BIREUEN/Tribuneindonesia.com
Rangkaian acara dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen terus berlangsung semarak. Memasuki malam kedua pelaksanaan Festival Meurukon 2026 pada Selasa (6/10/2026) malam, sebanyak enam grup perwakilan kecamatan siap menghentak panggung utama di halaman Pendopo Bupati Bireuen.
Enam kecamatan yang dijadwalkan tampil pada malam kedua ini meliputi kafilah dari Kecamatan Kota Juang, Jangka, Peulimbang, Peusangan, Makmur, dan Peudada. Mereka akan bersaing ketat menyajikan seni tutur religi terbaik demi memperebutkan trofi bergengsi Anugerah Bupati Bireuen.
Sebelumnya, pada malam pembukaan yang digelar Senin (5/10) malam, lima grup perdana sukses memukau penonton. Kelima grup tersebut merupakan utusan dari Kecamatan Pandrah, Gandapura, Samalanga, Peusangan Siblah Krueng, dan Juli.
Panitia kegiatan, Azmi S.Kom MM, menjelaskan bahwa festival yang mengusung tema “Bireuen Kota Santri, Tanah Juang Pusaka Bangsa” ini diikuti oleh total 17 grup dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bireuen. Acara ini digelar oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dewan Kesenian Aceh (DKA) Bireuen.
“Selain memeriahkan hari jadi kabupaten, ajang ini menjadi langkah nyata untuk melestarikan kebudayaan tradisional Aceh warisan para leluhur (endatu), sekaligus mempererat tali silaturahmi antarkecamatan,” ujar Azmi yang juga menjabat sebagai Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA) Bireuen.
Lebih lanjut, Azmi menekankan pentingnya pelestarian ini mengingat Kabupaten Bireuen saat ini telah resmi mengantongi sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia untuk seni meurukon—sebuah tradisi penyampaian syiar Islam kepada masyarakat melalui seni tutur.
Untuk menjaga orisinalitas di tingkat daerah, panitia memberlakukan aturan ketat di mana seluruh peserta wajib berdomisili di kecamatan yang diwakilinya, dibuktikan dengan salinan KTP atau KTA. Pihak panitia juga telah menyiapkan apresiasi khusus bagi peserta yang mampu menampilkan pertunjukan terbaik.
Setelah penampilan malam ini selesai, festival akan langsung memasuki malam puncak pada Rabu (7/10) besok.
Enam grup pamungkas dari Kecamatan Kuala, Kutablang, Jeunieb, Peusangan Selatan, Simpang Mamplam, dan Jeumpa akan tampil sekaligus menjadi penentu jawara Festival Meurukon 2026.