RAJA AMPAT – TribuneIndonesia.com – Kinerja sejumlah oknum staf pada BPKAD Kabupaten Raja Ampat. mendapat sorotan warga.
Sorotan itu mencuat setelah sejumlah oknum staf yang disebut sedang menjalankan tugas terkait penertiban aset di lapangan diduga menunjukkan sikap keras saat berhadapan dengan warga.
Warga menilai pelaksanaan tugas pemerintah daerah di lapangan semestinya tetap mengedepankan etika pelayanan publik, komunikasi yang baik, serta sikap profesional.
“Di sini ada seorang ibu dan pimpinan mereka, tetapi justru terdengar berteriak-teriak saat melaksanakan tugas pemerintah daerah. Mereka kan bagian dari pelayanan publik, tentu harus melaksanakan tugas dengan baik,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut warga tersebut, cara oknum staf BPKAD berkomunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dari citra pelayanan pemerintah daerah. Karena itu, dugaan tindakan yang dinilai kasar perlu menjadi perhatian pimpinan.
Hal tersebut disampaikan oleh sejumlah warga terkait sikap oleh oknum oknum tersebut.
“Jadi kami minta Bupati dan Wakil bupati segera evaluasi mereka, ” Ucap Warga.
Warga pun meminta Bupati Raja Ampat melakukan evaluasi terhadap kinerja staf yang terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk memastikan apakah pelaksanaan tugas di lapangan telah sesuai dengan standar pelayanan dan ketentuan yang berlaku.
“Kalau memang ada persoalan aset, silakan diselesaikan sesuai aturan. Jangan sampai masyarakat justru merasa mendapat perlakuan yang tidak semestinya dari aparatur pemerintah,” katanya.
Sorotan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penertiban aset daerah tidak hanya menyangkut aspek administrasi dan hukum, tetapi juga bagaimana pemerintah berinteraksi dengan masyarakat ketika menjalankan tugas di lapangan.
TribuneIndonesia.com masih membuka ruang bagi pihak Dinas Keuangan Daerah maupun Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut,yang terjadi di resort di sekitar Waiwo.

















