JATIM_Tribuneindonesia.com
Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur, Moh. Hosen, mendorong Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran Kabinet Merah Putih sebagai bagian dari upaya mempercepat pencapaian Indonesia Emas 2045.
Moh. Hosen, menyampaikan waktu pemerintahan hingga 2029 harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Setiap menteri perlu menunjukkan kinerja terukur, integritas, kompetensi, serta dampak nyata bagi masyarakat.
Evaluasi kabinet harus dilakukan secara objektif, berdasarkan kinerja dan kebutuhan nasional, bukan karena kepentingan politik maupun suka dan tidak suka. Jika ada menteri yang belum mampu memenuhi target, Presiden tentu memiliki kewenangan untuk melakukan penyegaran,” ujarnya
Ketua KAKI menilai Indonesia memiliki banyak figur profesional dan independen yang memiliki kapasitas untuk membantu pemerintah menjalankan agenda pembangunan nasional.
Moh. Hosen juga mengingatkan agar evaluasi maupun kritik terhadap menteri tidak berubah menjadi penghakiman pribadi. Semua penilaian harus berdasarkan data, capaian program dan indikator yang dapat dipertanggungjawabkan.
Yang kita inginkan bukan sekadar pergantian orang, tetapi peningkatan kualitas pemerintahan. Setiap posisi strategis harus diisi oleh orang yang mampu bekerja cepat, profesional dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat,” tegasnya.
Ketua KAKI JATIM juga mengajak seluruh pihak menjaga persatuan dan keutuhan Indonesia. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari demokrasi, tetapi harus disampaikan secara bijak, konstruktif dan bertanggung jawab.
Target Indonesia Emas 2045 tidak boleh hanya menjadi slogan. Kalau evaluasi menunjukkan perlunya penyegaran kabinet, keputusan harus diambil demi kepentingan rakyat, pembangunan nasional dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
























