masker ini merupakan benteng sederhana namun penting agar paru-paru kita tetap terlindungi saat harus beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.
Taufik juga mengajak masyarakat untuk disiplin menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak selama kondisi kabut asap masih terjadi.
“Saya mengajak warga Waisai untuk disiplin memakai masker, membatasi kegiatan luar ruangan yang tidak mendesak, dan saling menjaga satu sama lain,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
“Saya juga meminta untuk tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” harap Taufik.
Ia berharap kondisi karhutla segera tertangani dan hujan turun sehingga kualitas udara di Kota Waisai kembali membaik.
“Semoga Tuhan senantiasa melindungi kesehatan kita dan hujan segera turun menyegarkan kota tercinta ini,” ujarnya.











